Taman Hiburan Rakyat (THR) or Folk Entertainment Park Lokasari, a commercial complex located in Mangga Besar, West Jakarta, is one of the most popular entertainment places in the past. Starting from its past as Prinsen Park, an amusement and theater center, consequently became Lokasari Square with its various nightclubs that make it active 24 hours, this place was infamous for its entertainment and bad image from society. As time went by, a degradation in its functions and spaces happened at THR Lokasari. The spaces that were used to accommodate social activities have gone, and slowly this complex became dull and left out. Therefore, THR Lokasari will receive an intervention through urban acupuncture approach to accomplish a 24-hour social and economic place as a rejuvenation to the area. With a view to minimalizing the intervention, the former structures will remain, yet some additions and improvements will be applied to the space functions. The implementation will be an addition of a green park and culinary street as green and social open spaces, which will also improve Lokasari Square as a shopping and entertainment center. The intervention will be focused on the most active area in the complex which is divided into three zones, namely Prinsen “Park”, Old Lokasari, and Neo Lokasari, each with a different spatial experience to achieve visitors’ positive spatial perception. This intervention is expected to make THR Lokasari a place that provides society’s needs, thus receiving a new positive image. Keywords: entertainment; identity; social Abstrak Taman Hiburan Rakyat (THR) Lokasari, sebuah kompleks perniagaan yang berlokasi di Mangga Besar, Jakarta Barat, merupakan salah satu tempat hiburan yang populer di masa lalu. Berangkat dari masa lalunya sebagai Prinsen Park, pusat seni sandiwara dan teater, kemudian Lokasari Square dengan ragam klub malam yang membuatnya aktif 24 jam, tempat ini menjadi terkenal akan hiburannya dan menuai citra buruk dari masyarakat. Seiring berjalannya waktu, THR Lokasari mengalami degradasi fungsi dan fisik. Ruang-ruang untuk menaungi kegiatan sosial masyarakat telah hilang, dan perlahan-lahan kompleks ini menjadi kian sepi dan ditinggalkan. Untuk itu, THR Lokasari akan menerima intervensi melalui pendekatan akupunktur urban untuk menjadi tempat sosial dan ekonomi yang aktif selama 24 jam sebagai upaya membarui kembali kawasan. Dengan tujuan untuk meminimalkan intervensi, struktur yang sudah ada tetap dipertahankan, namun dilakukan penambahan maupun perbaikan fungsi ruang. Penerapannya dilakukan dengan menambahkan taman hijau dan jalan kuliner khusus pejalan kaki sebagai ruang terbuka hijau dan sosial, yang juga akan turut memperbaiki Lokasari Square sebagai sebuah pusat perbelanjaan dan hiburan. Intervensi difokuskan pada area teraktif kompleks yang dibagi menjadi tiga zona, yaitu Prinsen “Park”, Old Lokasari, dan Neo Lokasari, masing-masing dengan pengalaman ruang yang berbeda untuk membentuk persepsi spasial pengunjung yang positif. Intervensi ini diharapkan dapat menjadikan THR Lokasari sebagai tempat yang mampu menyediakan kebutuhan masyarakat sekitar dan memiliki citra baru yang positif.