Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Islamic Education Values in Gayo Saman Dance Shaumiwaty Shaumiwaty; Dharmika Yoga
Jurnal Hikmatuna Vol 6 No 1 (2020): HIKMATUNA: Journal for Integrative Islamic Studies, June 2020
Publisher : Postgraduate Program, Universitas Islam Negeri (UIN) K. H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.61 KB) | DOI: 10.28918/hikmatuna.v6i1.2416

Abstract

Saman dance is a folk dance developed in the Gayo tribal community that inhabits several districts in Aceh Province. The origins of the dance are in harmony with the entry of Islam in Aceh and become a propaganda media in the spread of Islam. Then developed into an art that has a socio-cultural function and is the result of Islamic cultural acculturation. This study intends to examine the values of Islamic education contained in the symbols, the meaning of the movements and poetry of the Saman dance through ethnopedagogical analysis. The method used in this research is descriptive-qualitative method. The data source in this study consisted of primary data sources and secondary data sources, primary data sources were obtained from saman jalu dance video files and secondary data sources were obtained from interviews, books, video, and literatures. The results of the Saman dance research are known to be some of the values of Islamic education, namely, deliberation, courtesy to start guests, establish silaturrahmi, worship prayers, unity, obedience to leaders and scholars, love the motherland and habituation. This value is part of religious and moral education which has an important role in shaping the character of the Gayo tribe community.
Peran Didong Gayo dalam Menanamkan Nilai Agama dan Moral pada Anak Usia Dini Shaumiwaty Shaumiwaty
Inteligensia: Jurnal Studi Keislaman Vol. 6 No. 2 (2021): September 2021
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/itg.v9i2.72

Abstract

Didong merupakan seni tradisi pertunjukan yang berasal dari masyarakat Gayo, dimana didong menjadi sarana untuk menyampaikan suatu ekspresi masyarakat akan kehidupan keseharian, berisikan pesan kepada generasi muda yang akan datang. Kesenian ini banyak sekali mempengaruhi masyarakat Gayo dalam kesehariannya, seperti membawa semangat kedalam hidup masyarakatnya. Lirik lagu yang menarik dalam bentuk sejenis prosa, pantun yang mengelitik hati, tatkala sering menjadi bahan candaan dalam masyarakat Gayo. Didong biasanya di pertunjukan pada acara-acara resmi seperti setelah pesta pernikahan, peringatan hari besar daerah. Teks didong memuat tentang pesan dan nasehat yang dimuat dalam teks syair didong. Makna yang berisikan nasehat agama, moral, pendidikan dan nilai akan karakter akan menjadi fondasi yang kuat pada anak usia dini. Syair didong bertujuan untuk menanamkan nilai agama dan moral sehingga melalui didong diharapkan tercapai pembiasaan anak berperilaku baik, sopan dan santun supaya anak terbiasa dalam beribadah. Anak diharapkan mampu mengenal ketauhidan melaui syair-sayir didong yang diterapkan. Penanaman nilai agama dan moral pada anak usia dini sebagai salah satu hal terpenting dalam tumbuh kembang anak. Hal ini dilakukan bertujuan untuk meletakkan dasar-dasar keimanan dengan pola takwa kepada-Nya dan keindahan akhlak, cakap, percaya pada diri sendiri, serta memiliki kesiapan untuk hidup di tengah-tengah dan bersama-sama dengan masyarakat untuk menempuh kehidupan yang diridhai-Nya.