Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Optimalisasi Pengikatan Tanin Daun Nangka dengan Protein Bovine Serum Albumin (Optimalisation Binding of Jackfruit Leaves Tannin with Bovine Serum Albumin Protein) Wahidin Teguh Sasongko; Lies Mira Yusiati; Zaenal Bachruddin; Mugiono (Mugiono)
Buletin Peternakan Vol 34, No 3 (2010): Buletin Peternakan Vol. 34 (3) Oktober 2010
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v34i3.84

Abstract

Tannins are high molecular weight polyphenol compounds with ability to bind proteins. Based on the structure,albumin are simple globular molecule protein. Optimalisation binding of jackfruit leave tannins to bovine serum (BSA)albumin was done in two stages. The first stage was to determine levels of tannins and condensed tannins in jackfruit leaves grown in mediterranean soil types. Second research was optimalisation binding of jackfruit leaf tannins withbovine serum albumin. In the second stage there was the determination of protein-percipitable phenolics compound and protein content using Lowry method. The data showed total phenol content was 10.63%, total tannin was 7.08%, andcondensed tannins 5.57%. The optimum capacity phenolic compound to bind protein of bovine serum albumin was 5.71+0.18 mg BSA/100 mg dry matter of jackfruit leaf, while 1 g tannin could bind 23.149 g BSA or 1 g condensedtannin could bind 28.885 g BSA.(Key words: Tannin, Total phenol, Total tannin, Condensed tannin, Bovine serum albumin)
PENGARUH PENAMBAHAN TANIN DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus) TERHADAP NILAI BIOLOGIS DAUN KELOR (Moringa oleifera) DAN JERAMI KACANG HIJAU (Vigna radiata) SECARA IN VITRO Teguh Wahyono; Wahidin Teguh Sasongko; Maratus Sholihah; Megga Ratnasari Pikoli
Buletin Peternakan Vol 41, No 1 (2017): BULETIN PETERNAKAN VOL. 41 (1) FEBRUARI 2017
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v41i1.22450

Abstract

Nutrien daun kelor (Moringa oleifera) dan jerami kacang hijau (Vigna radiata) sebagai hijauan pakan ternak cukup berkualitas sehingga perlu diproteksi untuk meningkatkan efektivitas penggunaannya di dalam rumen. Daun nangka mengandung total tanin sebesar 7,08%, sehingga potensial digunakansebagai bahan untuk memproteksi bahan pakan sumber protein. Studi in vitro perlu dilakukan untuk mengevaluasi penggunaan tepung daun nangka untuk meningkatkan efektivitas penggunaan hijauan berupa daun kelor dan jerami kacang hijau. Tujuan dari studi yang dilakukan adalah untuk mengetahuipengaruh penambahan tepung daun nangka terhadap nilai biologis daun kelor dan jerami kacang hijau. Evaluasi produksi metana juga dilakukan untuk mengetahui efisiensi proses fermentasi. Perlakuan penelitian adalah: 1) jerami kacang hijau; 2) jerami kacang hijau + 0,7% daun nangka; 3) jerami kacanghijau + 1 ,4% daun nangka; 4) daun kelor; 5) daun kelor + 0,7% daun nangka; 6) daun kelor + 1 ,4% daun nangka. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan pengulangan sebanyak tiga kali. Pengamatan dilakukan terhadap produksi gas total (inkubasi ke-0, 2, 4, 6, 8, 10, 12, dan 24 jam),konsentrasi gas metana (%), karakteristik produksi gas dan karakteristik produk fermentasi rumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung daun nangka tidak berpengaruh terhadap produksi gas total, produksi gas maksimum dan laju degradasi kedua jenis hijauan pakan. Penambahan 0,7 dan1,4% tepung daun nangka dapat menurunkan konsentrasi gas metana daun kelor berturut-turut sebesar 4,93% dan 3,19%. Penambahan tepung daun nangka juga mampu meningkatkan rasio CO2:CH4 substrat jerami kacang hijau masing-masing sebesar 4,42 dan 6,49%. Tepung daun nangka juga tidakmemberikan efek negatif terhadap produk fermentasi rumen (pH, NH3, VFA total, dan degradasi bahan organik).
Pengaruh iradiasi Gamma terhadap kandungan nutrien, fenol dan aktivitas biologis tanin daun nangka (Artocarpus heterophyllus) Teguh Wahyono; Yunida Maharani; Dedi Ansori; Shintia Nugrahini Wahyu Hardani; Sandra Hermanto; Wahidin Teguh Sasongko; Faiz Nur Faiqoh
Livestock and Animal Research Vol 18, No 3 (2020): Livestock and Animal Research
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.426 KB) | DOI: 10.20961/lar.v18i3.41001

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh iradiasi gamma terhadap kandungan nutrien, fenol dan aktivitas biologis tanin daun nangka (Artocarpus heterophyllus). Aktivitas biologis yang dimaksud adalah kemampuan tanin dalam mengikat protein yang terkandung dalam substrat pakan.Metode: Perlakuan penelitian adalah: DN (daun nangka tanpa iradiasi gamma); DN 5 (daun nangka yang diiradiasi gamma pada dosis 5 kGy); DN 7,5 (daun nangka yang diiradiasi gamma pada dosis 7,5 kGy) dan DN 10 (daun nangka yang diiradiasi gamma pada dosis 10 kGy). Variabel yang diamati adalah profil nutrien, fraksi serat, anti nutrien dan aktivitas biologis tanin. Pada pengujian aktivitas biologis tanin, keempat perlakuan ditambahkan polietilen glikol (PEG) sebagai agen inaktivasi tanin. Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima ulangan digunakan dalam penelitian ini.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa iradiasi gamma tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap kandungan bahan organik (BO), protein kasar (PK), acid detergent fiber (ADF), total phenol dan total tanin pada daun nangka. Iradiasi gamma justru menurunkan aktivitas biologis tanin yang direpresentasikan oleh produksi gas kumulatif in vitro. Walaupun demikian, dosis iradiasi gamma 5; 7,5 dan 10 kGy mampu menurunkan kandungan lemak kasar (LK) daun nangka berturut-turut sebesar 57,82; 83,64 dan 97,09% dari kandungan awal.Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah Aktivitas biologis tanin pada daun nangka menurun setelah diiradiasi gamma pada dosis > 5 kGy. Dosis iradiasi gamma 7,5 kGy mampu meningkatkan produksi gas komulatif dan kecernaan bahan organik in vitro daun nangka.