Andika Sastra
STMIK AMIKOM Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Struktur Dan Pola Kepemilikan Ternak Di Pedesaan Indonesia sastra, andika
JAF: Journal of Agricultural and Farming Vol. 1 No. 2 (2023): JAF: Journal of Agricultural and Farming, September 2023
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jaf.v1i2.1040

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur dan pola kepemilikan ternak di wilayah pedesaan Indonesia dalam konteks sosial ekonomi masyarakat agraris. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa subsektor peternakan memiliki peran strategis dalam penyediaan pangan hewani, peningkatan pendapatan rumah tangga pedesaan, serta penguatan ketahanan pangan nasional. Namun demikian, distribusi kepemilikan ternak di tingkat rumah tangga masih menunjukkan ketimpangan yang cukup tinggi akibat perbedaan akses terhadap sumber daya produksi, modal, serta teknologi budidaya.Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dengan mengombinasikan analisis kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui survei terhadap 250 rumah tangga peternak di lima provinsi representatif (Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, dan Kalimantan Selatan), sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah dengan peternak dan penyuluh pertanian. Analisis data dilakukan menggunakan model Gini Coefficient untuk mengukur tingkat ketimpangan kepemilikan ternak, serta analisis tematik untuk memahami faktor sosial budaya yang memengaruhi pola kepemilikan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur kepemilikan ternak di pedesaan Indonesia didominasi oleh rumah tangga kecil dengan kepemilikan kurang dari lima ekor ternak. Tingkat ketimpangan kepemilikan ternak tercatat cukup tinggi dengan nilai Gini sebesar 0,47. Faktor yang paling berpengaruh terhadap variasi kepemilikan adalah akses modal, luas lahan, dan partisipasi dalam kelompok tani. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kelembagaan ekonomi petani-peternak dan akses pembiayaan mikro untuk mendorong pemerataan aset produktif di pedesaan.
Model Pemberdayaan Petani Untuk Meningkatkan Kemandirian Pangan Desa sastra, andika
JAF: Journal of Agricultural and Farming Vol. 2 No. 2 (2024): JAF: Journal of Agricultural and Farming, September 2024
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jaf.v2i2.1057

Abstract

Kemandirian pangan desa merupakan salah satu indikator penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Namun, masih banyak desa yang menghadapi keterbatasan dalam pengelolaan sumber daya pertanian, akses teknologi, serta kemampuan manajerial petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pemberdayaan petani yang dapat meningkatkan kemandirian pangan di tingkat desa melalui pendekatan partisipatif dan berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods, dengan kombinasi pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, serta penyebaran kuesioner kepada 120 petani di tiga desa percontohan. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif-kualitatif untuk menggali proses pemberdayaan dan analisis statistik inferensial untuk mengukur dampak model terhadap tingkat kemandirian pangan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pemberdayaan petani yang berbasis pada peningkatan kapasitas, penguatan kelembagaan kelompok tani, serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya lokal mampu meningkatkan kemandirian pangan desa secara signifikan. Terdapat peningkatan 32% dalam produksi pangan lokal, 28% peningkatan pendapatan petani, serta penguatan jejaring sosial dan ekonomi antarpetani. Selain itu, penerapan teknologi tepat guna dan pendampingan berkelanjutan terbukti memperkuat kemampuan petani dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan usaha tani. Model ini dapat dijadikan acuan bagi pemerintah daerah dan lembaga pendamping dalam merancang program pembangunan pertanian yang berorientasi pada kemandirian dan keberlanjutan pangan desa.