Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Utilization of Solar Street Lights as Lighting Facilities in Tourist Places: Pemanfaatan Lampu Penerangan Jalan Umum Bertenaga Surya Sebagai Sarana Penerangan di Tempat Wisata Ari Fadli; Daru Tri Nugroho; Arief Wisnu Wardhana; Gito Sugiyanto; Hari Prasetijo; Widhiatmoko Herry Purnomo
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1267.35 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang801

Abstract

Hutan Pinus Limpakuwuswhich is located on the southern slope of Mount Slamet is located at an altitude of about 750 meters above sea level (MDPL). The Limpakuwus Pine Forest has limited access to electricity from the PLN network, so there are still many locations at night or cloudy skies, so these locations have limited access, this causes the manager to use generators to turn on the lights in order to provide the electricity needed for electricity. provide information on the location in the Limakuwus Pine Forest tourist spot. The interview and survey method started this service activity, the interview aimed to determine the need for the number of spots (spots), to get lighting and a survey to determine the location of the lamp installation. equipment, and manufacture of solar powered PJU light poles and their installation. The results of these activities include increasing knowledge, skills of residents in the field of fabrication and installation of solar-powered PJU lamps with the installation of 2100Lm 20 Watt LED lights, 5V/40Watt Solar Panels and 3.2V/32 Ah batteries at predetermined locations, as well as increased ease of use. running activities at night at that location. Abstrak Hutan Pinus Limpakuwus yang berada di lereng selatan Gunung Slamet itu berada pada ketinggian sekitar 750 meter di atas permukaan laut (MDPL). Hutan Pinus Limpakuwus memiliki akses listrik terbatas dari jaringan PLN, sehingga masih banyaknya lokasi yang malam hari atau kondisi langit mendung, maka lokasi tersebut memiliki akses yang terbatas hal ini menyebabkan pihak pengelola menggunakan genset guna menghidupkan lampu dalam rangka menyediakan sarana kebutuhan listrik yang digunakan untuk memberikan penerangan pada lokasi di tempat wisata Hutan Pinus Limakuwus tersebut. Metode wawancara dan survey mengawali kegiatan pengabdian ini, wawancara bertujuan untuk menentukan kebutuhan jumlah titik (spot), untuk mendapat penerangan dan survey guna menentukan lokasi pemasangan lampu Metode pelaksanaan kegiatan meliputi: survey lokasi, identifikasi dan solusi masalah, perencanaan kegiatan, perhitungan kebutuhan bahan dan peralatan, dan pembuatan tiang lampu PJU bertenaga surya dan pemasangannya. Hasil kegiatan antara lain peningkatan pengetahuan, ketrampilan warga di bidang fabrikasi dan instalasi lampu PJU bertenaga surya dengan terpasangnya lampu LED 2100Lm 20 Watt, Solar Panel 5V/40Watt dan battery 3.2V/32 Ah pada lokasi yang telah di tentukan sebelumnya, serta peningkatan kemudahan dalam menjalankan aktivitas dimalam hari pada lokasi tersebut.
Kendali Kecepatan Putar Brushless DC Motor (BLDC) Hall Sensor Berbasis Mikrokontroler Hari Prasetijo; Vita Anjarwati; Priswanto Priswanto; Daru Tri Nugroho
Dinamika Rekayasa Vol 18, No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa - Agustus 2022
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.dr.2022.18.2.497

Abstract

Brushless DC Motor (BLDC Motor) merupakan motor AC sinkron 3 fase menggunakan rotor magnet permanen dengan komutasi elektris bukan mekanis maka BLDC motor memiliki efisiensi, kecepatan, dan torsi yang lebih baik dibanding motor DC. Medan putar stator BLDC motor 3 fase dapat terjadi jika suplai tegangan yang tepat pada masing-masing belitan fasa. Suplai tegangan dapat diperoleh dari output inverter sehingga perlu kendali tegangan untuk memicu kerja gate pada inverter agar terjadi komutasi elektris yang tepat. Studi ini melakukan rancang bangun kendali putaran BLDC motor sensor hall. Sensor hall digunakan untuk mendeteksi posisi kutub magnet rotor untuk input pengatur tegangan pemicu gate inverter sehingga terjadi komutasi yang tepat.  Pengaturan kecepatan dilakukan dengan metode fuzzy.  Perbandingan perfoma pengaturan tegangan dengan dan tanpa FLC (Fuzzy Logic Control) berbasis Arduino dilakukan secara software dan hardware.  Pada pengujian simulasi menggunakan software, pada set point 1200 rpm output kecepatan tanpa FLC berada di kisaran 1400 rpm, sedangkan ketika menggunakan FLC berada di kisaran 1200 rpm. Rise time yang dihasilkan tanpa FLC yaitu 28,955 ms dan overshoot yang dihasilkan 1,531%, sedangkan ketika menggunakan FLC menghasilkan rise time 15,385 ms dan overshoot yang dihasilkan 0,471%. Pada pengujian hardware tanpa menggunakan FLC pada set point 1200 rpm output kecepatan yang dihasilkan yaitu berada dikisaran 1341 rpm, sedangkan menggunakan FLC menghasilkan output kecepatan berada di 1212 rpm. Rise time yang dihasilkan ketika tanpa menggunakan FLC adalah 100 ms dan ketika menggunakan FLC adalah 25 ms. Jadi, dapat disimpulkan sistem kendali kecepatan motor saat menggunakan FLC  menghasilkan output kecepatan dan respon sistem yang lebih baik dibandingkan dengan yang tidak menggunakan FLC
Pemanfaatan Potensi Daya Listrik Dan Instalasi Turbin-Generator Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro Hari Prasetijo; Widhiatmoko Herry Purnomo; Suroso Suroso; Winasis Winasis; Mulki Indana Zulfa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 3 No 4 (2023): JPMI - Agustus 2023
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.1418

Abstract

Kebijakan Energi Nasional 2014 dan Rencana Umum Energi Nasional 2017 merupakan komitmen pemerintah dalam pengembangan potensi energi baru dan terbarukan di Indonesia.  Kebijakan tersebut berupaya memaksimalkan penggunaan energi bersih/terbarukan diantaranya energi air. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bagian upaya pemanfaatan energi air dengan tujuan menghitung potensi daya listrik dan membuat komponen mekanikal elektrikal untuk memanfaatkan potensi daya potensial air menjadi daya listrik. Lokasi kegiatan adalah di Plawetan RT 07 RW 03 Desa Watuagung Kecamatan Tambak Kabupaten Banyumas dengan memanfaatkan salah satu beda elevasi aliran sungai curug. Pengukuran yang dilakukan mendapatkan elevasi 1 meter dan debit 0,1 m3/s dengan potensi daya listrik sekitar 600 watt. Identifikasi potensi daya tersebut digunakan sebagai dasar pemilihan generator dan pembuatan turbin untuk dipasang pada rumah pembangkit. Metode yang digunakan adalah : (1) pengukuran debit aliran sungai (2) pengukuran tinggi jatuh (head) pada lokasi rumah pembangkit (3) perhitungan potensi daya listrik, (4) pembuatan turbin (5) pemasangan turbin-generator di rumah pembangkit.  Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah : pembuatan rumah pembangkit, turbin dan pemasangan turbin-generator berdasar potensi energi air. Hasil pemasangan turbin generator pada rumah pembangkit ini, merupakan tahap pertama yang akan dilanjutkan dengan tahap kedua berupa pembangunan bendung saluran air, penstock dan distribusi listrik sebagai penerangan jalan.
Optimasi Lebar Celah Udara Generator Axial Magnet Permanen Putaran Rendah 1 Fase Hari Prasetijo; Sugeng Waluyo
Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Vol 4 No 4: November 2015
Publisher : Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.985 KB)

Abstract

This study designs a 1-phase permanent magnet generator with double-sided axial coreless 10 stator poles to get optimum output voltage and power. Permanent magnet generator is chosen because it does not require a DC excitation current and the maintenance is relatively easy, so it has potential to be applied on a low head pico hydro power plant. The design uses NdFeb (Neodymium-Iron-Boron) type permanent magnet. The study was conducted by simulation to get the flux density in the stator coil using FEMM 4.2 applications. Simulation is done with the air gap width varies from 2 mm, 3 mm, 4 mm, and 5 mm. The depth of the magnet in the yoke varies from 0%, 5%, 10%, and 50% of the magnet thickness. Then, the flux density is used to estimate the output voltage and power of the generator. The results show that minimum output of 52.85 V and 195,56 VA is obtained at air gap distance of 5 mm and the depth of the magnet in yoke is 50%. Maximum output of 87,25 V and 322.84 VA is obtained at air gap distance of 2 mm and the depth of the magnet in yoke is 0% of the magnet thickness.