Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Inovasi Keripik Berbahan Baku Kelapa Sebagai Peluang Usaha di Desa Tebing Gerinting Indralaya Muharni Muharni; Elfita Elfita; Heni Yohandini; Fitrya Fitrya; Maryadi Maryadi
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 4 NOMOR 2 SEPTEMBER 2020 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.455 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v4i2.6011

Abstract

Desa Tebing Gerinting merupakan salah satu desa di Indralaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.  Sumber mata pencaharian penduduk sangat beragam mulai dari petani, peternak, berkebun, pedagang dan usaha rumah tangga membuat kemplang, dengan rata-rata tingkat perekonomian yang masih rendah. Usaha pembuatan kemplang juga mempunyai kendala dalam pemasarannya dengan banyaknya masyarakat yang membuka usaha tersebut. Untuk itu perlu diperkenalkan  alternatif lain sebagai peluang usaha pada masyarakat  Desa Tebing Gerinting. Pada kegiatan ini telah  diperkenalkan kepada masyarakat inovasi keripik berbahan baku kelapa aneka rasa yang renyah dan berkualitas  dengan nilai jual tinggi sebagai suatu peluang usaha.  Dari kegiatan yang dilakukan terlihat bahwa pengolahan kelapa menjadi keripik merupakan suatu pengetahuan baru bagi masyarakat Tebing Gerinting, sehingga terlihat rasa ingin tahu dan antusias peserta dalam kegiatan ini.  Masyarakat mengetahui bahwa pengolahan kelapa menjadi keripik juga sangat sederhana  dan bahkan memiliki nilai jual yang tinggi. Survei yang dilakukan menunjukkan masyarakat suka akan produk yang dibuat dengan persentase penilaian rasa biasa (15%), suka (65%), dan sangat suka (20%).  Kegiatan ini mendapatkan respon yang baik dan telah menambah pengetahuan masyarakat untuk mencoba alternatif lain peluang usaha untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.
EDUKASI PEMBUATAN KOSMETIKA DARI BAHAN HERBAL SEBAGAI SOLUSI MENGHINDARI BAHAN KIMIA BERBAHAYA DALAM KOSMETIKA SINTETIS Fitrya Fitrya; Muharni Maryadi; Mokhamad Yusup Nur Khakim; Akhmad Aminudin Bama; Erni Erni; Muharni Muharni
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i3.857-863

Abstract

Kebutuhan terhadap kecantikan berkembang menjadi prioritas utama masyarakat khususnya perempuan. Keinginan untuk mempercantik diri mendorong mereka untuk menggunakan berbagai jenis produk kosmetik tanpa memahami bahaya yang mengancamnya. Banyak produk kosmetika tersebut mengandung mercury, hidrokuinon dan bahan pewarna merah. Oleh karena itu keamanan kosmetika dari bahan-bahan berbahaya perlu diperhatikan. Disisi lain keanekaragaman hayati yang besar di Indonesia merupakan salah satu faktor pendukung pengembangan produk perawatan kulit dari bahan alam. Mengingat rendahnya pengetahuan masyarakat dan besarnya resiko bahan kimia berbahaya dalam kosmetika, perlu disosialisasikan cara mengolah berbagai jenis herbal sebagai bahan kosmetika alami yang aman serta cara membuatnya. Kegiatan telah dilaksanakan pada tanggal 6 September 2022 dan diikuti oleh 30 orang ibu-ibu. Kegiatan dilakukan dengan metode edukasi tentang bahaya bahan kimia pada kosmetika modern, cara mendeteksi dan menghindari kosmetika yang mengandung bahan kimia berbahaya. Selain itu juga dilakukan penyuluhan dan demonstrasi cara memanfaatkan herbal disekitar sebagai bahan kosmetika alami. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan metode tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang bahaya bahan kimia sintetik dalam kosmetik semakin meningkat.
EDUKASI PEMBUATAN KOSMETIKA DARI BAHAN HERBAL SEBAGAI SOLUSI MENGHINDARI BAHAN KIMIA BERBAHAYA DALAM KOSMETIKA SINTETIS Fitrya Fitrya; Muharni Maryadi; Mokhamad Yusup Nur Khakim; Akhmad Aminudin Bama; Erni Erni; Muharni Muharni
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i3.857-863

Abstract

Kebutuhan terhadap kecantikan berkembang menjadi prioritas utama masyarakat khususnya perempuan. Keinginan untuk mempercantik diri mendorong mereka untuk menggunakan berbagai jenis produk kosmetik tanpa memahami bahaya yang mengancamnya. Banyak produk kosmetika tersebut mengandung mercury, hidrokuinon dan bahan pewarna merah. Oleh karena itu keamanan kosmetika dari bahan-bahan berbahaya perlu diperhatikan. Disisi lain keanekaragaman hayati yang besar di Indonesia merupakan salah satu faktor pendukung pengembangan produk perawatan kulit dari bahan alam. Mengingat rendahnya pengetahuan masyarakat dan besarnya resiko bahan kimia berbahaya dalam kosmetika, perlu disosialisasikan cara mengolah berbagai jenis herbal sebagai bahan kosmetika alami yang aman serta cara membuatnya. Kegiatan telah dilaksanakan pada tanggal 6 September 2022 dan diikuti oleh 30 orang ibu-ibu. Kegiatan dilakukan dengan metode edukasi tentang bahaya bahan kimia pada kosmetika modern, cara mendeteksi dan menghindari kosmetika yang mengandung bahan kimia berbahaya. Selain itu juga dilakukan penyuluhan dan demonstrasi cara memanfaatkan herbal disekitar sebagai bahan kosmetika alami. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan metode tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang bahaya bahan kimia sintetik dalam kosmetik semakin meningkat.
Effect of Pt-Ni/C Catalyst Composition Prepared via Impregnation-Ball Milling on Electrochemical Performance and Hydrogen Production in PEMWE Novia Widia Ningsih; Dedi Rohendi; Addy Rachmat; Ady Mara; Muharni Muharni; Nyimas Febrika Sya'baniah; Dwi Hawa Yulianti; Diana Oktarina; Salsabilla Nabigha; Yollanda Nurcholifah
IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry) Vol 11, No 2 (2026): June 2026
Publisher : IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24845/ijfac.v11.i2.117

Abstract

This study investigates the effect of Pt–Ni/C catalyst composition prepared via impregnation and ball milling on electrochemical performance and hydrogen production in Proton Exchange Membrane Water Electrolysis (PEMWE). Five Pt:Ni ratios (1:0, 3:1, 1:1, 1:3, and 0:1) were evaluated using Linear Sweep Voltammetry (LSV), Cyclic Voltammetry (CV), Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS), and hydrogen production tests at 0.5–2.5 A. The Pt-rich catalyst (1:0) exhibited the highest intrinsic activity, with the largest charge (16.03 × 10^-3 C) and electrochemically active surface area (4.90 m2/g), while the 3:1 composition showed the lowest charge transfer resistance. The 1:1 composition achieved the best hydrogen production performance at 2.9 mL/s under 1.5 A, with stable behavior across varying current conditions, indicating a synergistic Pt–Ni interaction that enhances catalytic efficiency. These findings establish a direct correlation between electrochemical characteristics and hydrogen production performance, demonstrating that optimal catalyst performance is governed by a balance between intrinsic activity, charge transfer properties, and active site availability. The Pt–Ni/C (1:1) catalyst represents a promising strategy for designing cost-effective electrocatalysts for PEMWE applications.Keywords: Pt–Ni/C; impregnation; ball milling; PEMWE; hydrogen evolution reaction
Development of the Fruit Peels of Rambutan (Nephelium lappaceum L.) into Herbal Tea Julinar Julinar; Dea Ananda; Huzaifah Huzaifah; Eva Musifa; Muharni Muharni
IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry) Vol 11, No 1 (2026): February 2026
Publisher : IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24845/ijfac.v11.i1.18

Abstract

Rambutan (Nephelium lappaceum) peel contains various bioactive compounds, including phenolics, flavonoids, and ellagic acid, which function as antioxidants. Antioxidants are compounds needed to inhibit radical reactions and oxidation processes that trigger various diseases. This study aims to determine the potential of rambutan peel to become a herbal tea. The study began with the determination of total phenolic and flavonoid levels in aqueous extracts of rambutan peel, followed by antioxidant activity assessment using the DPPH and FRAP methods. As a comparison, tea from tea leaves (Camellia sinensis) and herbal teas from kelor (Moringa oleifera) leaves and senduduk (Melastoma malabathricum L) leaves were used. The results showed that the aqueous extract of rambutan peel had a total phenolic content of 344.07 mg GAE/g and a flavonoid content of 7.96 mg QE/g, higher than those of tea leaves, kelor leaves, and senduduk leaves. Antioxidant activity test using the DPPH method showed that rambutan peel aqueous extract is an active antioxidant with an IC₅₀ of 0.797 µg/mL, with antioxidant activity 5.45 times stronger than tea leaves, 10.33 times stronger than moringa leaves, and 4.32 times stronger than senduduk leaves. Antioxidant test using the FRAP method also showed that the antioxidant capacity of rambutan peel water extract is 29.66 mgTE/g, higher than those of tea leaves, kelor leaves, and senduduk leaves, with values of 19.84 mgTE/g, 6.12 mgTE/g, and 14.52 mgTE/g, respectively. These data indicate that rambutan peel has strong antioxidant activity and has the potential to be developed as a herbal tea.Keywords: Nephelium lappaceum peel, antioxidants, herbal tea, DPPH, FRAP