Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

DAMPAK FLUKTUASI HARGA KARET TERHADAP PENDAPATAN DAN TINGKAT KESEJAHTERAAN PETANI KARET DI DESA PANCA TUNGGAL KECAMATAN SUNGAI LILIN KABUPATEN MUSI BANYUASIN Ajeng Rahmatika Putri; Maryadi Maryadi; Agustina Bidarti
Jurnal Dinamika Sosial Ekonomi Vol 22, No 2 (2021): Jurnal Dinamika Sosial Ekonomi
Publisher : Agribusiness Department, Faculty of Agriculture, UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jdse.v22i2.6386

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah (1) Untuk mengetahui trend fluktuasi harga karet pada tahun 2019 hingga tahun 2020 di Desa Panca Tunggal Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin, (2) Untuk menganalisis pengaruh fluktasi harga karet dan jumlah produksi karet terhadap pendapatan petani karet di Desa Panca Tunggal Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive).Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian survei. Metode penarikan contoh yang akan digunakan adalah metode acak sederhana (simple random sampling). Jumlah sampel yang diambil adalah sebanyak 30 dari 195 petani karet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis trend harga karet pada tahun 2019 hingga tahun 2020 dengan menggunakan model polinomial order ke-6 dengan rata-rata nilai R-Square 78,5% dan mengalami trend harga yang berfluktuasi yang cenderung meningkat. Fluktuasi harga karet dan jumlah produksi karet memiliki pengaruh positif terhadap pendapatan petani karet. Apabila harga karet mengalami kenaikan Rp1, maka pendapatan petani karet juga akan mengalami kenaikan sebesar Rp 2.204 dengan asumsi variabel bebas lainnya bernilai tetap dan apabila jumlah produksi karet mengalami kenaikan 1Kg, maka pendapatan petani karet juga akan mengalami kenaikan sebesar Rp8.970 dengan asumsi variabel bebas lainnya bernilai tetap.  Kata kunci: fluktuasi harga, karet, pendapatan, pengaruh.
ANALISIS KEPUTUSAN PETANI DALAM USAHATANI PADI ORGANIK DAN PADI ANORGANIK DI LAHAN IRIGASI KECAMATAN BELITANG III KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR Trinawati Trinawati; Maryadi Maryadi; Dessy Adriani
Agripita: Jurnal Agribisnis dan Pembangunan Pertanian Vol 2 No 1 (2018): JURNAL AGRIPITA
Publisher : Agribusiness Study Program Universitas Sriwijaya in Collaboration with Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was: 1) to describe the differences in cultivation techniques of organic andanorganic rice farming in Irrigated land, Belitang III District, Ogan Komering Ulu Timur, 2) to analyze theproductivity and farm revenue of organic and anorganic rice farming in Irrigated land, Belitang III District, OganKomering Ulu Timur, 3) to analyze factors that influence farmers decision in organic and anorganic rice farming in irrigated land, Belitang III District, Ogan Komering Ulu Timur. The data collection was conducted during December 2016. The research method was a survey, which the rice farmers of organic and anorganic as the study sample. Samples of farmers were 30 farmers of organic rice and 30 of anorganic rice farmers where they are members of a farmers' group called "Gapoktan Maju Bersama". The data used are primary and secondary data. The results of the research showed that the organic rice cultivation techniques for maintence activities used plants that exist around the fields to be used as fertilizer and pesticides were processed using organic additivies. Pest and disease control was done manually by pulling with hand or tools such as sickles, hoes and machetes. While the technique of anorganic cultivation used chemicals in maintenance, fertilizing and pest and disease control. On production there is a real difference between organic and anorganic rice farming. Productivity per year, organic rice farming is higher thananorganic rice farming. Then, revenue in organic rice farming also higher than rice farming anorganic. Factors that is fluence of farmers decisions in organic and anorganic rice farming is a fixed cost, variable cost, land area, numberof dependents, level of education and age levels, while the negative effect is the amount of production.
GAMBARAN WANITA USIA SUBUR (WUS) PENGGUNA IUD DAN IMPLANT DI PROVINSI SUMATERA SELATAN TAHUN 2016 Dewi Harmarisa; Nurlina Tarmizi; Maryadi Maryadi
Jurnal Kependudukan Sriwijaya Vol 2 No 1 (2014): Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Kependudukan, Pascasarjana Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan kontrasepsi merupakan salah satu upaya dalam Program Keluarga Berencana untuk pengendalian fertilitas atau menekan pertumbuhan penduduk yang paling efektif. Dalam pelaksanannya diupayakan agar semua metode atau alat kontrasepsi yang disediakan atau ditawarkan kepada masyarakat memberikan manfaat yang optimal. Dalam memilih suatu metode, wanita harus menimbang berbagai faktor, termasuk faktor kesehatan, efek samping potensial suatu metode, konsekuensi terhadap kehamilan yang tidak diinginkan. Namun pada pemakaian kontrasepsi wanita yang berumur lebih muda dan berumur lanjut (usia beresiko) penggunaannya jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan wanita yang berumur 20-39 tahun (usia tidak beresiko). Peserta Keluarga Berencana (KB) yaitu pasangan usia subur (PUS) dimana salah seorang menggunakan salah satu cara/alat kontrasepsi untuk tujuan pencegahan kehamilan atau lebih dikenal dengan sebutan akseptor.Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif analitik dengan metode penelitian survei dimana penelitian survei ini bersifat deskriptif (menggambarkan). Desain penelitian dengan menggunakan data sekunder SDKI 2012 dengan sampel sebesar 71 responden terdiri dari 16 responden pengguna IUD dan 55 responden pengguna Implant dari wanita pasangan usia subur. Penelitian menggunakan analisis univariat dengan frekuensi. Hasil: Hasil penelitian menyatakan bahwa akseptor pengguna IUD pada variabel pendidikan menengah merupakan variabel yang paling dominan yang mempunyai hubungan pada Wanita Usia Subur (WUS) tertinggi sebesar 6 responden atau 37,5 persen. Sedangkan akseptor pengguna Implant pada umur kawin pertama beresiko sebesar 36 responden atau 64,4 persen, pendidikan dasar sebesar 28 responden atau 50,0 persen di Provinsi Sumatera Selatan. Kesimpulan: Rendahnya minat penggunaan alat kontrasepsi terutama pada pengguna IUD dan Implant di Indonesia pada umumnya dan di Provinsi Sumatera Selatan pada khususnya, mengakibatkan menurunnya wanita Pasangan Usia Subur (PUS) yang menggunakan alat kontrasepsi IUD dan Implant sehingga berdampak pada bertambahnya jumlah penduduk. Pada penelitian ini menyarankan kepada para pengelola program untuk lebih menggalakkan lagi program Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) serta pelayanan KB gratis untuk masyarakat miskin dan kurang mampu.
Inovasi Keripik Berbahan Baku Kelapa Sebagai Peluang Usaha di Desa Tebing Gerinting Indralaya Muharni Muharni; Elfita Elfita; Heni Yohandini; Fitrya Fitrya; Maryadi Maryadi
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 4 NOMOR 2 SEPTEMBER 2020 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.455 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v4i2.6011

Abstract

Desa Tebing Gerinting merupakan salah satu desa di Indralaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.  Sumber mata pencaharian penduduk sangat beragam mulai dari petani, peternak, berkebun, pedagang dan usaha rumah tangga membuat kemplang, dengan rata-rata tingkat perekonomian yang masih rendah. Usaha pembuatan kemplang juga mempunyai kendala dalam pemasarannya dengan banyaknya masyarakat yang membuka usaha tersebut. Untuk itu perlu diperkenalkan  alternatif lain sebagai peluang usaha pada masyarakat  Desa Tebing Gerinting. Pada kegiatan ini telah  diperkenalkan kepada masyarakat inovasi keripik berbahan baku kelapa aneka rasa yang renyah dan berkualitas  dengan nilai jual tinggi sebagai suatu peluang usaha.  Dari kegiatan yang dilakukan terlihat bahwa pengolahan kelapa menjadi keripik merupakan suatu pengetahuan baru bagi masyarakat Tebing Gerinting, sehingga terlihat rasa ingin tahu dan antusias peserta dalam kegiatan ini.  Masyarakat mengetahui bahwa pengolahan kelapa menjadi keripik juga sangat sederhana  dan bahkan memiliki nilai jual yang tinggi. Survei yang dilakukan menunjukkan masyarakat suka akan produk yang dibuat dengan persentase penilaian rasa biasa (15%), suka (65%), dan sangat suka (20%).  Kegiatan ini mendapatkan respon yang baik dan telah menambah pengetahuan masyarakat untuk mencoba alternatif lain peluang usaha untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.
PEMBUATAN SEDIAAN SALEP EKSTRAK ETANOL DAUN SEMPRAWANG (Dilenia Ochreata) UNTUK PENGOBATAN KUDIS Jurnal Pepadu; Heni Yohandini; Elfita Elfita; Fitrya Fitrya; Maryadi Maryadi; Muharni Muharni; Eliza Eliza
Jurnal Pepadu Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Pepadu
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v4i1.2234

Abstract

Kudis merupakan penyakit kulit yang mudah menular yang disebabkan oleh pola hidup yang kurang bersih. Tumbuhan semprawang (Dilenia ochreata) merupakan salah satu tumbuhan obat tradisional untuk penoobatan kudis. Kegiatan ini bertujuan mengedukasi masyarakat tentang penyakit kudis, potensi tumbuhan D. ochreata untuk obat kudis dan keterampilan pembuatan sedian dalam bentuk salep. Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi, tentang penyakit kudis, faktor penyebabnya serta memperkenalkan tumbuhan obat tradisional yang berkhasiat sebagai obat kudis. Masyarakat juga diberi keterampilan membuat sediaan dalam bentuk salep. Khalayak sasaran kegiatan pengabdian ini adalah masyarakat desa Tanjung Pering Indralaya Utara Ogan Ilir. Pada akhir kegiatan dilakukan pengisian kuisioner untuk melihat keberhasilan kegaitan. Hasil kegiatan menunjukkan masyarakat kurang paham tentang penyakit kudis dan faktor penyebabnya. Masyarakat juga tidak paham beda kudis dengan penyakit lainnya. Setelah kegiatan ini masyarakat mendapatkan pengetahuan dan wawasan baru tentang penyakit kudis dan menyadari akan pentingnya pola hidup bersih. Berkaitan dengan produk hasil kuisioner menunjukkan 80% responden menyatakan produk yang dibasilkan baik dan 85% menyatakan sediaan juga praktis untuk dibuat. Kegiatan ini telah membuka wawasan dan menambah pengetahuan masyarakat dan hasil kuisioner diperoleh 100% responden menginginkan kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin. Masyarakat merasa kegiatan ini sangat bermanfaat.
PEMBUATAN SEDIAAN KRIM EKSTRAK ETANOL D AUN KETEPENG CINA (Cassia Alata) UNTUK PENGOBATAN PENYAKIT KULIT Jurnal Pepadu; Maryadi Maryadi; Heni Yohandini; Suheryanto Suheryanto; Muharni Muharni; Heni Yohandini
Jurnal Pepadu Vol 3 No 1 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v3i1.2293

Abstract

Daun ketepeng cina (Cassia alata) adalah salah satu tumbuhan obat tradisional untuk pengobatan penyakit kulit (panu, kadas, kurap). Hal ini juga telah ditunjang dengan informasi ilmiah yang memadai. Penggunaan daun ketepeng cina (C alata) secara tradisional dengan cara menggosokkan langsung pada bagian kulit yang diobati, namun hal ini tidak efektif karena daun yang bersifat kasar dan sedikit mengandung air sehingga sulit keluar senyawa bioaktifnya. Untuk itu perlu diperkenalkan kepada masyarakat khususnya masyarakat desa Tanjung Pering Indralaya Utara tentang pembuatan krim obat kulit dari daun ketepeng cina. Kegiatan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan masyarakat tentang pembuatan sediaan obat kulit. Kegiatan Pengabdian ini dilakukan dengan memberikan informasi ilmiah khasiat daun C. alata dan edukasi pembuatan sediaan daun ketepeng cina dalam bentuk sediaan krim. Hasil kegiatan ini menunjukkan masyarakat secara umum telah mengenal daun ketepeng cina untuk obat kulit. Kegiatan ini telah menambah wawasan dan pengetahuan masyarakat dalam hal bentuk sediaan daun ketepeng cina untuk obat kulit, dan dapat membuatnya sendiri. Masyarakat menyadari pentingnya hidup sehat dan bersih serta pembuatan sediaan ini sangat mudah untuk dilakukan di skala rumah tangga. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat terutama dalam mengatasi masalah kesehatannya yang berkaitan dengan penyakit kulit.
Analisis Potensi Kesiapan Petani Padi Sawah untuk Bisa Menerima Rencana Program Pengembangan Usaha Sutera Kerakyatan di Kawasan Irigasi Teknis Kecamatan Belitang Iman sulaiman; Maryadi; Mirza Antoni
Jurnal Bakti Agribisnis Vol. 3 No. 01 (2017): Jurnal Bakti Agribisnis
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Belitang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.287 KB) | DOI: 10.53488/jba.v3i01.19

Abstract

The purposes of this research were to : (1) Measure the potential yard, free time, farmer’s income and potential of readiness farmers in establishing PUSK programme at the area technical irrigation channels, (2) Analyze opportunity of farmer’s decision to be clasified in accordance with social economic potenttially in PUSK programme. The research was conducted in Belitang Sub District OKU Timur Regency. This research was done on April until August 2015 by survey and disproporsionated stratified random sampling method, and also took 63 samples. The research found that farmers have a yard > 200 m2 were 93,65% and the free time of work were 169.045 HOK/year. While, the average farmer’s income were Rp.19.378.276./ha/year. The farmers might be potential and comitmen in PUSK proggram were 74,60%. There were correlation of the readness farmers with perseption farmers as supporting PUSK proggram α = 5 %, so PUSK proggram PUSK can to buid.
Faktor Determinan dan Motivasi Peserta KB Melalui Program KB Keliling untuk Memilih Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Ovi Hendrika; Maryadi Maryadi; Bambang Suprihatin
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.6 KB) | DOI: 10.31539/jks.v6i1.4420

Abstract

This study aims to determine what factors influence the selection of MKJP (Long Term Contraception Method) through the mobile family planning program in Prabumulih City. This research method is a quantitative analysis using secondary data from the 2021 Family Data Collection (PK21). The results showed that the Nagelkerke R Square value was 0.117 and Cox & Snell R Square 0.010, indicating that the independent variable's ability to explain the dependent variable is 0.010 or 1 percent. Ninety-one percent of other factors outside the model define the dependent variable. In conclusion, the element that has a significant influence on the selection of long-term contraceptive methods is the factor of access to family planning services. Keywords: Determinant Factors, Mobile Family Planning, Motivation