Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

GAMBARAN STATUS GIZI BALITA DI RT 03 / RW 09 KELURAHAN BAROMBONG KECAMATAN TAMALATE KOTA MAKASSAR Yourisna Pasambo
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 13, No 1 (2018): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.162 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v13i1.66

Abstract

Status gizi yang baik sangat diperlukan oleh manusia dalam semua rentang usia khusunya balita. Telah diketahui bahwa tumbuh kembang balita bergantung dari status gizi yang dimiliki oleh balita itu sendiri. Jumlah balita di RT 03 / RW 09 Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate Kota Makassar terus meningkat dari tahun ke tahun. Seiring dengan meningkatnya jumlah balita, orang tua juga harus dapat menjamin peningkatan status gizi balita tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui status gizi balita yang ada di RT 03 / RW 09 Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate Kota Makassar.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode pendekatan cross sectional. Variable yang diteliti adalah status gizi balita dengan mengukur tinggi badan (TB) dan berat badan (BB) balita. Alat bantu untuk mengambil data adalah meteran dan timbangan. Populasi penelitian adalah balita usia 1-5 tahun di RT 03 / RW 09 Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate Kota Makassar yaitu berjumlah 22 balita. Pemilihan sampel menggunakan total sampling, sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 22 balita. Status gizi balita dinilai dengan menggunakan indeks BB/TB, dimana Status Gizi Baik jika indeks BB/TB > 90%, Status Gizi Kurang jika indeks BB/TB 81% - 90%, dan Status Gizi Buruk jika indeks BB/TB < 80 %.Hasil penelitian menunjukkan bahwa balita yang memiliki status gizi baik sebanyak 10 orang (45,5%), yang memiliki status gizi kurang sebanyak 11 orang (50,0%), sementara balita dengan status gizi buruk sebanyak 1 orang (4,5%). Hasil   ini menunjukkan bahwa balita dengan status gizi kurang lebih banyak daripada balita dengan status gizi baik. Salah satu hal yang menjadi penyebabnya adalah kurangnya intake nutrisi yang seimbang pada balita tersebut. Kondisi ini dapat didukung dengan kurangnya pengetahuan ibu tentang gizi seimbang.Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar balita yang ada di RT 03 / RW 09 Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate Kota Makassar memiliki status gizi kurang. Disarankan kepada petugas kesehatan setempat agar dapat memberikan penyuluhan kesehatan kepada ibu-ibu balita tentang pentingnya status gizi yang baik bagi pertumbuhan fisik dan mental balita.
Health Education Using Lecuter And Leaflet Methods On Knowledge Of Women About Early Detection Of Utery Mioma Meylani Meylani; Esther Tamunu; Moudy Lombogia; Yourisna Pasambo
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 15, No 1 (2020): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.825 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v15i1.1359

Abstract

Uterine myoma is a benign smooth muscle tumor of the uterus consisting of smooth muscle tissue cells, fibrous binding tissue and collagen located in the uterus. This benign neoplasm is most commonly experienced by women and its prevalence continues to increase by 70%. Myoma uteri can cause big problems in health. Meanwhile, the lack of health information regarding the etiology of myomas has not yet found effective therapy. The importance of health information about early detection of acquired myoma, can increase women's knowledge of the dangers of uterine myoma.  The Purpose of this study was to determine the effect of health education with lecture methods and leaflets on early detection  of uterine myomas  to  the knowledge  of women  in  the village of Tateli  Dua. This Type of pre experimental design research used one-group pretest-posttest design to compare knowledge before and after health education. The population is women who meet the inclusion and exclusion sample criteria of 65 respondents. The independent variable is health education about early detection of myoma uteri and the dependent variable is women's knowledge. Data collection tools and measuring tools in the form of questionnaires. Data analysis was performed using software and hypothesis testing using the Wilcoxon Signed Rank Test.  The test results showed that there was a significant effect of health education using lecture and leaflet methods about early detection of uterine myomas to the knowledge of women in Tateli village (p-value = 0,000 α = 0.05).  It was concluded that there was a health education using lecture method and leaflets on early detection of uterine myoma to increase women's knowledge in Tateli Dua village. Keywords : Counseling, Knowledge, Early Detection of Uterine Myoma
THE EFFECT OF HEALTH EDUCATION ON POSTPARTUM MOTHERS' KNOWLEDGE ABOUT EXCLUSIVE BREASTFEEDING AT THE ONGKAW HEALTH CENTER, SINONSAYANG DISTRICT Jean Debora Kumajas; Esther N. Tamunu; Moudy Lombogia; Yourisna Pasambo; Tinneke Tololiu
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 11 No 1 (2023): JULI
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v11i1.2149

Abstract

Background: In Indonesia, postpartum mothers often find wrong habits in breastfeeding their babies, namely feeling that their milk production is not enough to fulfill their baby's nutrition and giving early complementary foods to their babies. Objective: This study was to determine the effect of health education on postpartum mothers' knowledge about exclusive breastfeeding at the Ongkaw Health Center, Sinonsayang District. Methods: This type of research is a preexperimental design with one group pre-post test conducted on 42 respondents determined by purposive sampling. Data collection was obtained from the results of filling out a knowledge questionnaire, analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. Results: the study showed that the pre-test knowledge was less knowledgeable with an average value of 23.00. then in the post test the knowledge was good with an average value of 39.00. Conclusion: from the research, namely knowledge in respondents there is a significant effect (p value 0.000; α0.05), which means that there is an effect of health education on the knowledge of postpartum women about exclusive breastfeeding. Suggestions are expected to add insight into the community as information and increase knowledge about exclusive breastfeeding in breastfeeding for babies.
TERAPI MUSIK DAN GUIDED IMAGERY DALAM MENURUNKAN KECEMASAN PADA IBU HAMIL DENGAN PREEKLAMSIA DI RSUP PROF. KANDOU MANADO Yourisna Pasambo; Marchelina Benediktin Kaunang; Esther Tamunu; Dorce Sisfiani Sarimin; Johana Tuegeh
Media Kesehatan Politeknik Makassar Vol 18 No 1 (2023): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v18i1.447

Abstract

Pendahuluan: Preeklamsia merupakan hipertensi pada kehamilan yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah lebih dari atau sama dengan 140/90 mmHg setelah umur kehamilan 20 minggu, disertai dengan proteinuria lebih dari 300 miligram per 24 jam. Preeklamsia dapat menimbulkan kecemasan pada ibu akan dampak yang dapat ditimbulkan dari preeklamsia, sebaliknya kecemasan juga dapat meningkatkan tekanan darah pada ibu. Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran efektifitas terapi musik dan guided imagery dalam menurunkan tingkat kecemasan ibu hamil dengan preeklamsia. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Peneliti melaksanakan asuhan keperawatan kepada ibu hamil dengan preeklamsia dan meingimplementasikan terapi musik dan guided imagery untuk mengurangi kecemasan ibu. Penetapan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi ibu hamil dengan preeklamsia berat disertai proteinuria serta menjalani program hingga selesai, sehingga didapatkan sampel sebanyak empat ibu hamil. Hasil: setelah diberikan intervensi terapi musik dan guided imagery selama tiga kali, terjadi penurunan tingkat kecemasan pada keempat ibu hamil yang mengalami preeklamsia. Tingkat kecemasan responden pertama menurun dari skor 27 (kecemasan sedang) menjadi 14 (kecemasan ringan). Responden kedua menurun dari skor 25 (kecemasan sedang) menjadi 14 (kecemasan ringan). Responden ketiga menurun dari skor 26 (kecemasan sedang) menjadi 13 (kecemasan ringan). Responden keempat menurun dari skor 26 (kecemasan sedang) menjadi 14 (kecemasan ringan). Hasil penelitian studi kasus memberikan gambaran bahwa penerapan terapi musik dan guided imagery dapat menurunkan tingkat kecemasan ibu hamil dengan preeklamsia setelah diberikan intervensi sebanyak tiga kali. Kata Kunci : Guided Imagery, Ibu hamil, Kecemasan, Preeklamsia, Terapi Musik