Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

The Effect of Giving Bio Fertilizer and Foliar Fertilizer on the Growth and Yield of Celery (Apium graviolens) Wiwik Yunidawati; Riyanti Riyanti; Mazlina Mazlina
Budapest International Research in Exact Sciences (BirEx) Journal Vol 2, No 4 (2020): Budapest International Research in Exact Sciences, October
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birex.v2i4.1262

Abstract

This study aims to determine the effect of bio fertilizers and foliar fertilizers on growth and yield of celery (Apium graviolens). This research was conducted at the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture, Amir Hamzah University, Medan, Medan Estate Village, Percut Sei Tuan District with a height of ± 25 meters above sea level, which was conducted from May to July 2020. This study used a factorial Randomized Block Design with two factors studied, namely the first factor was the concentration of bio fertilizer Impro Tanotec (H), which consisted of 4 levels, namely H0 (0 ml/l water), H1 (1,5 ml/l water), H2 (2,5 ml/l water), H3 (3,5 ml/l water), and the second factor is the concentration of foliar fertilizer Growmore (D) which consists of 4 levels, namely D0 (0 gr/lwater), D1 (1 gr/l water), D2 (2 gr/l water), and D3 (3 gr/l water). Parameters observed included plant height (cm), number of leaves, number of stalks, root length (cm), and fresh weight per plant. (gr). The results showed that the concentration of bio fertilizer had a very significant effect on plant height at the age of 20, 40, and 60 days after planting, the number of leaves at the age of 20, 40, and 60 days after planting, the number of stalks at the age of 40 and 60 days after planting, root length, and fresh weight per plant, but did not significantly affect the number of stalks at the age of 20 days after planting. The best bio-fertilizer concentration was obtained in the H3 treatment (3.5 ml/l water). The concentration of foliar fertilizer had a very significant effect on plant height at the age of 20, 40, and 60 days after planting, the number of leaves at the age of 20, 40, and 60 days after planting, the number of stalks at the age of 40 and 60 days after planting, and the fresh weight per plant, had a significant effect on root length, and had no significant effect on the number of stalks at the age of 20 days after planting. The best foliar fertilizer concentration was obtained in D3 treatment (3 gr/l water). The interaction between the concentration of bio fertilizer and foliar fertilizers had a significant effect on the number of leaves at the age of 40 and 60 days after planting, where the best treatment combination was obtained in the H3D3 treatment (bio fertilizer concentration 3.5 ml/l water and foliar fertilizer concentration 3 gr/l water).
PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN PUPUK P TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SERAI Riyanti Riyanti
Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan) Vol. 4 No. 2 (2021): Juripol (Jurnal Institusi Polgan)
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/juripol.v4i2.11113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos janjangan sawit dan pupuk P terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman serai (Cymbopogon citratus). Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Amir Hamzah, Medan dengan ketinggian tempat ±25 m di atas permukaan laut dengan topografi datar. Waktu penelitian dimulai dari bulan Januari sampai Mei 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan yaitu faktor pertama pemberian kompos tandan kosong kelapa sawit yang terdiri dari 3 taraf, yaitu K0 = kontrol, K1 = 4,5 kg/plot (20 ton/ha), K2 = 9 kg/plot (40 ton/ha) dan faktor kedua adalah pemberian P dengan 3 taraf, yaitu P0 = kontrol, P1 = 16,875 g/plot (75 kg/ha), P2 = 33,75 g/plot (150 kg/ha). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah anakan tanaman per plot, dan produksi tanaman per plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos tandan kosong kelapa sawit berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati, dimana hasil terbaik diperoleh pada perlakuan K2 (9 kg/plot). Pemberian pupuk P juga berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati, dimana hasil terbaik diperoleh pada perlakuan P2 (33,75 g/plot). Sementara interaksi antara kompos tandan kosong kelapa sawit dengan pupuk P tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati.
Pengaruh Skarifikasi dan Perbedaan Ukuran Biji Terhadap Perkecambahan Benih Kopi Robusta (Coffea, sp) Riyanti Riyanti
Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan) Vol. 5 No. 2 (2022): Juripol (Jurnal Institusi Polgan)
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/juripol.v5i2.11696

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh skarifikasi dan perbedaan ukuran biji terhadap perkecambahan benih kopi robusta (Coffea sp). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Amir Hamzah Medan pada bulan Januari sampai dengan April 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah ukuran biji (U) yang terdiri dari 3 taraf yaitu U1 (berukuran kecil yaitu < 0,25 gram), U2 (berukuran sedang yaitu 0,25-0,27 gram), dan U3 (berukuran besar yaitu > 0,27 gram). Faktor kedua adalah perlakuan skarifikasi (S) yang terdiri dari 3 taraf yaitu S0 (tanpa skarifikasi), S1 (penggosokan), dan S2 (penusukan). Parameter yang diamati meliputi T50 (hari), daya kecambah (%), kecepatan tumbuh benih, indeks vigor, tinggi kecambah dan panjang akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran biji berpengaruh nyata terhadap daya kecambah umur 28 HST dan tidak berpengaruh nyata terhadap parameter lainnya. Hasil terbaik ditemukan pada ukuran biji besar. Perlakuan skarifikasi berpengaruh sangat nyata terhadap daya kecambah umur 28 HST dan berpengaruh terhadap kecepatan tumbuh umur 35 HST. Hasil terbaik ditemukan pada perlakuan penusukan. Interaksi antara ukuran biji dan skarifikasi tidak menunjukkan adanya pengaruh peningkatan terhadap seluruh parameter viabilitas benih kopi. Untuk dapat meningkatkan viabilitas benih kopi, dianjurkan untuk menggunakan biji berukuran besar dan perlakuan skarifikasi dengan cara penusukan.
Pengaruh Skarifikasi dan Perendaman Dalam Air Kelapa Terhadap Perkecambahan Benih Kopi (Coffea SP) Riyanti Riyanti
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7903

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh skarifikasi dan perendaman dalam air kelapa terhadap perkecambahan benih kopi (Coffea sp). Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Amir Hamzah Medan pada bulan Maret sampai dengan Juni 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah perlakuan skarifikasi (S) yang terdiri dari 3 taraf yaitu S0 (tanpa perlakuan), S1 (penggosokan), dan S2 (penusukan). Faktor kedua adalah konsentrasi air kelapa (A), yang terdiri dari 4 taraf yaitu A0 (perendaman dengan konsentrasi 0 ml/liter), A1 (perendaman dengan konsentrasi 5 ml/liter), A2 (perendaman dengan konsentrasi 10 ml/liter), dan A3 (perendaman dengan konsentrasi 15 ml/liter). Parameter yang diamati meliputi potensi tumbuh, daya kecambah, indeks vigor, dan panjang akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan skarifikasi berpengaruh sangat nyata terhadap potensi tumbuh, daya kecambah umur 28 hari setelah semai (HSS) dan panjang akar umur 28 HSS serta berpengaruh nyata terhadap daya kecambah umur 21 HSS dan kecepatan tumbuh. Perlakuan skarifikasi terbaik ditemukan pada perlakuan penusukan (S2). Perlakuan perendaman dalam air kelapa berpengaruh sangat nyata terhadap potensi tumbuh, daya kecambah umur 21 dan 28 HSS, kecepatan tumbuh, indeks vigor dan panjang akar. Perlakuan terbaik ditemukan pada perendaman dalam air kelapa pada konsentrasi 10 ml/liter air (A2). Interaksi antara perlakuan skarifikasi dan perendaman dalam air kelapa berpengaruh tidak nyata terhadap seluruh parameter pengamatan meliputi potensi tumbuh, daya kecambah, kecepatan tumbuh, indeks vigor dan panjang akar. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa untuk dapat meningkatkan perkecambahan benih kopi dianjurkan untuk melakukan perlakuan skarifikasi dengan menggunakan penusukan dan perendaman dalam air kelapa dengan konsentrasi 10 ml/liter air secara terpisah.
Pengaruh Pemberian Berbagai Jenis Bahan Organik Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Berbagai Varietas Kacang Kedelai Hitam (Glycine max L. Merril) Riyanti Riyanti
Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan) Vol. 6 No. 2 (2023): Juripol (Jurnal Institusi Polgan)
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai jenis bahan organik terhadap pertumbuhan dan produksi empat varietas kacang kedelai hitam. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Amir Hamzah, Medan, dilaksanakan pada bulan September sampai dengan Desember 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor perlakuan, yaitu Jenis Bahan Organik (B) yang terdiri dari 4 taraf yaitu B0 (Kontrol), B1 (Kompos Jerami Padi), B2 (Biochar) dan B3 (Bokashi), dan Varietas (V) yang terdiri dari 4 jenis yaitu V1 (Detam-1), V2 (Detam-2), V3 (Detam-3) dan V4 (Detam-4). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah cabang, diameter batang, bobot kering per tanaman sampel, bobot kering 100 biji, bobot kering biji per plot dan bobot kering biji per hektar. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh nyata pada perlakuan varietas terhadap tinggi tanaman dan jumlah cabang pada umur 2 MST, diameter batang pada umur 3 MST dan 5 MST, bobot kering 100 biji, dan tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah cabang pada umur 3, 4, 5 dan 6 MST, dimater batang pada umur 2, 4 dan 6 MST, bobot kering biji per tanaman sampel, bobot kering per plot dan bobot kering per hektar. Varietas terbaik yaitu Detam 3. Pemberian berbagai jenis pupuk organik berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah cabang pada umur 3, 4, 5 dan 6 MST, diameter batang pada umur 4, 5 dan 6 MST.
Application of Virtual Simulation in Biology Learning Evaluation of Impact on Concept Understanding by Agrotechnology Students Riyanti
Journal of Pedagogi Vol. 1 No. 6 (2024): Journal of Pedagogi - December
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/49q41d31

Abstract

This study aims to evaluate the impact of implementing virtual simulation in Biology learning on concept understanding by Agrotechnology students. Along with the development of technology, technology-based learning, especially virtual simulation, has begun to be applied to support the understanding of more complex concepts. Although a number of previous studies have shown the successful use of virtual simulations in various disciplines, there are still research gaps that need to be filled regarding the application of virtual simulations in the context of Biology education, especially in Agrotechnology study programs. This creates a phenomenon where students have difficulty in understanding these concepts. This research fills the gap by evaluating the application of virtual simulation as a learning method in overcoming this challenge. Using an experimental method, this study involved 30 students as samples, who were tested using pretest and posttest to measure the improvement of their understanding of Biology concepts. The results of the analysis showed that the application of virtual simulation resulted in a significant increase in students' understanding, which was reflected in the N-gain score with an average of 78.25. This value indicates a substantial increase in understanding of Biology concepts after using virtual simulation as a learning method. This finding supports the effectiveness of virtual simulation in improving the understanding of complex concepts, so it can be an effective alternative in learning in Biology. The results of this study provide positive implications for the use of technology in education, especially in improving the quality of learning in higher education
Growth and Yield of Corn with Different Animals Compost and Doses Bambang Surya Adji Syahputra; Meriksa Sembiring; Riyanti; Nurhayati
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 3 (2025): March
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i3.10405

Abstract

The purpose of this study was to determine of solid organic fertilizer (POP) from three animals’ feces namely cow, goat, and chicken were applied with various dosages in maize to increase growth and yield. The study was used RCBD factorial with three reps and POP type (K1 = chicken K2 = cow and K3 = goat) was the first factor and the POP doses (D0 = 0.00; D1 = 0.75; D2 = 0.150; D3 = 2.25 and D4 = 3.00/ plot) was the second factor. Parameters measured were plant height, number of leaves, stem diameter, leaf area, cob length, cob diameter, number of rows, and cob weight. The results were showed significantly different for the type of POP, where the chicken POP was significantly with cow and goat POP, but t between goat and cow POP was no significant differently. The dosage was found, significantly difference among doses, but interaction between the dosage with the POP was no significant difference, respectively. The results indicated that, various compost from feces cow, goat and chicken were increased growth and yield of corn, but the better compost feces chicken as compare those ones. Especially in dosage, whereas all dosage were providing positive impact in growth and yield, but dose 2.25kg/plot was given high in growth and yield of corn.
Pemberdayaan Perempuan dan Anak di Desa Melalui Program Pelatihan Keterampilan dan Peningkatan Kesadaran Gender (Desa Bagan Serdang Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara) Riyanti Riyanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Vol 1 No 2 May - June on Progress
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/9b7bhv38

Abstract

Desa Bagan Serdang, yang terletak di Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, menghadapi berbagai tantangan sosial ekonomi yang signifikan, khususnya bagi perempuan dan anak-anak. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan mereka melalui pelatihan keterampilan dan peningkatan kesadaran gender. Pelatihan yang dilakukan pada tanggal 18-19 Mei 2024 mencakup pengajaran keterampilan kerajinan tangan dan pengolahan makanan, sementara kegiatan peningkatan kesadaran gender mengenalkan konsep kesetaraan gender dan hak-hak perempuan. Evaluasi program menunjukkan bahwa 85% peserta merasa lebih percaya diri dalam mengaplikasikan keterampilan baru mereka, sedangkan 90% peserta menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman mereka tentang kesetaraan gender.
MENGUBAH SAMPAH MENJADI BERKAH: INOVASI PENGOLAHAN SAMPAH PLASTIK UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT Riyanti Riyanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2024): July_Oct (On Progress)
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/rfkc8517

Abstract

Pengelolaan sampah plastik yang buruk di Kecamatan Datuk Limapuluh, Kabupaten Batubara, mengancam kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Tujuan dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai dampak sampah plastik dan memberikan keterampilan dalam mengolah sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomi melalui konsep circular economy. Kegiatan dilaksanakan pada 17 Juli 2024, dengan metode penyuluhan dan pelatihan pembuatan produk inovatif dari sampah plastik, seperti ecobrick dan kerajinan tangan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat sebesar 85% tentang pengelolaan sampah plastik, serta 70% peserta berhasil membuat produk dari sampah plastik secara mandiri. Program ini berhasil memberikan dampak positif dalam mengubah pola pikir masyarakat terhadap pengelolaan sampah dan membuka peluang ekonomi baru melalui daur ulang sampah plastik.
Pengaruh Program Magang Digital terhadap Employability Lulusan Perguruan Tinggi Riyanti
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/cggnpw95

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut lulusan perguruan tinggi memiliki employability yang tinggi agar mampu bersaing di dunia kerja. Salah satu upaya yang dilakukan perguruan tinggi untuk meningkatkan employability lulusan adalah melalui implementasi program magang digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh program magang digital terhadap employability lulusan perguruan tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah lulusan perguruan tinggi yang telah mengikuti program magang digital, sedangkan sampel ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan analisis regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program magang digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap employability lulusan perguruan tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa program magang digital mampu meningkatkan keterampilan digital, kesiapan kerja, soft skills, serta daya saing lulusan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan kajian employability dan kontribusi praktis bagi perguruan tinggi dalam merancang program magang digital yang efektif guna meningkatkan kualitas dan daya saing lulusan di era digital.