Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS WEB DAN APLIKASI PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA Taufik Hidayat; Rina Agustini; Fahma Nurul Ilmiazrin; Ayu Lestari
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai jenis media pembelajaran daring interaktif dan menyenangkan berbasis web dan aplikasi yang dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi solusi proses pembelajaran daring yang sering dikeluhkan kebanyakan pendidik dan peserta didik karena dianggap kurang efektif. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif analitik dan literature review. Objek yang diteliti yakni berbagai media pembelajaran daring berbasis web dan aplikasi yang dianggap dapat meningkatkan interaksi dan suasana belajar yang menyenangkan. Teknik pengumpulan data melalui studi pustaka terutama jurnal penelitian yang yang telah dipublis di internet, wawancara terhadapa guru, siswa dan ahli pendidikan. Berbagai media pembelajaran yang ada, satu persatu dianalisis secara mendalam tentang karakteristiknya dan keterkaintannya dengan materi bahasa Indonesia di sekolah. Adapun hasil penelitian ini adalah adanya inventarisasi media pembelajaran interaktif berbasis web dan aplikasi yang dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Media pembelajaran daring yang dapat digunakan terbagi menjadi tiga kategori, 1) media pembelajaran daring untuk tatap maya, 2) media pembelajaran daring kolaboratif terpadu, 3) media pembelajaran daring belajar mandiri. Penggabungan berbagai media disarankan untuk meningkatkan interaksi pembelajaran daring.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CURAH PENDAPAT PADA PERKULIAHAN MENULIS KARANGAN ARGUMENTATIF Taufik Hidayat
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 2, No 1 (2018): JURNAL LITERASI APRIL 2018
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.284 KB) | DOI: 10.25157/literasi.v2i1.1205

Abstract

Keterampilan menulis dianggap sebagai keterampilan berbahasa yang sulit. Hal ini disebabkan kemampuan menulis menghendaki penguasaan berbagai unsur kebahasaan dan unsur di luar bahasa itu sendiri yang menjadi isi karangan. Baik unsur bahasa maupun unsur isi haruslah terjalin sedemikian rupa, sehingga menghasilkan karangan yang runtut dan padu. Berdasarkan hal-hal di atas, penulis memandang diperlukan suatu proses akademik perkuliahan yang mendukung ke arah peningkatan kemampuan berbahasa calon guru bahasa dan sastra Indonesia, khususnya menulis. Sebab walau bagaimanapun juga, guru yang nantinya akan mengajarkan skill berbahasa kepada mahasiswa harus memahami dengan baik suatu kemampuan berbahasa khususnya menulis baik dari sisi teoretis maupun praktis. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan yang dilaksanakan di kelas 2A Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Galuh. Adapun hasil penelitian diperoleh sebagai berikut. Kesalahan yang sering dijumpai dalam menulis karangan terlihat dari pilihan kata yang kurang tepat, kalimat yang kurang efektif, sukar mengemukakan gagasan karena kesulitan memilih kata atau membuat kalimat, bahkan kurang mampu mengembangkan ide secara teratur dan sistematis. Disamping itu, kesalahan ejaan sering dijumpai. Perolehan nilai rata-rata hasil belajar mahasiswa pada siklus kesatu mencapai 75,63, sedangkan pada siklus kedua adalah 79,16. Adanya perubahan dan peningkatan perolehan proses dan hasil belajar menulis karangan argumentasi menunjukkan bahwa model pembelajaran curah pendapat dapat meningkatkan kemampuan menulis karangan argumentasi mahasiswa.
MEMBANGUN KEMAMPUAN MENGAJAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BENGKEL SASTRA Taufik Hidayat; Rina Agustini
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 1, No 2 (2017): JURNAL LITERASI OKTOBER 2017
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.181 KB) | DOI: 10.25157/literasi.v1i2.782

Abstract

Pembelajaran di sekolah yang mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan Sekolah Dasar dan Menengah di Indonesia saat ini tengah diarahkan pada pemenuhan keterampilan abad XXI, yakni kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi dan berkomunikasi, serta pemahaman yang tinggi. Empat kompetensi tersebut dispesifikasikan lagi menjadi kemampuan belajar dan berinovasi, kemampuan menggunakan teknologi, dan keterampilan berkehidupan dan berkarier. lndikator di atas menjelaskan bahwa apabila tujuan pendidikan di atas ingin dicapai, dibutuhkan guru yang kreatif, guru yang berkompeten dalam mengajar, salah satunya ialah dapat menguasai dan memanfaatkan berbagai proses pertunjukan drama sebagai bekal alternatif strategi dalam mengajar nanti. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pembelajaran pergelaran pertunjukan drama dengan menggunakan model pembelajaran bengkel sastra secara tidak langsung dapat membangun/melatih kemampuan mengajar mahasiswa. Adapun peningkatan dalam kemampuan mengajar mahasiswa dapat dilihat dari (1) kemampuan menyampaikan materi ajar; (2) kemampuan menggunakan strategi pembelajaran dan bahan ajar; (3) kemampuan mengelola kelas.
UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN DALAM NOVEL SEGALA YANG DIISAP LANGIT KARYA PINTO ANUGRAH Ai Widianingsih; Nia Rohayati; Taufik Hidayat
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 1 (2023): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v7i1.8208

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Unsur-unsur Kebudayaan dalam novel Segala yang Diisap Langit karya Pinto Anugrah”. Adapun yang menjadi latar belakang dalam penelitian ini yaitu bahan ajar mengenai novel yang terdapat di dalam buku paket kurang bervariatif. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana unsur-unsur kebudayaan dalam novel Segala yang Diisap Langit karya Pinto Anugrah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui unsur-unsur kebudayaan dalam novel Segala yang Diisap Langit Karya Pinto Anugrah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik studi pustaka, teknik analisis, teknik dokumentasi. Hasil penelitian terhadap unsur-unsur kebudayaan dalam novel Segala yang Diisap Langit karya Pinto Anugrah dapat disimpulkan sebagai berikut. (1) Bahasa, meliputi (kosakata khusus yang digunakan tokoh, bahasa unik ciri khas daerah tertentu). (2) Sistem pengetahuan, meliputi (pengetahuan tokoh terhadap flora dan fauna, pengetahuan tokoh terhadap tempat dan daerah, pengetahuan tokoh terhadap tubuh manusia). (3) Organisasi sosial, meliputi (sistem organisasi sosial, sistem asosiasi atau perkumpulan). (4) Sistem peralatan hidup dan teknologi, meliputi (alat transportasi, rumah atau tempat berlindung, peralatan bersenjata, peralatan konsumsi dan barang). (5) Sistem mata pencaharian hidup, meliputi (tokoh yang memenuhi kebutuhan hidup). (6) Sistem religi, meliputi (umat penganut religi, upacara religi, sistem keyakinan). (7) Kesenian, meliputi (seni suara, seni pahat).Keberadaan unsur-unsur kebudayaan tersebut dapat dijadikan dasar dan acuan bagi guru dalam rangka pemilihan bahan ajar bermuatan unsur kebudayaan Kata Kunci: Novel, Unsur-unsur Kebudayaan.
MANTRA PADA UPACARA BABARIT DI KAMPUNG ADAT KUTA : PROSES PENCIPTAAN PENUTURAN DAN FUNGSI Andri Noviadi; Taufik Hidayat
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 7, No 1 (2023): JURNAL LITERASI APRIL 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v7i1.10673

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penciptaan, penuturan, dan fungsi pada mantra. Objek kajiannya yakni mantra yang digunakan pada upacara adat Babarit pernikahan di Kampung Kuta, Ciamis, Jawa Barat, Indonesia. Ada empat mantra yang menjadi objek kajian yaitu 1) mantra Tumbal Jagat, 2) mantra Karahayuan, 3) mantra Pamunah, 4) mantra Pilumpuhan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Penulis bertindak sebagai instrumen utama. peneliti melakukan observasi dan wawancara kepada para informan saat dan sesudah upadaca Babarit dilakukan. Informan kunci dalam penelitian ini adalah juru kunci, tokoh masyarakat, dan pelaksana pernikahan. Setelah data terkumpul baru melakukan triangulasi atau konfirmasi data. Hasilnya, 1) proses penciptaan keempat mantra Babarit di atas melalui pewarisan dari leluhur secara lisan kepada generasi penerusnya (juru kunci); 2) penuturan mantra dalam upacara Babarit termasuk dalam tuturan bersuara  mendengung.  Irama yang digunakan dalam pembacaan teks mantra meliputi pergantian naik-turun, panjang-pendek, keras-lembut ucapan bunyi bahasa dengan teratur. 3) fungsi mantra dalam upacara Babarit adalah untuk memberikan perlindungan, keselamatan, dan kelancaran dalam setiap urusan yang akan dilakukan dan dikerjakan dari para leluhur khususnya Tuhan Yang Maha Esa.
Kajian Permainan Edukasi dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Taufik Hidayat; Asep Hidayatullah; Rina Agustini
Deiksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2 (2019): DEIKSIS: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/dj.v6i2.2111

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai jenis permainan (game) edukasi yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia di lingkungan sekolah. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif analitik. Objek yang diteliti adalah permainan edukasi. Teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, wawancara terhadapa guru, siswa dan ahli pendidikan. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini yakni terdapat dua kategori permainan yang diintegrasikan dalam pembelajaran bahasa indonesia. Pertama,  permainan yang berisi materi bahasa Indonesia. Materi bahasa Indonesia dijadikan bahan / media permainan sehingga lebih menyenangkan saat dipelajari. Permainan jenis ini contohnya cerita berantai, bercerita menggunakan alat peraga, mengisi dan membuat TTS, dsb. Kedua, permainan dalam bentuk penggunaan strategi pembelajaran yang fokus pada suasana pembelajaran yang menantang dan menyenangkan. Strategi pembelajaran ini contohnya bola berputar, meraih bintang, permainan tongkat, kartu sortir, dsb. Peneliti berharap hasil kajian ini dapat menjadi bahan rujukan guru untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran bahasa Indonesia menjadi lebih baik.Kata Kunci : permainan, edukasi, pembelajaran, bahasa Indonesia
MEREKONSTRUKSI CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING: TELAAH FILOSOFIS, TEORETIS, DAN IMPLIKASI TERHADAP PRAKTIK PEMBELAJARAN Taufik Hidayat; Andri Noviadi; Sri Pajriah
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 9, No 2 (2025): JURNAL LITERASI OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v9i2.18767

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis landasan filosofis dan teoretis Culturally Responsive Teaching (CRT) serta merumuskan kerangka integratif yang dapat menjadi acuan dalam praktik pembelajaran yang responsif terhadap keberagaman budaya peserta didik. Penelitian menggunakan metode kajian konseptual melalui analisis dan sintesis literatur yang relevan mengenai CRT, pendidikan multikultural, konstruktivisme, humanisme, dan pedagogi kritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa CRT berakar pada empat landasan filosofis utama, yaitu konstruktivisme, pendidikan multikultural, humanisme, dan pedagogi kritis yang secara bersama-sama membentuk prinsip-prinsip pengakuan terhadap identitas budaya peserta didik, inklusivitas, keadilan pendidikan, dan pemberdayaan peserta didik. Berdasarkan sintesis literatur, penelitian ini merumuskan Kerangka Integratif Culturally Responsive Teaching (KI-CRT) yang menghubungkan landasan filosofis, prinsip teoretis, dan implementasi praktis dalam perencanaan, pelaksanaan, serta asesmen pembelajaran. Kerangka tersebut menempatkan budaya peserta didik sebagai sumber belajar yang bermakna sekaligus sebagai dasar pengembangan lingkungan belajar yang inklusif dan berkeadilan. Temuan penelitian memberikan kontribusi konseptual bagi penguatan kajian CRT dan dapat menjadi rujukan bagi pendidik maupun peneliti dalam mengembangkan praktik pembelajaran yang lebih responsif terhadap keberagaman budaya pada konteks pendidikan abad ke-21. 
Developing Students' Public Speaking Skills through the Mind Mapping Strategy: A Classroom Action Research Taufik Hidayat; Rina Agustini; Selvia Salwa Firdausi
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 5 No. 3 (2025): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v5i3.4142

Abstract

This study aimed to describe the implementation of the Mind Mapping Strategy in developing students' public speaking skills. Public speaking is an essential competency in language learning; however, many students continue to experience difficulties in organizing ideas, delivering speeches coherently, and speaking with confidence. Previous studies have primarily employed mind mapping as a note-taking technique or as a strategy for improving general speaking skills, whereas its use as a pedagogical strategy specifically designed for public speaking instruction remains underexplored. The novelty of this study lies in positioning the Mind Mapping Strategy as a structured pedagogical approach for developing public speaking competence within Classroom Action Research rather than merely as a visual note-taking tool. This study employed Classroom Action Research based on the Kemmis and McTaggart model, conducted over two cycles involving 18 ninth-grade students at SMP Al-Ittihad Jamanis. Data were collected through classroom observations, performance assessments, documentation, and field notes and were analyzed using descriptive quantitative and qualitative techniques. The findings revealed that the implementation of the Mind Mapping Strategy significantly improved students' public speaking skills, as reflected in the increase in the mean score from 58.8 in the pre-cycle to 67.4 in Cycle I and 93.9 in Cycle II. Learning mastery also increased from 38.9% to 61.1%, reaching 100% in Cycle II. Improvements were consistently observed across multiple performance aspects, including idea organization, speech fluency, word choice, content mastery, intonation, and self-confidence. Theoretically, these findings provide empirical evidence that mind mapping functions not only as a cognitive organizer but also as an effective pedagogical strategy for enhancing public speaking performance. Practically, the findings offer teachers an accessible and systematic instructional approach for fostering students' communication competence in language classrooms. Overall, this study contributes to the advancement of public speaking pedagogy by demonstrating the broader educational potential of the Mind Mapping Strategy for improving oral communication skills across diverse learning contexts beyond the immediate classroom setting.
PENERAPAN MEDIA E-LEARNING ZEP QUIZ DALAM PEMBELAJARAN MENGANALISIS STRUKTUR DAN KEBAHASAAN TEKS BERITA DI KELAS XI SMK NEGERI 1 CIAMIS Ifani Hasbi Aulialillah; Rina Agustini; Taufik Hidayat
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i2.24946

Abstract

Penggunaan media pembelajaran digital merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu pembelajaran Bahasa Indonesia di era perubahan teknologi. Akan tetapi, kemampuan siswa dalam menganalisis struktur dan bahasa teks berita masih mengalami berbagai hambatan, terutama yang berkaitan dengan minimnya partisipasi siswa dalam prosesi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pemanfaatan media e-learning Zep Quiz dalam proses pembelajaran analisis struktur dan kebahasaan teks berita bagi siswa kelas XI SMK Negeri 1 Ciamis. Penelitiani ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan metode desain eksperimen semu melalui rancangan kontrol kelompok dengan pre-test dan post-test. Sampel penelitian terdiri dari 70 peserta didik yangi meliputi 35 siswa kelas XI Akuntansi 1 sebagai kelompok eksperimen dan 35 siswa kelas XI Akuntansi 3 sebagai kelompok kontrol. Data penelitian dikumpulkan melalui tes, observasi, dan dokumentasi, selanjutnya dianalisis dengan statistik deskriptif sertai U Test Mann-Whitney. Penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi pre-test sebesar (0,812 > 0,05) yang mengindikasikan tidak terdapat perbedaan kemampuan awal di antara kedua kelompok. Setelah perlakuan diberikan, nilai signifikansi post-test sebesar (0,000 < 0,05) menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Nilai rata-rata post-test untuk kelas eksperimen adalah 87, sementara kelas kontrol mendapatkan rata-rata 82,7. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media e-learning Zep Quiz efektif dalam meningkatkan keterampilan peserta didik menganalisis struktur dan aspek kebahasaan teks berita. Selain meningkatkan hasil pendidikan, media ini juga mendorong partisipasi aktif siswa melalui pembelajaran interaktif berbasis gamifikasi yang berfokus pada siswa.