Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DALAM MENINGKATKAN KARAKTER RELIGIUS SISWA DI MADRASAH IBTIDA’IYYAH DARUT TAQWA PURWOSARI PASURUAN Khakul Yaqin; Ahmad Ma’ruf; Muhammad; Wiwin Fachrudin Yusuf
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v2i2.740

Abstract

MI Darut Taqwa adalah suatu lembaga pendidikan tingkat dasar yang berada di Pondok Pesantren Ngalah Purwosari Pasuruan, yang bertempat di Dusun Kembang Kuning Purwosari Pasuruan Jawa Timur. Melihat berbagai problematika didalam kelas diantaranya, penanaman nilai akidah akhlak yang belum maksimal, sehingga banyak pembuliyan, penurunan moral banyak terjadi di lembaga MI Darut Taqwa serta kurangnya rasa saling menghormati terhadap sesama teman sehingga menyebabkan bertengkar antar siswa.Fokus penelitian dalam penulisan skripsi ini adalah : (1) Impementasi pembelajaran akidah akhlak dalam meningkatkan karakter religius siswa di MI Darut Taqwa (2) Faktor pendukung dan faktor penghambat pembelajaran akidah akhlak dalam meningkatkan karakter religius siswa di MI Darut TaqwaTujuan penulisan skripsi ini adalah (1) untuk mengetahui apa definisi pembelajaran akidah akhlak dalam meningkatkan karakter religius siswa. (2) untuk mendekripsikan implementasi pembelajaran akidah akhlak dalam meningkatkan karakter relogius siswa.Dalam penelitian ini penulis menggunakan : metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Lokasi penelitian MI Darut Taqwa Purwosari Pasuruan. Pengumpulan data mengunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi pada kepala sekolah, guru dan siswa. Keabsahan data dilakukan dengan cara triangulasi sumber, sebab pada penelitian ini data yang diperoleh akan dikumpulkan dan mengetahui kebenerannya.Dari hasil penelitian didapatkan bahwa pembelajaran akidah akhlak digunkan oleh guru kelas V dan VI yang diharapkan membantu dalam meningkatkan karakter religius siswa. Tentunya agar dapat dilakuakan dalam kehidupan sehari-hari.
METODE TALAQQI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN SISWA SMA 45 PURWODADI Farah Rania Hadi; Ali Mohtarom; Askhabul Kirom; Ahmad Ma’ruf
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11383

Abstract

This investigation is designed to analyze the implementation of the talaqqi framework in optimizing students' Quranic literacy skills within the Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) curriculum at SMA 45 Purwodadi Pasuruan. The empirical baseline of this research is triggered by persistent instructional challenges where several students exhibit cognitive and psychomotor difficulties in Quranic recitation, particularly regarding inaccurate makharijul huruf articulation, inadequate comprehension of tajwid parameters, and a lack of oral fluency. Methodologically, this study adopted a qualitative paradigm framed within a case study design. Primary data points were synthesized via participatory observation, in-depth interviews, and documentation compiled from BTQ instructors and student participants. The data analysis trajectory followed structured steps of data reduction, data display, and inductive conclusion drawing, whereas data trustworthiness benchmarks were secured utilizing source and technical triangulation frameworks. The empirical outcomes demonstrate that the operationalization of the talaqqi method is executed systematically through integrated phases of active listening, imitation, repetitive practice, and real-time error correction during direct teacher-student interactions. The talaqqi intervention proved effective in elevating students' Quranic reading competence, specifically advancing their accuracy in phonetic articulation (makharijul huruf), grasp of recitation rules (tajwid), reading velocity, and amplifying their self-assurance when reciting publicly in class. Furthermore, this method successfully transforms the BTQ instructional environment into a more active, collaborative, and engaging learning ecosystem through personalized mentoring. Consequently, the integration of the talaqqi technique stands as a highly viable pedagogical alternative to maximize evaluation outcomes and accelerate Quranic reading mastery within secondary school settings. ABSTRAK Riset ini diproyeksikan untuk menguraikan dinamika aplikasi metode talaqqi dalam mematangkan kecakapan membaca Al-Qur’an siswa pada kegiatan pembelajaran Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) di SMA 45 Purwodadi Pasuruan. Investigasi ini dilatarbelakangi oleh potret empiris di lapangan yang menunjukkan masih adanya sejumlah peserta didik yang mengalami hambatan krusial dalam pelafalan kitab suci, seperti rendahnya akurasi artikulasi makharijul huruf, lemahnya penguasaan kaidah hukum tajwid, serta minimnya kefasihan dalam mendaras ayat-ayat Al-Qur’an. Pendekatan yang diintegrasikan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan spesifikasi jenis studi kasus. Data penelitian dihimpun secara komprehensif melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta penelaahan dokumentasi bersama pengampu mapel BTQ dan para siswa. Alur analisis data dioperasikan melalui tahapan reduksi data, kategorisasi/penyajian data, hingga penarikan kesimpulan secara induktif, sedangkan pemenuhan standar keabsahan data ditempuh lewat skema triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Output penelitian membuktikan bahwa mekanisme implementasi metode talaqqi diaktualisasikan secara berjenjang melalui fase menyimak (mendengar), mengimitasi (menirukan), melakukan repetisi (mengulang), serta pembenahan kualitas bacaan (revisi) secara langsung tatap muka antara guru dan peserta didik. Intervensi metode talaqqi terkonfirmasi efektif mendongkrak performa membaca Al-Qur’an siswa, terutama pada parameter ketepatan makhraj, pemahaman hukum bacaan, kelancaran pelafalan, serta eskalasi rasa percaya diri siswa saat melantunkan ayat di hadapan publik kelas. Di samping itu, pendekatan tradisional ini sukses menghidupkan iklim pembelajaran BTQ menjadi lebih dinamis, interaktif, dan rekreatif berkat adanya skema bimbingan personal (direct feedback) dari pendidik. Dengan demikian, formulasi metode talaqqi sangat direkomendasikan sebagai salah satu opsi strategi instruksional BTQ yang andal untuk mengentaskan problem buta aksara Al-Qur’an di lingkungan sekolah.
Implementing Edupreneurship in Developing Islamic Religious Education Learning at SDN Pager 1 Purwosari Muhammad Zainul Arifin; Ahmad Ma’ruf; Ali Mohtarom; M Jamhuri
Community: Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Hasil Penelitian
Publisher : Perkumpulan Dosen Tarbiyah Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/community.v5i1.209

Abstract

This study aims to identify the form or concept of edupreneurship as well as its implementation in developing Islamic Religious Education (PAI) at SDN Pager 1 Purwosari. Edupreneurship is a learning approach that combines entrepreneurial values with the educational process to shape students’ character to be independent, honest, creative, disciplined, and responsible in accordance with Islamic values. This study employs a qualitative method with a descriptive research design. Data collection techniques were conducted through observation, interviews, and documentation. The research subjects included PAI teachers and students at SDN Pager 1 Purwosari. The results of the study indicate that the edupreneur approach in PAI instruction is implemented through active learning activities, group work, discussions, and handson practices related to students’ daily lives. The implementation of edupreneurship was applied to the topics of almsgiving, voluntary charity, and zakat through simple practical activities such as collecting alms, sharing activities, simulating zakat calculations, and distributing aid to those in need. Through these activities, students not only understand religious concepts theoretically but also are able to apply these teachings in their daily lives. The application of edupreneurship in PAI instruction has a positive impact on the development of students’ character, such as increased independence, honesty, discipline, responsibility, cooperation, and social awareness.Thus, the implementation of the edupreneur model can help make Islamic Education (PAI) lessons more active, engaging, and meaningful for students at SDN Pager 1 Purwosari.
The Role of The Naqsabandiyah Khalidiyah wa Qadiriyah Order Practice in Strengthening The Values of Multicultural Islamic Education at The Darut Taqwa Islamic Boarding School in Mojokerto Mohammad Khoirul Anam; Ahmad Ma’ruf; Askhabul Kirom
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol. 23 No. 01 (2026): Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v23i01.2061

Abstract

The The objectives of this study are: 1. To describe the form of practice of the Naqsabandiyah Khalidiyah Wa Qadiriyah order applied in the lives of studens at the Darut Taqwa Ngembeh Dlanggu Mojokerto Islamic Boarding School 2. To analyze the implications of the practice of the Naqsabandiyah Khalidiyah Wa Qadiriyah order in strengthening multicultural Islamic education at the Darut Taqwa Ngembeh Dlanggu Mojokerto Islamic Boarding School. This study uses a qualitative approach, the type of research used is ethnographic research. Primary data sources were obtained from the caretaker of the Islamic boarding school and the mursyid of the Naqsabandiyah Khalidiyah Wa Qadiriyah order KH. M. Manshur Bahruddin, ustadz, congregation and students who follow the practice of the Naqsabandiyah Khalidiyah Wa Qadiriyah order. While secondary data sources were obtained from the books of scholars, the books of the Darut Taqwa Islamic boarding school order, books, and the results of relevant previous research. In this study, data collection techniques used observation, interview and documentation. Data analysis employed the Spradley model, which includes domain analysis, taxonomic analysis, componential analysis, and cultural theme analysis.
INOVASI MEDIA AUDIO VISUAL DALAM PEMBELAJARAN EDUPRENEUR PAI DI SMA 45 PURWODADI Dea Nur Permatasari; Ahmad Ma’ruf; M Jamhuri; Ali Mohtarom
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i3.11384

Abstract

This inquiry is prompted by a lack of instructional pedagogical breakthroughs in Islamic Religious Education (PAI), which frequently results in student disengagement, monotony, and cognitive barriers in mastering core concepts. In the current digital landscape, PAI instruction is increasingly pressured to integrate technological tools to foster a more captivating, participatory, and student-centered classroom environment. This investigation is designed to analyze the integration of technological audiovisual tools within an edupreneurship-oriented PAI program at SMA 45 Purwodadi, while evaluating its subsequent influence on student motivation, classroom participation, conceptual mastery, and creative skills. A qualitative framework with a descriptive design was deployed. Data collection was executed through direct observation, field interviews, and documentary reviews involving key stakeholders: PAI instructors, students, and school authorities. The analytical process encompassed data condensation, data presentation, and conclusion formulation, while data credibility was established via source and methodological triangulation. The empirical evidence demonstrates that utilizing audiovisual components, including instructional videos, educational animations, interactive digital presentations, and motivational clips on Islamic entrepreneurship, successfully enhances student learning motivation, active participation, focus, and conceptual comprehension of edupreneurship PAI topics. Furthermore, this multimedia integration facilitates the cultivation of Islamic entrepreneurial virtues, including honesty, discipline, accountability, creativity, and self-reliance. Despite experiencing constraints such as logistical shortages and variations in teachers' digital literacies to build tech-based tools, the deployment of audiovisual platforms consistently yields positive contributions to instructional quality. Consequently, audiovisual media breakthroughs offer a highly efficient, creative, and adaptive pedagogical alternative for PAI classrooms in aligning with 21st-century educational standards. ABSTRAK Kajian ini dipicu oleh minimnya pembaruan dalam metode pengajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang berdampak pada rendahnya partisipasi siswa, munculnya rasa jenuh, serta hambatan dalam menguasai esensi materi secara komprehensif. Pada dinamika zaman digital saat ini, instruksi PAI didorong untuk mengintegrasikan aspek teknologi demi menciptakan atmosfer kelas yang lebih memikat, partisipatif, serta akomodatif terhadap karakteristik siswa. Studi ini didesain untuk menganalisis pemanfaatan terobosan instrumen audio visual pada program edupreneur PAI di SMA 45 Purwodadi, sekaligus memetakan pengaruhnya terhadap dorongan belajar, dinamika keaktifan, taraf penguasaan konsep, dan daya cipta peserta didik. Pendekatan yang diaplikasikan yaitu kualitatif deskriptif. Proses penghimpunan data mengandalkan teknik pengamatan, tanya jawab mendalam, serta penelusuran dokumen dengan melibatkan informan kunci yang terdiri atas pengajar PAI, siswa, dan manajemen sekolah. Tahapan pemrosesan data meliputi pemilahan data, kategorisasi, hingga formulasi simpulan, sementara uji keabsahan temuan dipastikan lewat metode triangulasi sumber dan teknik. Hasil kajian membuktikan bahwa pengintegrasian media instruksional audio visual, seperti video instruksional, animasi edukatif, paparan interaktif, serta stimulasi multimedia bertema wirausaha islami, berhasil mengatrol gairah belajar, keaktifan, konsentrasi, serta pemahaman siswa mengenai materi edupreneur PAI. Lebih dari itu, media berbasis audio visual ini berkontribusi dalam menanamkan pilar karakter wirausaha islami, seperti integritas, kedisiplinan, akuntabilitas, kreativitas, dan kemandirian. Kendati dihadapkan pada tantangan berupa keterbatasan sarana pendukung serta disparitas kompetensi digital guru dalam memproduksi media, implementasi teknologi audio visual ini terbukti memberikan kontribusi positif dalam menaikkan mutu pembelajaran. Walhasil, pembaruan media audio visual layak dijadikan model alternatif pengajaran PAI yang efisien, kreatif, dan adaptif terhadap tuntutan kompetensi global abad ke-21.
Dakwah sebagai Instrumen Pembinaan Akhlak di Masyarakat Multikultural Lailatul Mukarromah; Ahmad Ma’ruf; Askhabul Kirom; Wiwin Fachrudin Yusuf
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 3 (2024): Komunikasi dan Dakwah al-Qur'an
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/zpddd534

Abstract

Penelitian ini membahas dakwah sebagai instrumen pembinaan akhlak di masyarakat multikultural, dengan fokus pada peran dakwah dalam membentuk karakter dan moralitas umat di tengah keragaman budaya, etnis, dan agama. Dakwah dalam perspektif Islam tidak hanya berfungsi sebagai penyampaian pesan keagamaan, tetapi juga sebagai sarana transformasi sosial dan moral yang menanamkan nilai-nilai universal seperti kejujuran, toleransi, keadilan, dan kasih sayang. Berdasarkan kajian literatur dan analisis normatif terhadap sumber-sumber Islam terutama Al-Qur’an, hadis, dan pemikiran ulama — penelitian ini menunjukkan bahwa misi kerasulan Nabi Muhammad ﷺ, sebagaimana tercermin dalam sabdanya “Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia,” menegaskan bahwa inti dakwah adalah penyempurnaan akhlak manusia. Dalam konteks masyarakat multikultural, dakwah perlu dilakukan secara inklusif, dialogis, dan kontekstual, dengan menyesuaikan metode dan pendekatan terhadap kondisi sosial-budaya masyarakat. Dakwah yang berorientasi pada pembinaan akhlak mampu menjadi media integrasi sosial dan memperkuat harmoni antarumat, sekaligus membangun kesadaran moral kolektif untuk hidup damai dalam perbedaan. Hasil penelitian menegaskan bahwa keberhasilan dakwah tidak hanya diukur dari peningkatan pengetahuan keagamaan, tetapi juga dari perubahan perilaku dan karakter sosial masyarakat yang mencerminkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Abstract This study examines da'wah as an instrument for moral development in a multicultural society, focusing on its role in shaping the character and morality of the community amidst cultural, ethnic, and religious diversity. Da'wah, from an Islamic perspective, functions not only as a means of conveying religious messages but also as a means of social and moral transformation that instills universal values ​​such as honesty, tolerance, justice, and compassion. Based on a literature review and normative analysis of Islamic sources—particularly the Quran, hadith, and the thoughts of Islamic scholars—this study demonstrates that the prophetic mission of the Prophet Muhammad (peace be upon him), as reflected in his statement, "Indeed, I have been sent only to perfect noble morals," affirms that the essence of da'wah is the perfection of human morality. In the context of a multicultural society, da'wah needs to be carried out inclusively, dialogically, and contextually, adapting methods and approaches to the socio-cultural conditions of the community. Da'wah oriented toward moral development can serve as a medium for social integration and strengthen harmony among believers, while simultaneously building collective moral awareness for living peacefully amidst differences. The research findings confirm that the success of da'wah is measured not only by increasing religious knowledge, but also by changes in the behavior and social character of the community, reflecting Islamic values ​​that are a blessing for all the worlds.
Pengembangan Media Pembelajaran PAI Dengan Menggunakan-Platform Raptivity Dalam Memotivasi Belajar Di SMP Al-Inayah Purwosari Pasuruan Ahmad Ma’ruf; Lailatul Mukarromah; Askhabul Kirom; Wiwin Fachrudin Yusuf
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 4 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/8a8w1w47

Abstract

Learning media is an important component supporting the effectiveness of the learning process carried out. The development of learning media using the raptivity platform applied during the learning process has a significant impact. Especially in building enthusiasm and increasing student learning motivation. This study was conducted to develop and test the effectiveness of learning media using the raptivity platform in increasing learning motivation in class 7 of SMP al-Inayah Purwosari Pasuruan. The method used is the R & D research method, using the Brog and Gall technique which is carried out using several stages. The supporting instruments used as data collection techniques are observation, interviews, documentation, and student response questionnaires. The results of the study conducted on experts as a validation test showed a score that could be said to be decent, although there were still comments and suggestions. Meanwhile, the student response questionnaire provides an illustration that 90% of students stated that they were very satisfied with the raptivity platform media in the learning process carried out. Thus, it can be observed that learning media using the raptivity platform applied to Islamic Religious Education learning is stated to be very worthy of being further developed as an alternative in increasing student learning motivation. Abstrak Media pembelajaran merupakan komponen penting pendukung efektifitas proses pembelajaran yang dilakukan. Pengembangan media pembelajaran menggunakan platform raptivity yang diaplikasikan selama proses pembelajaran memiliki dampak yang signifikan. Terutama dalam membangun semangat dan meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan dan menguji efektifitas media pembelajaran dengan menggunakan platform raptivity dalam meningkatkan motivasi belajar di kelas 7 SMP al-Inayah Purwosari Pasuruan. Metode yang digunakan adalah metode penelitian R & D, dengan menggunakan teknik Brog and Gall yang dilakukan dengan menggunakan beberapa tahapan. Instrumen pendukung yang digunakan sebagai teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuisioner respon peserta didik. Hasil penelitian yang dilakukan terhadap para ahli sebagai uji validasi menunjukkan skor yang dapat dikatakan layak, meskipun masih terdapat kometar dan saran. Sedangkan untuk angket respon peserta didik memberikan gambaran bahwa 90% peserta didik menyatakan sangat puas terhadap media platform raptivity dalam proses belajar yang dilakukan. Sehingga, dapat diamati bahwa media pembelajaran dengan menggunakan platform raptivity yang diaplikasikan terhadap pembelajaran PAI dinyatakan sangar layak dikembangkan lebih lanjut sebagai alternatif dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BAHASA ARAB UNTUK MENGEMBANGKAN KECERDASAN BILINGUAL SANTRI DI PONDOK PESANTREN AL-QUR’AN NURUL HUDA SINGOSARI MALANG Moh Robby Yasir; Ahmad Ma’ruf
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 3 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Maret 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v3i2.684

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi metode pembelajaran bahasa Arab di pesantren dan dampaknya terhadap kecerdasan bilingual santri, dengan harapan dapat memberikan kontribusi teoritis dan praktis dalam pengembangan kurikulum serta strategi pengajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan bahasa Arab dan literasi keagamaan santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara langsung di Pondok Pesantren Al-Qur’an Nurul Huda Singosari, Malang. Pemilihan lokasi didasarkan pada keberhasilan program bahasa Arab pesantren tersebut, yang terbukti melalui alumni yang berhasil memperoleh beasiswa studi ke Kairo, Mesir. Penelitian di Pondok Pesantren Al-Qur’an Nurul Huda mengkaji model pembelajaran bahasa arab yang terintegrasi antara hafalan mufradat, hiwār, dan qawāʿid. Meski sistematis, implementasinya menghadapi kendala pengajar, adaptasi santri baru, evaluasi program, dan masalah non-akademik. Solusinya meliputi pendekatan edukatif, pembinaan keamanan, serta integrasi akademik dan pengasuhan untuk efektivitas pembelajaran. Model pembelajaran bahasa Arab di pesantren terbukti efektif mengembangkan kecerdasan bilingual santri melalui pendekatan kontekstual, praktik berbahasa aktif, dan integrasi lingkungan. Strategi ini meningkatkan kompetensi linguistik, kognitif, afektif, serta karakter santri. Dukungan kurikulum, peran guru, dan metode berbasis multiple intelligences menjadikan pesantren sebagai pusat pendidikan bahasa dan pembentukan karakter islami yang adaptif.
Internalisasi Nilai-Nilai Islam Melalui Kegiatan Keagamaan dalam Membentuk Akhlaq Siswa SMA 45 Purwodadi Rohimahullahil Fadila; Ali Mohtarom; Askhabul Kirom; Ahmad Ma’ruf
HIKMAH: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 1 (2026): April
Publisher : HIKMAH: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses internalisasi nilai-nilai Islam melalui kegiatan keagamaan dalam membentuk akhlak siswa di SMA 45 Purwodadi Pasuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan sumber data kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, waka kurikulum, dan siswa. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan dilaksanakan secara terstruktur melalui kegiatan harian, mingguan, dan periodik. Proses internalisasi nilai dilakukan melalui tahapan transformasi nilai, transaksi nilai, dan transinternalisasi nilai. Nilai yang ditanamkan meliputi akidah, ibadah, dan akhlak. Faktor penghambat berupa rendahnya kesadaran dan konsistensi sebagian siswa, sedangkan faktor pendukung meliputi kegiatan yang terprogram secara rutin, keteladanan guru, dan lingkungan sekolah yang religius. Dengan demikian, kegiatan keagamaan berperan penting dalam membentuk akhlak siswa secara berkelanjutan.