This inquiry is prompted by a lack of instructional pedagogical breakthroughs in Islamic Religious Education (PAI), which frequently results in student disengagement, monotony, and cognitive barriers in mastering core concepts. In the current digital landscape, PAI instruction is increasingly pressured to integrate technological tools to foster a more captivating, participatory, and student-centered classroom environment. This investigation is designed to analyze the integration of technological audiovisual tools within an edupreneurship-oriented PAI program at SMA 45 Purwodadi, while evaluating its subsequent influence on student motivation, classroom participation, conceptual mastery, and creative skills. A qualitative framework with a descriptive design was deployed. Data collection was executed through direct observation, field interviews, and documentary reviews involving key stakeholders: PAI instructors, students, and school authorities. The analytical process encompassed data condensation, data presentation, and conclusion formulation, while data credibility was established via source and methodological triangulation. The empirical evidence demonstrates that utilizing audiovisual components, including instructional videos, educational animations, interactive digital presentations, and motivational clips on Islamic entrepreneurship, successfully enhances student learning motivation, active participation, focus, and conceptual comprehension of edupreneurship PAI topics. Furthermore, this multimedia integration facilitates the cultivation of Islamic entrepreneurial virtues, including honesty, discipline, accountability, creativity, and self-reliance. Despite experiencing constraints such as logistical shortages and variations in teachers' digital literacies to build tech-based tools, the deployment of audiovisual platforms consistently yields positive contributions to instructional quality. Consequently, audiovisual media breakthroughs offer a highly efficient, creative, and adaptive pedagogical alternative for PAI classrooms in aligning with 21st-century educational standards. ABSTRAK Kajian ini dipicu oleh minimnya pembaruan dalam metode pengajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang berdampak pada rendahnya partisipasi siswa, munculnya rasa jenuh, serta hambatan dalam menguasai esensi materi secara komprehensif. Pada dinamika zaman digital saat ini, instruksi PAI didorong untuk mengintegrasikan aspek teknologi demi menciptakan atmosfer kelas yang lebih memikat, partisipatif, serta akomodatif terhadap karakteristik siswa. Studi ini didesain untuk menganalisis pemanfaatan terobosan instrumen audio visual pada program edupreneur PAI di SMA 45 Purwodadi, sekaligus memetakan pengaruhnya terhadap dorongan belajar, dinamika keaktifan, taraf penguasaan konsep, dan daya cipta peserta didik. Pendekatan yang diaplikasikan yaitu kualitatif deskriptif. Proses penghimpunan data mengandalkan teknik pengamatan, tanya jawab mendalam, serta penelusuran dokumen dengan melibatkan informan kunci yang terdiri atas pengajar PAI, siswa, dan manajemen sekolah. Tahapan pemrosesan data meliputi pemilahan data, kategorisasi, hingga formulasi simpulan, sementara uji keabsahan temuan dipastikan lewat metode triangulasi sumber dan teknik. Hasil kajian membuktikan bahwa pengintegrasian media instruksional audio visual, seperti video instruksional, animasi edukatif, paparan interaktif, serta stimulasi multimedia bertema wirausaha islami, berhasil mengatrol gairah belajar, keaktifan, konsentrasi, serta pemahaman siswa mengenai materi edupreneur PAI. Lebih dari itu, media berbasis audio visual ini berkontribusi dalam menanamkan pilar karakter wirausaha islami, seperti integritas, kedisiplinan, akuntabilitas, kreativitas, dan kemandirian. Kendati dihadapkan pada tantangan berupa keterbatasan sarana pendukung serta disparitas kompetensi digital guru dalam memproduksi media, implementasi teknologi audio visual ini terbukti memberikan kontribusi positif dalam menaikkan mutu pembelajaran. Walhasil, pembaruan media audio visual layak dijadikan model alternatif pengajaran PAI yang efisien, kreatif, dan adaptif terhadap tuntutan kompetensi global abad ke-21.