Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN MINAT SISWA SMK NEGERI 1 SIPIROK KABUPATEN TAPANULI SELATAN UNTUK MELANJUTKAN PENDIDIKAN TINGGI Rabiyatul Adawiyah Siregar; Abdul Sattar; Ali Akbar Siregar; Armansyah Lubis
Jurnal Education and Development Vol 8 No 2 (2020): Vol.8.No.2.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (993.964 KB) | DOI: 10.37081/ed.v8i2.1714

Abstract

Hasil penelitian yang dilakukan untuk mengetahui gambaran minat siswa SMK Negeri 1 Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan Untuk Melanjutkan Pendidikan Tinggi. Adapun jenis riset yang digunakan adalah deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMK Negeri 1 Sipirok Kelas XII. Teknik pengambilan sampel yang digunakan random sampling dengan menggunakan tabel Krijie diperoleh sampel sebanyak 86 orang. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan menyebarkan angket tertutup kepada responden. Hasil analisis data secara deskriptif diperoleh minat siswa SMK Negeri 1 Sipirok untuk melanjutkan pendidikan tinggi yang berasal dari dalam diri siswa diperoleh 63% kategori cukup, lingkungan keluarga 62% kategori cukup dan lingkungan sekolah 60% kategori cukup. Hasil analisis dapat disimpulkan bahwa minat siswa SMK Negeri 1 Sipirok untuk melanjutkan pendidikan tinggi terdiri dari beberapa faktor yaitu: 1) dari dalam diri siswa meliputi adanya cita-cita, keinginan memperoleh pekerjaan, adanya peluang masuk ke perguruan tinggi; 2) lingkungan keluarga meliputi: harapan orangtua/saudara dan ekonomi orangtua; 3) lingkungan sekolah meliputi: alumni sekolah, adanya beasiswa, menambah wawasan, teman, pendapat tentang perguruan tinggi, adanya harapan pihak sekolah.
Event Contextualization in Hadith Interpretation: A Framework for Reassessing Problematic Hadith Narratives Abdul Sattar; Mohammad Fahmi bin Abdul Hamid; Khairul Azhar bin Meerangani; Moh. Nor Ichwan
Jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Qur'an dan Hadis Vol. 27 No. 1 (2026): Januari
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/qh.v27i1.6418

Abstract

Certain prophetic traditions (Hadīth) are still read through a textual-absolutist lens that treats situational speech as timeless law, often generating interpretations that feel ethically troubling or socially unworkable today. This article proposes event contextualization as a practical framework for reinterpreting “problematic” Hadīth by reconstructing the triggering event and its immediate social setting (asbāb al-wurūd), mapping variant transmissions, and then reassessing the report’s normative force in light of Qur’anic moral horizons and maqāṣid al-sharīʿah. Using qualitative textual analysis and contextual hermeneutics—supported by matn and sanad checks—the study examines recurring clusters of narrations frequently invoked in contemporary debates, especially on gender, minority relations, apostasy, and political obedience. The analysis suggests that many interpretive dead-ends arise when context-bound directives are universalized without attending to the occasion, audience, and intent of the Prophet’s instruction. By operationalizing event reconstruction alongside purposive ethical reasoning, the article offers a replicable way to distinguish time-sensitive instructions from transferable moral principles. It argues that this approach strengthens contemporary fiqh al-ḥadīth by reducing interpretive overreach while preserving the Prophetic moral aim.