Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Dini Hariyati Adam; Irmayanti .; Mila Nirmala Sari Hasibuan; Elysa Rohayani Hasibuan; Rahmi Nazliah
Jurnal Education and Development Vol 9 No 2 (2021): Vol.9.No.2.2021
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.807 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Ekosistem. Penelitian ini merupakan penelitiankuasi eksperimen dimana desain penelitiannya melibatkan perlakuan yang berbeda antar 2 kelas. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Silangkitang. Terdiri dari 4 (empat) kelas yang berjumlah 140 orang siswa. Sampel dalam penelitian ini ditentukan secara total sampling. Jumlah kelas yang diambil adalah 2 kelas. 1 kelas sebagai kelas eksperimen yaitu kelas X yang berjumlah 35 orang dan kelas kontrol yaitu kelas X yang berjumlah 35 orang. Sehingga sampel dalam penelitian ini berjumlah 70 orang. Dimana Hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Silangkitang Pembelajaran 2019/2020, pada materi ekosistem dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsawdapat dilihat perubahan nilai dari pretest ke posttest kelas eksperimen diperoleh rata-rata 82,71 dengan kategori baik dengan standar deviasi 107,667. Skor maksimum yang diperoleh gain eksperimen adalah 100 dan minimum adalah 65. Sedangkan untuk gain perubahan nilai dari pretest ke posttest pada kelas kontrol diperoleh rata-rata 72,57 dengan kategori cukup baik dengan standar deviasi 6,891. Skor maksimum yang diperoleh gain kontrol adalah 80 dan minimum adalah 60. Dari hasil yang diperoleh disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap hasil belajar siswa pada materi ekosistem di kelas X SMA Negeri 1 silangkitang tahun pembelajaran 2019/2020.
PELATIHAN GURU UNTUK PENGGUNAAN ASSEMBLR EDU SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS AUGMENTED REALITY Mhd Albani Saskirana; Iwan Purnama; Elysa Rohayani Hasibuan; Rahmadani Pane
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.62130

Abstract

Pemanfaatan teknologi digital dalam dunia pendidikan menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang inovatif dan interaktif. Namun, masih banyak guru sekolah dasar yang belum memiliki kemampuan dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR), sehingga proses pembelajaran masih dikuasai oleh penggunaan media konvensional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam memanfaatkan aplikasi Assemblr EDU sebagai media pembelajaran interaktif berbasis AR. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi tahap persiapan, sosialisasi, pelatihan, praktik pembuatan media pembelajaran, pendampingan, serta evaluasi. Materi pelatihan difokuskan pada pengenalan konsep Augmented Reality, penggunaan fitur-fitur Assemblr EDU, serta praktik pembuatan media pembelajaran tiga dimensi yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di kelas. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami konsep dasar Augmented Reality, mengoperasikan aplikasi Assemblr EDU, serta menghasilkan media pembelajaran interaktif sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan. Selain itu, peserta memberikan tanggapan positif terhadap pelaksanaan pelatihan karena aplikasi dinilai mudah digunakan, menarik, dan berpotensi meningkatkan kreativitas guru dalam menyusun media pembelajaran. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kompetensi digital guru serta mendorong implementasi pembelajaran yang lebih inovatif, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran abad ke-21 di sekolah dasar.