Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perbedaan Pengetahuan Belajar Siswa Di Desa Dan Di Kota Menggunakan Media Video Vina Mahdalena; Lusia Handayani
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 6 No 2 (2020): SEPTEMBER 2020
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/liski.v5i2.3206

Abstract

Pembelajaran dengan menggunakan media lain yang lebih menarik seperti video (audio visual) dapat diujicobakan pada siswa SMP karena mempunyai kelebihan dan kemampuan yang dapat kita manfaatkan untuk mengatasi keterbatasan-keterbatasan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengetahuan siswa di desa dan di kota ketika mereka diberi materi dengan menggunakan media video. Metode yang digunakan yaitu eksperimen pre dan post tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran video memberikan dampak positif dari hasil pembelajaran karena terbukti dapat meningkatkan pengetahuan siswa. Walaupun, pada kasus siswa di sekolah desa peningkatan pengetahuannya tidak signifikan seperti di kota. Media pembelajaran video memiliki skor posttest lebih tinggi pada siswa di kota daripada siswa di desa. Selanjutnya, perbedaan yang sangat nyata ditunjukkan pada pengujian pengetahuan siswa di kota dan di desa ketika diberikan pemaparan materi menggunakan media video. Jadi, siswa di kota lebih siap diberikan metode pembelajaran lain seperti tayangan video dibandingkan siswa di desa. Pengembangan metode pembelajaran dengan media digital video lebih efektif dilakukan pada siswa di kota daripada di desa. Kata kunci: desa, kota, pengetahuan, video.
PENGARUH VIDEO PESAN SATU SISI TERHADAP PENGETAHUAN DAN PENILAIAN PETANI PADA GOOD AGRICULTURAL PRACTICES (GAP) BAWANG MERAH DI BANTEN Vina Mahdalena; Pudji Muljono; Cahyono Tri Wibowo
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 5 No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/liski.v5i1.1818

Abstract

Keberpihakan pesan merupakan kunci penting dalam komunikasi persuasi yang dapat mengubah sisi kognitif dan afektif. Desain pesan yang digunakan pada penelitian ini hanya menampilkan sisi positif (keunggulan) dari GAP bawang merah disebut juga pesan satu sisi. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis seberapa besar pesan satu sisi dapat meningkatkan pengetahuan dan mengubah penilaian petani pada inovasi GAP bawang merah. Metode yang digunakan yaitu eksperimen model Solomon desain empat kelompok karena dinilai memiliki akurasi paling tinggi dibanding jenis eksperimen lainnya. Penelitian ini dilakukan di Desa Gempol Sari dengan melibatkan 48 petani yang dibagi ke dalam empat kelompok observasi. Hasil tes awal pengetahuan petani berada pada kategori sedang, setelah diberi perlakuan video pesan satu sisi kemudian meningkat hingga pada kategori tinggi. Selanjutnya, hasil tes awal pada penilaian petani menunjukkan sikap yang negatif (unfavorable) setelah diberi perlakuan video pesan satu sisi kemudian mereka mengubah sikapnya hingga pada kategori positif (favorable). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa desain pesan satu sisi yang ditayangkan kepada petani dengan media video terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan mengubah sikap petani menjadi lebih positif menyikapi inovasi GAP bawang merah.
Dinamika Gender dalam Ruang Maya Lusia Handayani; Vina Mahdalena; Ratu Laura Baskara; Uljanatunnisa Uljanatunnisa
Global Komunika : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8 No 2 (2025): Global Komunika Vol. 8 No. 2 2025
Publisher : FISIP UPNVJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33822/gk.v8i2.11359

Abstract

Perkembangan teknologi digital dalam kurun 2015–2025 telah merevolusi cara komunikasi dan konstruksi jender, sehingga memberi ruang bagi ekspresi gender yang lebih fleksibel. Penelitian ini meninjau literatur terkait praktik ekspresi jender di platform digital seperti Instagram, TikTok, forum daring, dan komunitas gaming. Metode yang digunakan adalah kualitatif-literature review, dengan analisis pada artikel jurnal peer-reviewed (2015–Mei 2025) yang difokuskan pada ekspresi identitas maskulin, feminin, dan non-biner, framing advokasi digital, serta dinamika pelecehan berbasis jender di dunia maya. Hasil kajian menunjukkan bahwa Generasi Z dan milenial memanfaatkan fitur multimodal—seperti filter, emotikon, GIF, dan hashtag—untuk membangun “self-branding” jender yang mengaburkan perbedaan tradisional. Identitas non-biner semakin muncul melalui pilihan avatar netral dan penggunaan pronoun “mereka” atau “they/them”. Meskipun ruang digital menawarkan peluang inklusif, bentuk pelecehan (misogini digital, slut-shaming, transfobia) masih marak terjadi, sementara moderasi platform di Indonesia hanya menindaklanjuti sekitar 30% laporan. Selain itu, perbedaan gaya komunikasi maskulin (kompetitif, langsung) dan feminin (kolaboratif, emotif) memudar di medium digital karena emotikon dan GIF menjadi penanda nuansa emosional, dan pengguna non-biner mengembangkan gaya komunikasi hibrid. Implikasi penelitian menekankan pentingnya literasi digital jender dan peningkatan moderasi agar ruang maya menjadi lebih aman dan inklusif.