Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of Legal Protection for Start-up Companies as Partner Companies in Venture Capital Agreements Sudja’i; Muzakki Affandi; Muh. Bangsu
LEGAL BRIEF Vol. 11 No. 1 (2021): Law Science and Field
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1107.987 KB)

Abstract

The focus of this research is to determine how investors in venture capital agreements and start-up enterprises as business partners are legally protected. This research employs an empirical-juridical qualitative method in conjunction with a descriptive analytic technique for collecting data via a literature review. The purpose of this research is to determine how investor businesses in venture capital agreements and start-up companies as business partners are legally protected. This research is also a review of the legal literature. According to the research and discussion, there have been no standards governing venture capital performance since Presidential Decree No. 9 of 2009 and Minister of Finance Decree No. 18/PMK.010/2012. The technique is predicated on the concept of contract freedom, which is realized through the submission of a contract (agreement) to the parties. The venture capital financing agreement is then implemented using a standard contract model determined in advance by the venture capital company, which frequently results in partner companies accepting only what the venture capital company offers, as the basic rules governing standard agreements in Indonesia are unavailable. These conditions create an imbalance between the parties and are frequently viewed as unfair—partner companies whose position as a weak party has not yet been adequately protected by law. which frequently results in partner companies accepting only what the venture capital company offers, as the basic rules governing standard agreements in Indonesia are unavailable. These conditions create an imbalance between the parties and are frequently viewed as unfair—partner companies whose position as a weak party has not yet been adequately protected by law which frequently results in partner companies accepting only what the venture capital company offers, as the basic rules governing standard agreements in Indonesia are unavailable. These conditions create an imbalance between the parties and are frequently viewed as unfair—partner companies whose position as a weak party has not yet been adequately protected by law.
Membangun Generasi Peduli Lingkungan Dalam Kegiatan Bersih-Bersih Taman di Kampus : Pengabdian Sudja’i; Salwa Putri Khoir; Muchammad Catur Rizky; Rommy Hardyansah; Jahroni
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5117

Abstract

Kegiatan membangun generasi peduli lingkungan dalam kegiatan bersih-bersih taman di kampus agar menjadi generasi muda yang selalu tanggung jawab. Kegiatan ini bertujuan untuk membina generasi muda yang peduli terhadap lingkungan melalui pelaksanaan kegiatan bersih-bersih taman di kampus. Kegiatan bersih-bersih di kampus menerapkan strategi Pengembangan Komunitas Berbasis Aset (ABCD) untuk meningkatkan lingkungan dan kualitas hidup mahasiswa. Pemanfaatan aset lokal dan potensi mahasiswa sebagai penggerak utama kegiatan merupakan dasar dari strategi Pengembangan Komunitas Berbasis Aset (ABCD) ini. Selain meningkatkan kualitas lingkungan, kegiatan ini memotivasi mahasiswa untuk aktif melestarikan dan merawat taman, yang merupakan area hijau yang memiliki signifikansi sosial dan ekologis. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dan tanggung jawab mahasiswa terhadap lingkungan kampus, yang tercermin dari partisipasi mereka yang konsisten dalam kegiatan kebersihan dan perawatan taman. Kesimpulan kegiatan ini menegaskan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis proyek dan partisipasi efektif dalam membentuk sikap peduli lingkungan pada generasi muda. Oleh karena itu, pendidikan lingkungan perlu diteruskan dan diintegrasi dalam aktivitas akademik dan sosial kampus guna mendukung kelestarian lingkungan secara berkelanjutan. Rekomendasi kegiatan ini adalah agar pihak kampus memperkuat program komunitas yang melibatkan mahasiswa dalam pelestarian lingkungan agar hasilnya lebih optimal dan berkelanjutan.