Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PELATIHAN MICROSOFT PROJECT BAGI GURU-GURU SMK DI WILAYAH KERJA 4 PROVINSI JAWA TIMUR Heri Suryaman; Hendra Wahyu Cahyaka; Krisna Dwi Handayani; Mas Suryanto H.S.
Jurnal Abadimas Adi Buana Vol 5 No 02 (2022): Jurnal Abadimas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/abadimas.v5.i02.a4597

Abstract

Guru wajib dan mampu berkembang menghadapi perkembangan teknologi. Pola pengajaran yang mampu mengubah peserta didik dari tidak bisa menjadi bisa memang baik. SMK di wilayah kerja 4 Jawa Timur telah bersepakat memerlukan pelatihan secara rutin untuk meningkatkan skill baik dalam hal materi bidang studi. Tujuan kegiatan pelatihan Microsoft project ini yaitu : (1) Peningkatan kompetensi professional bagi guru; dan (2) Peningkatan kerja sama antara SMK dengan Universitas Negeri Surabaya. Metode pelaksanaan kegiatan pada pelatihan yaitu pembuatan kurva “S” yang lebih detail menggunakan program Microsoft Project bagi guru-guru di SMK di Wilayah Kerja 4 Provinsi Jawa Timur. Kegiatan pelatihan Microsoft Project, meliputi: (1) Ceramah / penjelasan, Tanya jawab secara daring; (2) Diskusi dengan menuangkan pokok pikiran berkaitan dengan pembelajaran materi dan praktek Rencana Anggaran Belanja (RAB); (3) Praktek mengoperasikan Microsoft Project dipandu oleh Tim PKM; dan (4) Evaluasi hasil kegiatan pelatihan. Kegiatan pelatihan Microsoft Project secara daring ini sebagai alternative solusi pelaksanaan PKM di masa pandemic Covid-19. Capaian keberhasilan setiap peserta pelatihan sebanyak 38 guru rata-rata sebesar 82%. Terjadi peningkatan kompetensi professional bagi guru setelah mengikuti pelatihan. Selain itu juga, dengan terselenggaranya pelatihan ini dapat memberikan peningkatan kerja sama SMK se-wilayah kerja 4 Provinsi Jawa Timur dan Universitas Negeri Surabaya.
ANALISIS KERENTANAN FISIK WILAYAH PESISIR UTARA KOTA SURABAYA TERHADAP BENCANA BANJIR ROB Lynda Refnitasari; Hendra Wahyu Cahyaka; Krisna Dwi Handayani; Abdiyah Amudi
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol. 14 No. 2 (2022): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2022.014.02.2

Abstract

Kerentanan merupakan suatu kondisi dari komunitas atau masyarakat yang menyebabkan ketidakmampuan dalam menghadapi bencana. Kerentanan berpengaruh pada tinggi atau rendahnya tingkat risiko suatu bencana. Semakin tinggi tingkat kerentanan, maka risiko bencana pun akan semakin besar. Dan semakin rendah tingkat kerentanan, maka risiko bencana pun akan semakin kecil. Terdapat beberapa jenis kerentanan, yaitu fisik, sosial, ekonomi, dan lingkungan. Pada penelitian ini, akan memiliki fokus pembahasan pada kerentanan fisik. Sedangkan jenis kerentanan yang lainnya akan digunakan pada rangkaian penelitian berikutnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan skoring/pembobotan berdasarkan acuan dari Perka BNPB No 2 Tahun 2012. Berdasarkan hasil analisis terhadap tingkat kerentanan fisik di wilayah pesisir utara Kota Surabaya terhadap bencana banjir rob dapat diketahui bahwasannya terdapat dua kelurahan yang terkategori dalam tingkat kerentanan fisik tinggi yaitu Morokrembangan dan Perak Utara dengan skor kerentanan masing-masing 2.4. dan 2.6. Hal ini dikarenakan penggunaan lahan di dua kelurahan tersebut didominasi oleh bangunan rumah, fasilitas umum, dan fasilitas kritis lainnya. Analisis kerentanan fisik ini adalah upaya awal dalam menilai kerentanan secara keseluruhan, hingga akhirnya dapat digunakan sebagai pijakan untuk penyusunan strategi peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengantisipasi atau mencegah tingginya risiko bencana. Kata Kunci : kerentanan fisik, banjir rob, Surabaya.
Pelatihan Desain Grafis Menggunakan CorelDraw sebagai Tambahan Keterampilan Siswa SMK Negeri 7 Surabaya Lynda Refnitasari; Hendra Wahyu Cahyaka; Nurmi Frida D.B.P.; Muhammad Imaduddin
JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian dan Penerapan IPTEK) Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : LPPM ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jpp-iptek.2023.v7i1.3763

Abstract

Saat ini, pelajaran TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) menjadi salah satu mata pelajaran yang wajib untuk dikuasai oleh setiap siswa di masing-masing sekolah. Akan tetapi, materi-materi yang didapatkan terkait mata pelajaran TIK ini sebatas pada pengenalan secara umum, seperti aplikasi Microsoft Office, yang terdiri atas Microsoft Word, Excel, dan PowerPoint. Cukup jarang sekolah yang membekali siswanya dengan keterampilan desain grafis dalam proses pembelajaran TIK. Padahal, keterampilan di bidang desain grafis saat ini sangat banyak dibutuhkan di dunia kerja, mulai dari percetakan, advertising, multimedia, maupun industri-industri kreatif lainnya. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka kegiatan PKM ini bertujuan untuk membantu mitra, yaitu SMKN 7 Surabaya, dalam meningkatkan kemampuan siswa, khususnya terkait dengan penguasaan aplikasi CorelDraw untuk pembuatan desain grafis. Adapun pelatihan yang diberikan meliputi pengenalan fungsi dasar CorelDraw beserta tools yang ada di dalamnya. Selanjutnya, pelatihan juga meliputi praktik dalam pembuatan desain logo, curriculum vitae, dan poster. Di samping itu, modul pelatihan juga disediakan untuk memudahkan siswa dalam mempraktikkan setiap tahapan dalam desain grafis. Dari lembar evaluasi yang diisi oleh siswa, diperoleh hasil rata-rata bahwa lebih dari 75% siswa yang mengikuti pelatihan menyatakan bahwa teori yang disampaikan oleh pemateri mudah untuk dipahami dan modul yang diberikan mudah untuk dipraktikkan. Hal ini berdampak positif pada bertambahnya keterampilan siswa dalam mendesain logo, curriculum vitae, dan juga poster.
PENERAPAN MEDIA SKETCHUP DAN MODEL PEMBELAJARAN EXPLICIT INSTRUCTION DALAM PROSES PEMBELAJARAN NOVIAR RAHMAN MAULANA; Hendra Wahyu Cahyaka
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v7i1.37544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan media SketchUp dalam proses pembelajaran, dan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan menerapkan model Explicit Instruction dalam proses pembelajaran. Metode penelitian artikel ini dilakukan dengan studi literatur terhadap beberapa hasil penelitian terdahulu. Data yang diambil berupa hasil kelayakan dan hasil belajar siswa dari beberapa artikel atau jurnal. Kemudian, dilakukan peninjauan kembali untuk mengetahui hasil perbandingan antara presentase kelayakan dan perolehan hasil belajar dari kelas kontrol dan kelas eksperimen dalam penggunaan media SketchUp dari beberapa hasil penelitian artikel atau jurnal. Hasil perbandingan kelayakan media SketchUp dari beberapa jurnal yang sudah direview ternyata mendapatkan hasil dalam kategori sangat layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran. Hal ini sejalan dengan salah satu jurnal dari Priyo Nur Cahyanto (2019) dimana hasilnya menyatakan bahwa kelayakan validasi yang sudah dinyatakan valid oleh 3 validator, pada aspek ilustrasi dengan nilai 83,33% sebagai nilai tertinggi. Media visual tiga dimensi tersebut memiliki keunggulan yang ditunjukkan pada aspek ilustrasi sehingga dapat meningkatkan minat belajar dan hasil belajar siswa. Sedangkan penerapan model pembelajaran Explicit Instruction juga dinyatakan layak dijadikan sebagai proses pembelajaran. Hal ini sejalan dengan-penelitian Qorri Aina (2016) dimana hasil belajar di kelas eksperimen terdapat peningkatan pada hasil belajar lebih baik daripada kelas kontrol.
STUDI LITERATUR TENTANG PENERAPAN MEDIA VIDEO TUTORIAL PADA MATA PELAJARAN MENGGAMBAR AUTOCAD 2D Talitha Febriana Nur Rahmah; Hendra Wahyu Cahyaka
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v8i2.49927

Abstract

Media pembelajaran merupakan hal terpenting yang dapat mempengaruhi proses belajar mengajar, terlebih lagi dalam pelajaran menggambar AutoCAD. Peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami pembelajaran yang diberikan oleh pendidik, maka dibutuhkan media pendukung pembelajaran yang lebih menarik serta menambah motivasi belajar seperti video tutorial untuk mempermudah peserta didik serta pendidik pada proses belajar mengajar. Penelitian ini menerapkan pendekatan tinjauan pustaka atau studi literatur untuk melakukan analisis terhadap lima jurnal yang telah diterbitkan sebelumnya dengan judul yang relevan. penelitian ini akan membahas sejumlah mata pelajaran yang terkait dengan penggunaan video pembelajaran dikelas, seperti kelayakan media pembelajaran, reaksi siswa, dan hasil pembelajaran bagi siswa. Temuan penelitian tentang pendidikan berbasis penggunaan media video tutorial oleh Kurniawan (2012), Jawami (2014), Andriawan (2015), Nashiruddin (2018), dan Muhtar (2021) dari hasil kelayakan media pembelajaran mengungkapkan hasil yang sangat menjanjikan. Hasil respon peserta didik mengungkapkan hasil yang sangat layak . Selain itu terdapat bukti peningkatan hasil belajar peserta. Hasil dari penerapan media video tutorial ini dapat disimpulkan efektif sehingga disarankan untuk digunakan. Kata Kunci: Media Pembelajaran, AutoCAD, Video tutorial.
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN ANIMASI 3D MENGGUNAKAN SKETCHUP PADA ELEMENT STRUKTUR BANGUNAN PERUMAHAN Luqman Baskara; Hendra Wahyu Cahyaka
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v9i1.51622

Abstract

PENGEMBANGAN E-MODUL UNTUK MENINGKATKAN SPATIAL VISUALIZATION INTELLIGENCE PADA MATERI PROYEKSI ORTOGONAL DI SMK NEGERI 1 SIDOARJO Chotmi Syayidah Maulidya; Hendra Wahyu Cahyaka
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v9i1.57641

Abstract

Many students who lacked spatial visualization intelligence or spatial-visual skills found it difficult to analyze, comprehend, and interpret engineering drawings, especially when competing with DPIB skills. However, this ability can be enhanced through precise educational approaches, such as using media that aligns with the subject's concept, like e-modules. The objective of this study was to gain insights into two things: (1) the effectiveness of e-modules in enhacing spatial visualization intelligence, as assessed through student assesment in orthogonal projection material, and (2) student feedback on the e-module for learning orthogonal projection material.The study employed the RnD ASSURE research method, encompassing six steps: analyze learners; state objectives; select methods, media, and materials; utilize media and materials; require learner's participation; and evaluate and revise. The product trial phase involved a quasi-experimental pretest-posttest control group design conducted on X-DPIB students at SMK Negeri 1 Sidoarjo. The experimental group, utilizing the e-module, achieved an average n-gain value of 0.62, categorized as "Medium" effectiveness. In contrast, the control group, employing PowerPoint as the medium, obtained an average n-gain of 0.56, also falling under the "Medium" effectiveness criterion. The experimental group showed an average n-gain value of 0.62, providing empirical evidence that the e-module is more effective in enhancing student's spatial visualization intelligence than the PowerPoint used by the control group. The research data indicates that the average student feedback on the orthogonal projection e-module was favorable with an average response value of 4.59, which corresponds to a percentage of 91.7%. This percentage falls within the "Very good" qualification level.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM GAME TOURNAMENT DENGAN MEDIA AUTOCAD 2018 PADA MATA PELAJARAN KONSTRUKSI DAN UTILITAS GEDUNG TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI DPIB SMKN 2 SURABAYA Irsyad Surya Wijaya; Hendra Wahyu Cahyaka
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v9i2.58772

Abstract

M-Learning dengan Android sebagai Media Mata Pelajaran Pengelolaan Sumber Daya Manusia, Bahan, dan, Peralatan Rizal Amien Ardiansyah; Hendra Wahyu Cahyaka
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v9i2.59312

Abstract

PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO 3D SKETCHUP PADA MATERI MENGGAMBAR POTONGAN RUMAH TINGGAL DUA LANTAI KELAS XI DPIB DI SMK NEGERI 1 KEDIRI Inas Lana Salsabil; Hendra Wahyu Cahyaka
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v10i2.64499

Abstract

Dalam proses pembelajaran, pemahaman peserta didik terhadap materi yang diajarkan tentunya sangat penting. Dari hasil pengamatan yang dilakukan di SMK Negeri 1 Kediri pada program keahlian Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) saat praktik menggambar 2D menggunakan software autocad, peserta didik mengalami kesulitan dalam menggambar potongan rumah tinggal 2 lantai. Dari permasalahan tersebut dilakukan penelitian yang bertujuan menghasilkan media video animasi 3D berbasis sketchup untuk menambah pemahaman peserta didik mengenai bangunan. Penelitian ini menggunakan metode research and developmet dengan model hannafin and peck, dimana terdapat tiga tahap yaitu analisis kebutuhan, desain produk, dan pengembangan produk. Proses pengembangan melalui uji validitas yang melibatkan ahli untuk mengetahui kelayakan media. Proses validasi ini mendapat persentase sebesar 87,5% dan dinyatakan “sangat layak”. Kemudian dilakukan uji skala kecil untuk mengetahui keefektifan media dengan melibatkan 10 peserta didik dari kelas XI DPIB 2, hasilnya media pembelajaran mendapat persentase sebesar 81,17% dengan kritera “sangat layak”. Proses terakhir yaitu Uji skala besar yang melibatkan 31 peserta didik dari kelas XI DPIB 1. Tes dengan menggunakan media video tersebut berhasil menuntaskan 25 peserta didik, jika dipersentasekan terhadap total peserta didik yaitu sebesar 80,64%, nilai tersebut mencapai indikator ketuntasan tujuan pembelajaran dan dinyatakan “tuntas” Kata Kunci : Gambar Potongan, Model Penelitian Hannafin and Peck, Tujuan Pembelajaran,Video 3D Sketchup