Zikra Azizah
Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Padang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan Metode DPPH dalam Penentuan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanol Dan Fraksi Daun Sukun (Artocarpus Altilis (Parkinson Ex F. A. Zorn) Fosberg) Sestry Misfadhila; Zikra Azizah; Lisa Maisarah
Jurnal Farmasi Higea Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.504 KB) | DOI: 10.52689/higea.v11i1.216

Abstract

Senyawa antioksidan memiliki peran penting dalam kesehatan yang dapat melindungi tubuh terhadap kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Salah satu tanaman obat yang berpotensi sebagai antioksidan alami adalah daun sukun (Artocarpus altilis (Parkinson ex F. A. Zorn) Fosberg). Pada penelitian ini dilakukan analisis senyawa kimia dan aktivitas antioksidan dari ekstrak metanol dan fraksi daun sukun. Daun sukun di maserasi dengan pelarut metanol dan difraksinasi menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat dan air. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun sukun mengandung senyawa alkaloid, flavonoid,fenolik, tanin, saponin dan steroid. Fraksi n-heksan mengandung senyawa alkaloid, flavonoiddan steroid. Fraksi etil asetat mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, fenolik dan tanin, sedangkan fraksi air mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, fenolik, saponin dan tanin. Hasil pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH menunjukkan bahwa ekstrak metanol, fraksi n-heksan, fraksi etil asetat dan fraksi air daun sukun mempunyai aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 berturut-turut sebesar 471,34, 2511,29, 4182,14 dan 2869,72 µg/mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol dan fraksi daun sukun memiliki aktivitas antioksidan sangat lemah.
PERBANDINGAN PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK ETANOL DAUN ASAM KANDIS MUDA DAN TUA (Garcinia mangostana L.) Ulfa Ismirza; Elmi Sariani Hasibuan; Sestry Misfadhila; Zikra Azizah
Jurnal Farmanesia Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Banyak tanaman secara alami mengandung zat kimia fenolik yang disebut flavonoid. Flavonoid tanaman memiliki sifat antioksidan, antibakteri, antivirus, antiradang, antialergi, dan antikanker. Tujuan: Kandungan flavonoid total ekstrak etanol daun asam kandis muda dan tua dibandingkan dalam penelitian ini menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Metode: Sampel dimaserasi dalam etanol 70% dan 96%. Ekstrak dikarakterisasi dengan uji organoleptik, rendemen, susut pengeringan, dan kadar abu. HCl pekat dan logam magnesium digunakan untuk analisis kualitatif. Pada 431 nm, spektrofotometri UV-Vis digunakan untuk analisis kuantitatif. Hasil: Ekstrak bersifat kental, berwarna coklat kehitaman, berbau khas, dan rasa pahit. Rendemen daun muda sebesar 10,98% dan daun tua 12,20%. Susut pengeringan daun muda 7,20% dan daun tua 9,02%. Kadar abu daun muda 3,56% dan daun tua 1,63%. Hasil analisis kualitatif menunjukkan keduanya positif mengandung flavonoid. Kadar flavonoid total daun muda sebesar 32,6498 mg QAE/g dan daun tua sebesar 42,5738 mg QAE/g. Kesimpulan: Daun asam kandis tua memiliki total flavonoid lebih banyak dibandingkan daun asam kandis muda.