Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perbaikan Proses Produksi pada IKM Tahu Sari Murni Mojosongo Menggunakan Metode Good Manufacturing Practice (GMP) dan Work Improvement In Small Enterprise (WISE) Bambang Suhardi; Riska Permana Sari; Pringgo Widyo Laksono
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.035 KB) | DOI: 10.30656/intech.v6i1.2297

Abstract

IKM Tahu Sari Murni Mojosongo adalah industri tahu yang sedang berkembang di Surakarta. Proses produksi di IKM Tahu ini belum menerapkan standar Good Manufacturing Practices (GMP) yang dikeluarkan oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) dan belum memperhatikan keselamatan kerja karyawan seperti dalam pedoman Work Improvement In Small Enterprise (WISE). Hal ini dibuktikan dengan hasil evaluasi kondisi aktual dengan pedoman GMP dan WISE masih banyak ditemukan penyimpangan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perbaikan proses produksi di IKM yang dievaluasi menggunakan daftar periksa GMP-WISE. Daftar periksa GMP-WISE yang diperoleh memiliki 6 kriteria yaitu penyimpanan dan penanganan material/peralatan, desain tempat kerja, fasilitas kesejahteraan, organisasi pekerjaan, pengendalian proses produksi, dan program higiene dan sanitasi. Penilaian daftar periksa tersebut diperkuat dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mendapatkan keputusan terbaik dari sejumlah kriteria pada daftar periksa GMP-WISE. Hasil dari penilaian menunjukkan bahwa kriteria program higiene dan sanitasi di IKM merupakan prioritas perbaikan proses produksi. Usulan yang diberikan untuk perbaikan proses produksi di IKM adalah perancangan peraturan rutin karyawan produksi dan perancangan Standard Operating Procedure (SOP) kebersihan area kerja.
Evaluasi dan Perancangan Aksesibilitas Fasilitas Stasiun untuk Penyandang Disabilitas : Studi Kasus Empat Stasiun di Solo Raya Bambang Suhardi; Dhiaul Amar Naufal
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 37 No. 2 (2025): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v37i2.2412

Abstract

Aksesibilitas bagi penyandang disabilitas di fasilitas publik, termasuk stasiun kereta, masih belum memadai. Kondisi ini menghambat mobilitas mereka dalam menggunakan transportasi umum, khususnya di wilayah Solo Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan merancang ulang aksesibilitas fasilitas di empat stasiun kereta api di Solo Raya, yaitu Stasiun Palur, Stasiun Purwosari, Stasiun Solo Balapan, dan Stasiun Solo Jebres, guna meningkatkan kesetaraan akses bagi penyandang disabilitas. Metode yang digunakan meliputi observasi langsung dengan tabel checklist yang disusun berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 14 Tahun 2017. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, dan penentuan prioritas perbaikan fasilitas menggunakan metode Borda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Stasiun Solo Jebres memiliki skor aksesibilitas terendah dengan indeks 0,57, sehingga tergolong dalam kategori kurang mudah diakses, sementara Stasiun Solo Balapan memiliki skor tertinggi dengan indeks 0,75, diikuti oleh Stasiun Purwosari dengan indeks 0,72, dan Stasiun Palur dengan indeks 0,64. Usulan perbaikan diberikan pada lima fasilitas prioritas, yaitu handrail, area parkir, tapping gate, musala, dan ramp, dengan desain yang disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan penyandang disabilitas.
Analisis Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Industri Gamelan Wirun Palu Gongso Agustina Citrawati; Bambang Suhardi; Irwan Iftadi; Eko Liquiddanu; Meiyanto Eko Sulistyo
Performa: Media Ilmiah Teknik Industri Vol 20, No 1 (2021): Performa: Media Ilmiah Teknik Industri
Publisher : Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/performa.20.1.45581

Abstract

Industri Gamelan Wirun Palu Gongso merupakan industri informal yang hingga saat ini belum memperhatikan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dengan baik. Berdasarkan hasil observasi ditemukan perilaku dan kondisi yang tidak aman serta keluhan kesehatan maupun kecelakaan kerja yang pernah dialami oleh pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai potensi bahaya di tempat kerja dan menentukan prioritas potensi bahaya untuk diperbaiki serta memberikan usulan perbaikan pada potensi bahaya dengan prioritas tertinggi. Pendekatan ergonomi partisipatori digunakan untuk menyelesaikan permasalahan pada penelitian ini. ILO-PATRIS Checksheet digunakan untuk mengidentifikasi potensi bahaya di tempat kerja. Metode delphi digunakan untuk menentukan potensi bahaya yang memiliki prioritas tertinggi untuk diperbaiki. Hasil ILO-PATRIS Checksheet menunjukkan terdapat 19 sub-aspek di tempat kerja yang memerlukan perbaikan. Berdasarkan hasil metode delphi prioritas perbaikan terdapat pada sub-aspek kebisingan. Usulan perbaikan dengan tahapan eliminasi, substitusi, engineering control, administrative control dan penggunaan APD difokuskan untuk mengendalikan kebisingan di tempat kerja.