Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Penurunan Kandungan Polutan pada Lindi dengan Metode Elektrokoagulasi-Adsorbsi Karbon Aktif Anang Takwanto; Asalil Mustain; Hadi Priya Sudarminto
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2018): April 2018
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.86 KB) | DOI: 10.33795/jtkl.v2i1.37

Abstract

Sampah merupakan suatu masalah yang sering dialami oleh penduduk di kota-kota besar di Indonesia, dimana dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk menyebkan volume sampah menjadi semakin meningkat. Salah satu dampak dari timbunan sampah adalah terbentuknya lindi, dimana lindi yang tidak diolah dengan baik akan menybakan terjadinya pencemaran air tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menurukan kandungan polutan dalam lindi dengan menggunakan metode kombinasi elektrokoagulasi-adsorbsi karbon aktif. Tahapan proses penelitian ini diawali dengan proses elektrogaulasi limbah lindi dengan elektrode besi dan varibabel peubah adalah rapat arus dan kandungan garam pada larutan elektrolitnya, selanjutnya hasil dari proses tersebut di proses lebih lanjut dengan proses adsorbsi menggunakan karbon aktif, parameter yang diuji pada produk adalah nilai TSS, BOD, turbidity, dan pH nya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses elektrokoagulasi dapat menurunkan TSS (95% ) dari 24,375 mg/l menjadi 1,875mg/l dan BOD (91,60%) dari 893,25 mg/l menjadi 79,46 mg/l . Sedangkan metode kombinasi elektrokoagulasi dan adsorbsi karbon aktif ini dikatakan sangat efektif untuk mengurangi konsentrasi polutan pada lindi pada rapat arus 1,01 mA/cm2 dan kandungan garam 0,5% dihasilkan penurunan sebesar 77,49% dan setelah melewati proses adsorbsi karbon aktif dihasilkan penurunan sebesar 91,60%.Hasil tersebut sesuai dengan baku mutu lindi yang dsesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia No. P.59/Menlhk/Setjen/Kum.1/7/2016 Garbage is a problem that is often experienced by residents in big cities in Indonesia, where with the increasing number of residents increasing the volume of waste is increasing. One of the impacts of waste accumulation is the formation of leachate, where leachate that is not treated properly will cause the occurrence of groundwater contamination. This study aims to reduce pollutant content in leachate by using combination method of activated carbon electrocoagulation. Stages of this research process begins with electrogaulation process of leachate waste with iron electrode and variable variables is the current density and salt content in electrolyte solution, then the results of the process in the process further by adsorption process using activated carbon, the parameters tested on the product is the value of TSS, BOD, turbidity and pH. The results showed that electrocoagulation process could decrease TSS (95%) from 24.375 mg / l to 1.875 mg / l and BOD (91.60%) from 893.25 mg / l to 79.46 mg / l. While the combination method of electrocoagulation and adsorption of activated carbon is said to be very effective to reduce the concentration of pollutants in leachate at a current density of 1.01 mA / cm2 and 0.5% salt content produced a decrease of 77.49% and after passing the adsorption process of activated carbon produced a decrease of 91.60%. The results are in accordance with the leachate quality standard that is compatible with the Minister of Environment and Forestry Regulation of the Republic of Indonesia No. P.59 / Menlhk / Setjen / Kum.1 / 7/2016.
ANALISA KANDUNGAN AIR PENDINGIN (SIRKULASI) T. 6520 DAN T.6530 PADA SERVICE UNIT III A PT PETROKIMIA GRESIK Wahyu Pujianto; Hadi Priya Sudarminto; Rohmad Taufiqi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.276

Abstract

Menara pendingin berguna untuk mendinginkan air dengan sistem kontak langsung yang mengakibatkan sebagian air menguap. Air yang akan digunakan dalam proses pendinginan disebut air demineral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kandungan air demineralisasi yang digunakan sebagai air pendingin agar memenuhi spesifikasi. Analisa kandungan air pada T.6520 dan T.6530 dilakukan dengan metode studi literatur dari penelitian terdahulu yang dilakukan pada hari kerja serta dilakukan pencatatan secara berkala. Variabel uji antara lain pH, daya hantar listrik, kesadahan Ca, dan silika. pH air pada T.6520 dan T.6530 berturut turut 7.4, 7.5, 7.5 dan 7.8, 8.2, 8.2, kesadahan Ca pada T.6520 dan T.6530 berturut turut 420 ppm, 410 ppm, 420 ppm dan 410 ppm, 430 ppm, 430 ppm, daya hantar listrik pada T.6520 dan T.6530 berturut turut 1540 µS/cm, 1532 µS/cm, 1540 µS/cm dan 1690 µS/cm, 1702 µS/cm, 1709 µS/cm, kadar silika pada T.6520 dan T.6530 berturut turut 95 ppm, 90 ppm, 93 ppm dan 102 ppm, 95 ppm, 99 ppm. Hasil dari analisa kandungan T.6520 dan T.6520 menunjukkan kualitas air untuk pendingin T.6520 dan T.6530 memenuhi standar minimum SASU PT Petrokimia Gresik sehingga air demineral ini layak digunakan sebagai air pendingin T.6520 dan T.6530 di unit servis pabrik III A.