Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBEDAAN INDEKS DEBRIS SEBELUM DAN SETELAH MENYIKAT GIGI DENGAN POSISI LAP TO LAP PADA ANAK USIA 2-3 TAHUN DI PAUD AL JANNAH Niakurniawati Niakurniawati; Herry Imran; Nasri Nasri
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 8, No 2 (2018): MEI 2018
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.353 KB)

Abstract

Karies merupakan masalah utama dalam kesehatan gigi mulut dan tingginya tingkat akumulasi plak merupakan factor prediposisi terjadinya karies gigi. Akumulasi debris dapat dikendalikan dengan menyikat gigi merupakan metode pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut yang efektif dan sering digunakan dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan indeks debris sebelum dan setelah menyikat gigi dengan posisi lap to lap pada usia 2-3 tahun. Jenis penelitian eksperimental semu dengan pengambilan subjek dilakukan dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian terdapat perbedaan indeks debris sebelum dan setelah menyikat gigi dengan posisi lap to lap pada anak usia 2-3 tahun di PAUD Al Jannah Banda Aceh. Hal ini berarti menyikat gigi dengan posisi lap to lap secara signifikan dapat menyebabkan penurunan indeks debris pada anak yang berusia 2-3 tahun. Indeks debris sebelum menyikat gigi dengan posisi lap to lap pada anak usia 2-3 tahun di PAUD Al Jannah Banda Aceh masuk dalam kategori sedang dengan skor plak 1,9 dan Indeks debris setelah menyikat gigi dengan posisi lap to lap pada anak usia 2-3 tahun di PAUD Al Jannah Banda Aceh masuk dalam kategori baik dengan skor debris 0,2. Diharapkan menyikat gigi dengan posisi lap to lap dapat diperkenalkan kepada masyarakan luas melalui sosialisasi dibidang kesehatan (promotif), guna menambah pengetahuan orangtua tentang kesehatan gigi anak dan meningkatkan kepedulian orang tua mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut anak. Kata kunci: Menyikat gigi, Lap to Lap
EFEKTIVITAS MENGUNYAH BUAH APEL (MALUS DOMESTICA) DAN MENGUNYAH BUAH NANAS (ANANAS COMOSUS (L.) MERR) TERHADAP INDEKS PLAK GIGI Nurdin Nurdin; Nasri Nasri; Herry Imran
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.5943

Abstract

Latar Belakang: Plak gigi merupakan lapisan lunak yang berisi kumpulan mikroorganisme dan melekat pada permukaan gigi. Penumpukan plak dapat meningkatkan risiko karies, gingivitis, dan gangguan periodontal apabila tidak dibersihkan secara teratur. Selain menyikat gigi, konsumsi buah berserat seperti apel dan nanas sering dianggap dapat membantu pembersihan mekanis permukaan gigi melalui proses pengunyahan dan stimulasi saliva. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas mengunyah buah apel (Malus domestica) dan mengunyah buah nanas (Ananas comosus (L.) Merr) terhadap penurunan indeks plak gigi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan rancangan pretest-posttest two group design. Sampel berjumlah 60 responden yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 30 responden kelompok apel dan 30 responden kelompok nanas. Indeks plak diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan indeks plak Silness dan Loe. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji paired t-test serta independent t-test dengan tingkat kemaknaan p-value < 0,05. Hasil: Rata-rata indeks plak kelompok apel menurun dari 2,04 menjadi 1,52, sedangkan kelompok nanas menurun dari 2,08 menjadi 1,32. Hasil uji paired t-test menunjukkan terdapat penurunan indeks plak yang signifikan pada kedua kelompok dengan p-value 0,001. Perbandingan penurunan indeks plak antara kedua kelompok menunjukkan p-value 0,018, sehingga terdapat perbedaan efektivitas antara mengunyah apel dan nanas. Kesimpulan: Mengunyah buah apel dan buah nanas sama-sama efektif menurunkan indeks plak gigi, namun mengunyah buah nanas menunjukkan penurunan indeks plak yang lebih besar pada data contoh ini. Edukasi kesehatan gigi perlu menekankan bahwa konsumsi buah berserat dapat menjadi upaya tambahan, tetapi tidak menggantikan kebiasaan menyikat gigi dan membersihkan sela gigi secara teratur.