Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

EFEKTIVITAS MENYIKAT GIGI DENGAN MENGGUNAKAN METODE ROLL DAN BASS TERHADAP STATUS KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 58 KOTA BANDA ACEH Nurdin Nurdin; Amiruddin Amiruddin; Finaul Asyura
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Hasil pemeriksaan awal yang dilakukan pada 18 Desember 2023 pada siswa kelas IV SD Negeri 58 Kota Banda Aceh telah dilakukan 10 sampel tentang kebersihan gigi dan mulut dengan metode OHI-S (Oral Hygiene Index Simplified). Ditemukan bahwa tidak ada siswa yang memiliki debris indeks sangat baik, 4 diantaranya memiliki debris sedang dan 6 diantaranya memiliki debris dengan kategori buruk. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas menyikat gigi dengan tehnik populasi dengan menggunakan metode roll dan bass terhadap status kebersihan gigi dan mulut pada Siswa Kelas IV SD Negeri 58 Kota Banda Aceh. Metode Penelitian: Pada penelitian ini peneliti melakukan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode pre-experimental design tipe one group pretestposttest. Hasil Penelitian:Menyikat gigi dengan menggunakan metode roll dengan rata-rata OHI-s 2.16 sedangkan sesudah diberikan intervensi menyikat gigi metode roll 1,36 maka diperoleh selisih sebesar 0,8. Menyikat gigi metode bass dengan rata-rata OHI-s sebesar 2.08 sedangkan sesudah diberikan intervensi menyikat gigi metode bass 1.16 maka diperoleh selisih sebesar 0,92. Diketahui nilai signifikan lebih kecil dari nilai probablitas (p) yaitu 0,000 0,05 pada pretest dan posttest menyikat gigi dengan menggunakan metode bass dan 0,002 0,05. Kesimpulan dan Saran: Menyikat gigi menggunakan metode bass lebih efektif meningkatkan status kebersihan gigi dan mulut pada siswa kelas IV SD Negeri 58 Kota Banda Aceh. Dari hasil penelitian dapat disarankan kepada siswa untuk menyikat gigi dengan tehnik bass.
EFEKTIVITAS MENGUNYAH BUAH APEL (MALUS DOMESTICA) DAN MENGUNYAH BUAH NANAS (ANANAS COMOSUS (L.) MERR) TERHADAP INDEKS PLAK GIGI Nurdin Nurdin; Nasri Nasri; Herry Imran
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.5943

Abstract

Latar Belakang: Plak gigi merupakan lapisan lunak yang berisi kumpulan mikroorganisme dan melekat pada permukaan gigi. Penumpukan plak dapat meningkatkan risiko karies, gingivitis, dan gangguan periodontal apabila tidak dibersihkan secara teratur. Selain menyikat gigi, konsumsi buah berserat seperti apel dan nanas sering dianggap dapat membantu pembersihan mekanis permukaan gigi melalui proses pengunyahan dan stimulasi saliva. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas mengunyah buah apel (Malus domestica) dan mengunyah buah nanas (Ananas comosus (L.) Merr) terhadap penurunan indeks plak gigi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan rancangan pretest-posttest two group design. Sampel berjumlah 60 responden yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 30 responden kelompok apel dan 30 responden kelompok nanas. Indeks plak diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan indeks plak Silness dan Loe. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji paired t-test serta independent t-test dengan tingkat kemaknaan p-value < 0,05. Hasil: Rata-rata indeks plak kelompok apel menurun dari 2,04 menjadi 1,52, sedangkan kelompok nanas menurun dari 2,08 menjadi 1,32. Hasil uji paired t-test menunjukkan terdapat penurunan indeks plak yang signifikan pada kedua kelompok dengan p-value 0,001. Perbandingan penurunan indeks plak antara kedua kelompok menunjukkan p-value 0,018, sehingga terdapat perbedaan efektivitas antara mengunyah apel dan nanas. Kesimpulan: Mengunyah buah apel dan buah nanas sama-sama efektif menurunkan indeks plak gigi, namun mengunyah buah nanas menunjukkan penurunan indeks plak yang lebih besar pada data contoh ini. Edukasi kesehatan gigi perlu menekankan bahwa konsumsi buah berserat dapat menjadi upaya tambahan, tetapi tidak menggantikan kebiasaan menyikat gigi dan membersihkan sela gigi secara teratur.
HUBUNGAN KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT DENGAN GINGIVITIS PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS KUTA BARO KABUPATEN ACEH BESAR Nurdin Nurdin; Amiruddin Amiruddin; Finaul Asyura
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5528

Abstract

Ibu hamil cenderung mengabaikan kebersihan dirinya, termasuk kebersihan gigi dan mulutnya. Sehingga ibu hamil sering mengalami beberapa gangguan pada rongga mulutnya antara lain gingivitis, dan peradangan pada gusi. Berdasarkan pemeriksaan awal yang dilakukan penulis terhadap 10 orang ibu hamil yang dilakukan pemeriksaan kebersihan mulut dan pemeriksaan status gingivitis, didapatkan 9 orang ibu hamil memiliki OHIS dengan kategori buruk dan 1 orang ibu hamil memiliki OHIS dengan kategori sedang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kebersihan gigi dan mulut dengan gingivitis pada ibu hamil di Puskesmas Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional melalui metode pemeriksaan status kebersihan gigi dan mulut dan status gingivitis. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang berkunjung di Puskesmas Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar yang berjumlah 30 orang ibu hamil dengan teknik accidental sampling. Analisa data menggunakan uji statistic yaitu uji Chi-square. Berdasarkan hasil penelitian menyatakan bahwa status kebersihan gigi dan mulut pada kategori sedang memiliki gingivitis dalam kriteria peradangan sedang yaitu 5 orang (17%) dan status kebersihan gigi dan mulut pada kategori buruk memiliki gingivitis dalam kriteria peradangan berat yaitu 10 orang (33%). Berdasarkan hasil uji statistik bahwa ada hubungan antara kebersihan gigi dan mulut pada ibu hamil dengan gingivitis ( p = 0,00). Kesimpulan yang dapat diambil bahwa ada hubungan kebersihan gigi dan mulut dengan gingivitis pada ibu hamil. Dan disarankan kepada ibu hamil untuk lebih meningkatkan kesadaran agar selalu menjaga kebersihan dan kesehatan gigi dan mulutnya di masa-masa kehamilan.
EDUKASI PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) PASCA BANJIR MELALUI PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DI GAMPONG MEUNASAH LHOK, KABUPATEN PIDIE JAYA Finaul Asyura; Chairanisa Anwar; Fitria Fitria; Siti Samaniyah; Rahmat Akbar; Syarifah Asyura; Rouzatun Nisa; Ulfa Husna Dhirah; Nurdin Nurdin; Ratna Wilis
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 8, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit infeksi yang ditularkan melalui gigitan nyamuk dan masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di daerah tropis, termasuk Indonesia. Kondisi pasca banjir dapat meningkatkan risiko penularan DBD karena adanya genangan air, sampah, barang bekas, dan tempat penampungan air yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai cara penularan dan pencegahan DBD dapat menyebabkan rendahnya kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama setelah banjir. Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pencegahan DBD pasca banjir di Gampong Meunasah Lhok, Kabupaten Pidie Jaya. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, tanya jawab, serta pembagian media edukasi mengenai pencegahan DBD dan penerapan 3M Plus. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat antusias dan aktif mengikuti edukasi. Peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai penularan DBD, tanda dan gejala, tempat perkembangbiakan nyamuk, pentingnya kebersihan lingkungan, serta upaya pencegahan DBD setelah banjir. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk menerapkan 3M Plus secara rutin, menjaga kebersihan lingkungan, memberantas sarang nyamuk, serta berperan aktif dalam mencegah penularan DBD pasca banjir secara berkelanjutan.
GAMBARAN STATUS KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PEROKOK DI DUSUN PAYA SERNGI DESA TIMANGAN GADING KECAMATAN KEBAYAKAN KABUPATEN ACEH TENGAH Nurdin Nurdin; Henny Febriani; Wirza Wirza; Amiruddin Amiruddin; Finaul Asyura
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4799

Abstract

Kebersihan gigi dan mulut merupakan keadaan dimana mulut bebas dari plak dan kalkulus, kebersihan gigi dan mulut ditentukan oleh sisa makanan, plak, kalkulus, material alba, dan noda stain pada permukaan gigi. hasil wawancara dan pemeriksaan yang dilakukan di dusun paya serngi desa timang gading ditemukan masalah bahwa rata rata masyarakat dusun paya serngi, tidak melakukan pemeliharaan terhadap kesehatan gigi dan mulut seperti menyikat gigi dua kali sehari yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur dan tidak melakukan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut setiap enam bulan sekali. Rumusan masalah bagaimana gambaran status kebersihan gigi dan mulut pada perokok. Tujuan untuk mengetahui gambaran status kebersihan gigi dan mulut perokok di dusun paya serngi desa timangan gading kecamatan kebayakan kabupaten aceh tengah.Penelitian ini bersifat deskriptif, dilakukan dengan pemeriksaan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 kepala keluarga yang merokok di desa timangan gading kecamatan kebayakan kabupaten aceh tengah dengan menggunakan teknik purposif sampling.Hasil penelitian yang di dapat dari 30 sampel kepala keluarga Dusun Paya Serngi Desa Timangan Gading Kecamatan Kebayakan Kabupaten Aceh Tengah tengah pada kategori baik dengan jumlah 5 orang (16,67%), kategori sedang 16 orang (53,33%), dan kategori buruk 9 orang (30%).Kesimpulan yang di dapat bahwa status kebersihan gigi dan mulut perokok di Dusun Paya Serngi Desa Timangan Gading Kecamatan Kebayakan Kabupaten Aceh Tengah berada pada kategori sedang dengan jumlah 16 orang (53,33%). Saran untuk masyarakat Dusun Paya Serngi Desa Timangan Gading agar lebih menjaga kesahatan gigi dan mulut nya, dengan cara menyikat gigi pagi dan malam sebelum tidur, serta melakukan pemeriksaan rutin setiap 6 bulan sekali ke puskesmas.
EDUKASI BAHAYA ROKOK BAGI REMAJA MELALUI CERAMAH DAN LEAFLET DI SMP SWASTA ISLAM JAMIAH AL-AZIZIYAH BATEE ILIEK SAMALANGA KABUPATEN BIREUN Finaul Asyura; Chairanisa Anwar; Eva Rosdiana; Ulfa Husna Dhirah; Siti Samaniyah; Henny Febriani; Ratna Wilis; Nurdin Nurdin; Ainun Mardiah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merokok merupakan salah satu kebiasaan berisiko tinggi yang kerap dimulai sejak usia remaja. Rendahnya pengetahuan mengenai bahaya rokok menjadi salah satu faktor utama yang mendorong perilaku merokok di kalangan pelajar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang dampak negatif rokok bagi kesehatan melalui dua metode edukasi, yaitu ceramah dan leaflet. Sasaran kegiatan ini adalah siswa kelas I di SMP Swasta Islam Jamiah Al-Aziziyah Batee Iliek, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen. Metode yang digunakan meliputi pemberian pre-test, pelaksanaan edukasi melalui ceramah dan pembagian leaflet secara terstruktur, serta pengukuran kembali melalui post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah intervensi, dengan perbandingan efektivitas yang menunjukkan bahwa metode ceramah memberikan dampak yang lebih signifikan dibandingkan leaflet. Kegiatan ini membuktikan pentingnya pendekatan edukatif yang interaktif dan langsung dalam meningkatkan kesadaran remaja terhadap bahaya merokok. Diharapkan program serupa dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya pencegahan perilaku merokok sejak dini.