Iman Setiono
Jurusan Teknik Elektro Program Diploma III Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Jalan Prof. Sudharto, SH Tembalang- Semarang 50275

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : METANA

Pengaruh Perbaikan Instalasi Penerangan Terhadap Tahanan Isolasi, Tegangan Dan Kuat Cahaya Yang Dihasilkan Setiono, Iman; Moedijono, Moedijono
METANA Vol 12, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.441 KB) | DOI: 10.14710/metana.v12i1.17508

Abstract

Fungsi dari lampu adalah untuk membuat penerangan buatan khususnya pada malam hari. Tingkat kualitas pencahayaannya menjadi prioritas agar supaya lampu dapat diberdayakan se maksimal mungkin. Beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas tingkat pencahayaan pada lampu adalah keandalan instalasi, stabilitas besarnya tegangan listrik dan kualitas lampunya sendiri. Dengan berdasarkan faktor yang tersebut diatas , maka dilakukan  perbaikan instalasi penerangan.Yang menjadi tujuan dari program ini adalah untuk memperbaiki instalasi penerangan sehingga dapat di berdayakan semaksimal mungkin. Metode yang digunakan adalah teknis aplikatif, artinya dilakukan dengan langsung terjun kelapangan untuk memberikan contoh cara-cara memperbaiki lampu penerangan yang baik dan benar sesuai dengan kaidah yang ada.Hasilyang diperoleh ternya ada pengaruh antara kualitas instalasi penerangan dengan tahanan isolasi , tegangan kerja lampu , serta kuat cahaya yang dihasilkan.Harga tahanan isolasi meningkat secara signifikan berkisar antara 200 sampai 218 M ohm, tegangan kerja antara 198 sampai dengan 220 volt , sedangkan kuat cahaya yang dihasilkan adalah ntara 1460 sampai dengan 1500 lumen. Hal ini dapat dipahami karena dengan instalasi yang bagus , maka kerugian-kerugian yang ditimbulkan karena instalasi sudah saat diganti dapat dihindari , hal sesuai ketentuan yang ada di Peraturan Umum Instalasi Listrik.(PUIL). Abstract Effect of Improvement of Lighting Installation on Isolation Resistant, Voltage And Strong Light Generated The function of the lamp is to make artificial lighting especially at night. The level of lighting quality is a priority so that the lights can be empowered to the maximum possible. Some of the factors that affect the quality of the lighting level on the lamp are the reliability of the installation, the stability of the magnitude of the voltage and the quality of the lamp itself. Based on the factors mentioned above, the repair of lighting installation is done. The goal of this program is to improve the lighting installation so that it can be done as much as possible. The method used is technical applicative, meaning that is done with direct plunge spaciousness to give examples of ways to improve the lighting of good and correct in accordance with existing rules. The result is that there is an influence between the quality of the lighting installation with the isolation resistance, the working voltage of the lamp, and the resulting light strength. The insulation resistance rate increases significantly between 200 to 218 M ohms, the working voltage is between 198 to 220 volts, Resulting from 1460 to 1500 lumens. This can be understood because with a good installation, the losses caused by the installation when replaced can be avoided, in accordance with the provisions of the General Electric Installation Regulations (PUIL). 
Gas SF 6 (Sulfur Hexa Fluorida) Sebagai Pemadam Busur Api Pada Pemutus Tenaga (PMT) Di Saluran Transmisi Tegangan Tinggi Setiono, Iman
METANA Vol 13, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1029.561 KB) | DOI: 10.14710/metana.v13i1.14676

Abstract

Keberadaan Pemutus Tenaga (PMT) pada saluran transmisi mutlak diperlukan, karena untuk menyalurkan dan memutuskan sistem penyaluran tenaga listrik dari pusat pembangkitan sampai ke konsumen harus bisa di atur dengan menggunakan PMT ini. PMT adalah sebuah alat yang berfungsi untuk memutus-hubungkan aliraan listrik yang melalui saluran transmisi tegangan tinggi. Karena faktor tegangan tinggi , yaitu untuk Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT)  adalah 150 KV dan untuk Saluran Udara Tegangan Extra Tinggi (SUTET) adalah 500 KV, maka setiap kali menghubungkan dan memutuskan kontak di dalam PMT  gesekan pada kontak-kontak tersebut yang terbuat dari logam. Akibat dari gesekan ini akan muncul bunga api yang sangat berbahaya dapat menimbulkan kebakaran dan kerusakan peralatan. Untuk memadamkan bunga api ini , maka di gunakan gas SF6 yang bersifat isolator , sehingga bunga api padam dan dapat mencegah terjadinya kebakaran dan kerusakan peralatan.  Gas SF6 (Hexa Fluoride Sulfur) As Fire Extinguisher On Power Breaker (PMT) On High Voltage Transmission Channel The existence of Power Circuit breaker (PMT) in the transmission line is absolutely necessary, because to channel and decide the system of electricity distribution from the power station  to the consumer must be managed by using this PMT. PMT is a device that serves to break-up the electricity supply through high voltage transmission lines. Due to the high voltage factor, that is for High Voltage transmission line (SUTT) is 150 KV and for Extra High Voltage Transmission line (SUTET) is 500 KV, then every time connect and disconnect the contact inside the friction PMT on those contacts made from metal. As a result of this friction will appear very dangerous sparks can cause fire and equipment damage. To extinguish this spark, then in use SF6 gas that is an isolator, so the sparks out and can prevent the occurrence of fire and equipment damage.
AKUMULATOR, PEMAKAIAN DAN PERAWATANNYA Setiono, Iman
METANA Vol 11, No 01 (2015): Juli 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.733 KB) | DOI: 10.14710/metana.v11i01.12579

Abstract

Abstrak                     Akumulator merupakan sumber tegangan arus searah yang meliputi sumber tegangan sekunder, keberadaannya diperoleh karena sumber tegangan yang lain.Fungsi dari akumulator pada saat ini semakin banyak, terutama sebagai sumber tegangan untuk jenis peralatan yang fleksibel. Dengan semakin banyak jenis peralatan yang menggunakan akumulator, maka akan menjadi lebih banyak jenis akumulator yang ada  di pasar. Suatu hal yang paling penting dalam akumulator adalah masalah optimalisasi penggunaan dan pemeliharaan dimana  memerlukan perhatian. Sehingga akumulator dapat hidup tahan lama, maka pemeliharaan/perawatan  memegang peranan penting, terutama untuk perangkat bergerak, sebagai sarana transportasi yang menggunakan akumulator sebagai sumber energi. Dengan adanya  perawatan yang tepat, diharapkan bahwa daya tahan akumulator dapat bertahan hidup dalam  jangka waktu cukup lama. Kata kunci: akumulator, pemeliharaan, sumber tegangan. Abstract Accumulator is a direct current voltage source which includes a secondary voltage source, because its existence is obtained due to the voltage source to another. Accumulator on nowadays more and more functions, especially as a voltage source for the type of equipment that is flexible. With more and more types of equipment that use accumulators, then will be the more types of accumulators in the market. A most important thing in the accumulator is a matter of optimizing the use and maintenance that need attention. So that the accumulator can be durable lifetime, then a treatment holds an important role, especially for the move tool, as a means of transportation that use the accumulator as an energy source. With the proper care, it is expected that the durability of the accumulator can survive a period of time long enough. Keywords: accumulator, maintenance, voltage source.