Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENYARINGAN SP (SPECIAL PRODUCT) PERTANIAN DI WTO: SEBUAH MODALITAS DARI INDONESIA Sawit, M. Husein; Setiyanto, Adi; Purba, Helena J.; Supriah, Supriah
Journal of Indonesian Economy and Business Vol 20, No 4 (2005): October
Publisher : Journal of Indonesian Economy and Business

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Negara berkembang telah mengajukan sejumlah proposal penyempurnaan PerjanjianPertanian WTO, agar lebih berimbang dan adil. SP adalah salah satu perlakuan khususdalam Akses Pasar yang diminta oleh negara berkembang kelompok G-33. Denganfleksibelitas yang diberikan untuk sektor pangan di negara berkembang, diharapkandengan reformasi perdagangan mampu memperkuat produksi pangan domestik danketahanan pangan, mempercepat pembangunan perdesaan dan pengentasan kemiskinan.Dalam makalah ini dibahas cara pemilihan SP, kombinasi antara metoda kuantitatifdengan metoda sederhana dan diharapkan dapat mencapai tujuannya. Hasilnya terpilihdelapan komoditas/produk yang pantas diajukan sebagai SP untuk Indonesia yaitupadi/beras, sayur-sayuran, buah-buahan, jagung/pakan ternak, ternak besar dan hasil-hasilnya, unggas dan hasil-hasilnya, kedelai/olahannya, dan tebu/gula. Kombinasi metodakuantitif dan sederhana ini diharapkan dapat juga dipakai oleh negara kelompok G-33,sebagai kontribusi dari Indonesia.Keywords: developing countries, agreement on agriculture, modality, flexiblelity, specialproduct,
Urgensi Kesadaran dan Kepatuhan Hukum Anak dibawah Umur terhadap Tindak Pidana Penganiayaan Berat dalam Menanggulangi Perbuatan Kriminalitas Setiyanto, Adi
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol. 11 No. 2 (2025): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton, Indonesia
Publisher : Lembaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pencerah.v11i2.7016

Abstract

Tindak Pidana Penganiayaan merupakan Tindakan yang sangat berbahaya, karena hal tersebut dapat membuat diri seseorang mengalami luka-luka, Tindak Pidana Penganiayaan dapat menimbulkan luka ringan, luka berat bahkan dapat menghilangkan nyawa seseorang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kesadaran dan kepatuhan hukum anak dibawah umur terhadap tindak pidana penganiayaan berat dalam menanggulangi perbuatan kriminalitas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis-normatif untuk mengkaji urgensi kesadaran dan kepatuhan hukum anak di bawah umur terhadap tindak pidana penganiayaan berat. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan yang berfokus pada analisis dokumen hukum, putusan pengadilan, dan literatur akademis terkait. Penelitian ini menunjukkan bahwa kesadaran dan kepatuhan hukum anak di bawah umur terhadap tindak pidana penganiayaan berat memiliki peran krusial dalam menanggulangi kriminalitas. Mayoritas responden yang memiliki pemahaman mendalam tentang konsekuensi hukum cenderung menghindari perilaku kekerasan, sementara rendahnya kesadaran hukum berkorelasi dengan peningkatan risiko pelibatan dalam tindak pidana. Edukasi hukum sejak dini melalui sekolah dan keluarga terbukti efektif meningkatkan kepatuhan, sehingga mengurangi angka pelanggaran. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan preventif berbasis pemahaman hukum lebih berkelanjutan dibandingkan sanksi represif semata dalam mencegah penganiayaan oleh anak.
The Effect Prediction of Planting Area Expansion Policy on Rice Production Sulaiman, Andi Amran; Setiyanto, Adi; Basit, Abdul; Sinuraya, Julia Forcina; Hermawan, Hari; Nida, Fajri Shoutun; Astari, Annisa Fauzia; Mardianto, Sudi; Bahrun, Abd Haris; Arsyad, Muhammad; Raisa, Daeva Mubarika
AGRIVITA Journal of Agricultural Science Vol 48, No 1 (2026): IN PRESS
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v48i1.5029

Abstract

Ministry of Agriculture has established the Planting Area Expansion (called PAT) Program to increase rice production by expanding the harvest area. The study used a time-series analysis approach with the structured vector autoregressive (SVAR) method with monthly data for the period January 1993-March 2025. The results of the analysis show that rice production in 2025 is estimated to reach 58.43 million tons of milled dry grain, an increase of 5.29 million tons (9.95%) compared to production in 2024, as a contribution of the program to expand the planting area and land optimalization (known as OPLAH), irrigation development, pump and pipeline installation, new rice field cultivation of 1.62 million tons or 30.56 percent, worth IDR 12.58 trillion. Three main recommendations are as follows: (1) the performance of water pump and OPLAH assistance in 2024 should be ensured to proceed in 2025, and OPLAH as well as new rice field development in 2025 should be ensured to be fully realized, with some of the new rice fields already able to be planted with rice; (2) controlling the rate of rice field conversion to maintain the availability of rice cultivation land; and (3) optimizing farmer assistance by field agricultural extension workers.