Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN POSYANDU DI DESA RUMBIO UPTD PUSKESMAS KAMPAR Sari Fatimah; Nislawaty Nislawaty
Jurnal Doppler Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Doppler
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jd.v7i2.26080

Abstract

Usaha pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan menyelenggarakan pos pelayanan terpadu yang lebih di kenal dengan sebutan Posyandu. Berdasarkan data dari UPTD Puskesmas Kampar kunjungan Posyandu Desa Rumbio masih belum mencapai target. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan Posyandu di Desa Rumbio UPTD Puskesmas Kampar. Jenis penelitian yang digunakan yaitu analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional menggunakan data primer dan sekunder. Populasinya seluruh balita di Desa Rumbio. Sampel diambil menggunakan teknik systematic random sampling dan didapatkan 101 responden. Analisa data penelitian ini adalah univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini yaitu variabel pengetahuan dengan nilai P-value=0,011, sikap dengan P-value=0,038, keaktifan kader dengan P-value=0,013 dan umur balita dengan P-value=0,048. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pengetahuan, sikap, keaktifan kader dan umur balita memiliki hubungan terhadap kunjungan Posyandu di Desa Rumbio
Faktor Sosiodemografi yang Berhubungan dengan Pengetahuan Personal Hygiene Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Pmb Nislawaty Desa Ridan Permai Kampar Tahun 2024 Erma Kasumayanti; Endang Mayasari; Nislawaty Nislawaty; Awari Susanti
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46866

Abstract

Personal hygiene penting bagi ibu hamil untuk mencegah infeksi yang dapat membahayakan ibu dan janin. Namun, masih banyak ibu hamil yang kurang memahami cara menjaga kebersihan diri selama kehamilan. Kurangnya pengetahuan ini dapat meningkatkan risiko komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan personal hygiene pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 52 responden, yang diperoleh dengan teknik accidental sampling, yaitu ibu hamil yang hadir selama periode penelitian dan memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square. Dari hasil penelitian diketahui terdapat hubungan signifikan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan personal hygiene (p<0,05). Faktor usia dan pekerjaan dan pendapatan keluarga tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p>0,05). Pendidikan berhubungan dengan tingkat pengetahuan personal hygiene pada ibu hamil. Diperlukan peningkatan edukasi kesehatan, terutama bagi ibu dengan pendidikan rendah.
Edukasi Ibu Hamil Tentang Tanda dan Gejala Hipertensi dalam Kehamilan di Posyandu Dahlia Desa Pulau Terap II: Pengabdian Endang Mayasari; Nislawaty Nislawaty
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7262

Abstract

Hipertensi pada kehamilan merupakan salah satu penyebab utama meningkatnya angka kesakitan dan kematian ibu serta janin. Rendahnya pengetahuan ibu hamil mengenai tanda, gejala, faktor risiko, dan dampak hipertensi dapat menghambat deteksi dini dan penanganan yang tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil tentang pencegahan serta penanganan hipertensi selama kehamilan. Kegiatan dilaksanakan pada 15 Juni 2026 di Posyandu Dahlia, Desa Pulau Terap, dengan melibatkan 15 ibu hamil. Metode yang digunakan berupa penyuluhan kesehatan melalui ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Materi yang diberikan mencakup pengertian hipertensi pada kehamilan, tanda dan gejala, faktor risiko, serta komplikasi yang dapat terjadi apabila hipertensi tidak ditangani dengan baik. Selama kegiatan berlangsung, peserta berpartisipasi aktif dalam diskusi dan menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin, penerapan pola hidup sehat, pengendalian faktor risiko, serta kewaspadaan terhadap tanda-tanda hipertensi selama kehamilan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran ibu hamil dalam menjaga kesehatan kehamilan serta mendukung upaya pencegahan komplikasi melalui deteksi dini dan edukasi kesehatan.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Infeksi Menular Seksual (IMS) Di Wilayah Kerja Puskesmas Pangkalan Kerinci Nislawaty Nislawaty; Nia Aprilla; Reginawaty Siahaan
Excellent Health Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v2i1.28

Abstract

Infeksi menular seksual merupakan masalah kesehatan yang besar dan merupakan salah satu penyebab utama kesakitan, dan bahkan kematian di dunia. Faktor berhubungan dengan penyakit IMS antara lain status perkawinan, status ekonomi dan berganti pasangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahiui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian infeksi menular seksual (IMS) di wilayah kerja Puskesmas Pangkalan Kerinci. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan rancangan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita pekerja seksual yang berkunjung ke Puskesmas Pangkalan Kerinci sebanyak 143 orang. Sampel dalam penelitian ini menggunakan perbandingan 1:1, yaitu 62 dengan sampel kasus (wanita pekerja seks yang mengalami IMS) dan 62 dengan sampel kontrol (wanita pekerja seks yang tidak mengalami IMS). Alat pengumpulan data (instrument) yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan status perkawinan dengan kejadian IMS dengan p value 0,004 (p ≤ 0,05), ada hubungan status ekonomi dengan kejadian IMS dengan p value 0,001 (p ≤ 0,05), dan ada hubungan berganti pasangan dengan kejadian IMS dengan p value 0,004 (p ≤ 0,05). Diharapkna kepada petugas kesehatan untuk dapat meningkatkan penyuluhan pada responden mengenai penularan, pencegahan dan gejala mengenai Infeksi Menular Seksual
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perdarahan Post Partum Di RSUD Bangkinang Tahun 2020 Nislawaty Nislawaty; Nia Aprilla; Melani Melani
Excellent Health Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v2i2.45

Abstract

Perdarahan postpartum merupakan penyebab tersering dari keseluruhan kematian akibat perdarahan obstetrik. Perdarahan primer adalah perdarahan yang terjadi dalam 24 jam pertama dan biasanya disebabkan oleh atonia uteri, robekan jalan lahir, sisa sebagian plasenta dan gangguan pembekuan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perdarahan post partum di Ruang Kebidanan RSUD Bangkinang tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan menggunakan desain penelitian case control yang bersifat retrospektif. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh data ibu bersalin tahun 2019 sebanyak 233 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 66 orang menggunakan perbandingan 1:1, dimana untuk membandingkan kelompok kasus dan kelompok kontrol. Sampel kasus dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin yang mengalami perdarahan post partum tahun 2019 sebanyak 33 orang dan sampel kontrol yaitu ibu bersalin di RSUD Banginang tahun 2019 sebanyak 33 orang. Alat pengumpulan data menggunakan lembar checklist. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara retensio plasenta, atonia uteri, laserasi jalan lahir, umur dan paritas dengan perdarahan post partum dilihat nilai p value= [ (0,001), (0,007), (0,004), (0,003), (0,003)] dengan kejadian perdarahan post partum. Diharapkan bagi calon ibu agar selalu mengontrol kehamilan di tenaga kesehatan agar terdeteksinya kehamilan resiko tinggi yang menyebabkan perdarahan post partum serta tingkatkan pengetahuan bagi bidan dalam penatalaksanaan perdarahan post partum.
Hubungan Umur Ibu Bersalin  Dengan Kehamilan Post Date Di RSIA Husada Bunda Salo Kabupaten Kampar Nislawaty Nislawaty; Nia Aprilla
Excellent Health Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v3i1.134

Abstract

Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2015 di seluruh dunia terdapat kematian ibu sebesar 500.000 jiwa per tahun dan kematian bayi khususnya neonatus sebesar 10.000.000 jiwa per tahun. Kehamilan post date merupakan salah satu penyebab kematian ibu dan bayi di RSIA Husada Bunda Salo riwayat komplikasi tertinggi nomor dua yaitu post date dengan jumlah 97 kasus (15,0%). Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan umur ibu dengan kehamilan post date di RSIA Husada Bunda Salo Kabupaten Kampar Tahun 2020. Rancangan penelitian menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin sebanyak 554 orang sedangkan sampel 232 orang ibu bersalin dengan riwayat kehamilan post date. Uji hipotesis yang digunakan adalah chi-square. Kehamilan postdate terjadi pada ibu berusia > 20 dan < 35 tahun , Ada hubungan bermakna antara umur ibu bersalin dengan kehamilan post date di RSIA Husada Bunda Salo Kabupaten Kampar Tahun 2020, p value = 0,00 POR=3,023 (CI 95% = 1,753-5,215) dan kehamilan post date terjadi pada paritas beresiko yaitu kehamilan primigravida. Diharapkan kedepannya pihak rumah sakit dapat bekerja sama dengan instansi terkait seperti Dinas Kesehatan untuk dapat melakukan upaya pencegahan pada perempuan dengan usia yang beresiko saat melahirkan usia < 20 tahun ≥ 35. Memberikan penyuluhan secara intensif tentang kehamilan postdate.
Hubungan Jarak Kehamilan dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK) Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Air Tiris Tahun 2026 Endang Mayasari Mayasari; Nislawaty Nislawaty; Awari Susanti; Zurrahmi Z.R
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61306

Abstract

Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women remains a public health problem because it can increase the risk of complications for both mother and fetus. One of the factors assumed to be associated with CED is short interpregnancy interval, which may prevent the mother’s body from fully restoring its energy and nutrient reserves. This study aimed to determine the relationship between interpregnancy interval and the incidence of CED among pregnant women in the working area of UPT Puskesmas Air Tiris in 2026 . This study used a case-control design. The study population consisted of 52 pregnant women with CED as the case group and 469 pregnant women without CED as the control group. Case samples were selected using total sampling, while control samples were selected using simple random sampling, resulting in 52 respondents in each group. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with the Chi-square test at a 95% confidence level. The results showed that 36 respondents (69.2%) in the case group had a high-risk interpregnancy interval (<2 years), while 32 respondents (61.5%) in the control group had a non-risk interpregnancy interval. The Chi-square test indicated a significant relationship between interpregnancy interval and CED (p=0.003), with an Odds Ratio (OR) of 3.6 (95% CI: 1.59–8.10). It can be concluded that pregnant women with a high-risk interpregnancy interval have a 3.6 times higher risk of experiencing CED compared to those with a non-risk interval. Therefore, education on birth spacing, nutritional status monitoring, and antenatal care services should be strengthened to prevent CED among pregnant women.
Peningkatan Edukasi Ibu Hamil tentang Faktor Kekurangan Energi Kronis di PMB Bd. Nislawaty: Pengabdian Endang Mayasari; Erma Kasumayanti; Nislawaty Nislawaty; Awari Susanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5447

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan yang berdampak terhadap risiko komplikasi kehamilan dan gangguan kesehatan ibu serta janin. Salah satu penyebab KEK adalah rendahnya pengetahuan ibu hamil mengenai kebutuhan energi dan protein selama kehamilan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang faktor Kekurangan Energi Protein sebagai upaya pencegahan KEK. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 5 sampai dengan 12 di Praktik Mandiri Bidan Bd. Nislawaty, SST, M.Kes dengan metode ceramah, diskusi, dan media leaflet. Materi edukasi meliputi pengertian KEK, faktor penyebab, dampak KEK, serta kebutuhan energi dan protein selama kehamilan. Evaluasi dilakukan melalui tanya jawab untuk menilai pemahaman peserta setelah edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu hamil mengenai pentingnya pemenuhan energi dan protein. Luaran kegiatan berupa artikel ilmiah pada jurnal pengabdian kepada masyarakat.