Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PENGARUH KOMITMEN BERKELANJUTAN DAN MOTIVASI TERHADAP PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KERJA GURU DI SMK NEGERI 3 JAKARTA PUSAT Dikson Silitonga
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 3 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v3i2.681

Abstract

Dalam dunia Pendidikan yang terus berkembang, guru memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama dalam pendidikan vokasi seperti SMK yang menyiapkan lulusan untuk dunia kerja. Di tengah tuntutan industri, beban administratif, dan perubahan kurikulum, produktivitas kerja guru menjadi tantangan yang krusial. Produktivitas ini dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis, khususnya komitmen berkelanjutan dan motivasi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komitmen berkelanjutan dan motivasi, baik secara parsial maupun simultan, terhadap produktivitas kerja guru di SMK Negeri 3 Jakarta Pusat. Komitmen berkelanjutan merujuk pada keterikatan guru terhadap institusi karena pertimbangan rasional dan emosional, sedangkan motivasi mencakup dorongan internal maupun eksternal dalam bekerja. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik secara parsial maupun simultan, komitmen berkelanjutan dan motivasi berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja guru. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan sekolah yang tidak hanya fokus pada aspek administratif, tetapi juga memperhatikan aspek psikologis dan emosional guru. Secara akademis, penelitian ini memperkaya literatur manajemen pendidikan yang berfokus pada pendidikan vokasi, sementara secara praktis, hasilnya dapat dijadikan acuan dalam merancang kebijakan strategis untuk meningkatkan kinerja dan kesejahteraan guru. Dengan demikian, menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat dan produktif bukan hanya idealisme, tetapi juga keniscayaan yang dapat dicapai melalui pendekatan berbasis data dan pemahaman psikologis yang mendalam.