Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK TAHU DENGAN PENDEKATAN SIX SIGMA Moh. Ririn Rosyidi; Anik Rufaidah
Tekmapro Vol. 17 No. 2 (2022): TEKMAPRO
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/tekmapro.v17i2.293

Abstract

Indonesia masih kuat dan tidak mengalami penyusutan apalagi di saat krisis global yang melanda di seluruh penjuru dunia, yang diakibatkan Covid-19 ini membuat pengusaha agar bisa mempertahankan/megendalikan kualitas produk yang hendak dipasarkan, disaat wabah Covid-19 yang menjadikan perekonomian bisa mengakibatkan penurunan. CV. Sumber Rejeki terdapat di Kec. Pangkah, Kab. Gresik timur, salah satu pabrik yang melakukan proses pengolahan pembuatan tahu. Tahu yang dibuat pada industri tersebut ialah tahu putih. Proses pengolahan tahu dicoba mengenakan tenaga kerja dengan mempraktikkan social distancing pada disaat proses penciptaan dan sebagian mesin skala industri kecil. Pada proses penciptaan di CV. Sumber Rejeki masih mengenakan peralatan konvensional sehingga buat kualitas sangat rentan hadapi kecacatan. pada 15 Maret 2020 sampai dengan 15 April 2020, dalam grafik tersebut pada pengamtan ke- 7 sebesar 23 cacat tahu, kebalikannya yang terendah pada pengamatan ke- 31 yakni sebesar 6 cacat tahu. Pada masa covid- 19 ini, dengan memakai six sigma kalau nilai DPMO merupakan 5. 000. 00 diperoleh dari nilai CTQ 4, jumlah penciptaan 300, jumlah produk cacat 28 produk ketahui hingga miliki nilai sigma dari penciptaan ketahui sebesar 3, 88 pada dikala covid- 19, sedangakan factor penyebabnya ialah CV. Sumber Rejeki dirasa kurang ataupun belum penuhi kebutuhan serta kepuasan konsumen, dengan demikian butuh revisi pada aspek yang dominan menimbulkan kecacatan yakni tekstur lembek, terdapat kotoran, salah potong, berlubang.
PENGENDALIAN KUALITAS PROSES PENGELASAN PAGAR DENGAN METODE SEVEN TOOLS Moh. Ririn Rosyidi; Nailul Izzah
CYBER-TECHN Vol. 15 No. 02 (2021): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dimasa pandemi ini yang disebabkan oleh virus covid-19 menyebabkan ekonomi diberbagai tingkatan usaha mengalami ketidakstabilan penjualan produk kepada konsumen, para pengusaha atau pelaku bisnis dituntut untuk bersaing secara sehat agar bisa terus bertahan dan eksis didalam penjualan produk yang telah diproduksi. Bengkel Las Kurniawan yang di pimpin oleh bapak H.Syai’in juga merupakan bengkel las listrik yang bergerak di bidang las listrik dan pembuatan produk seperti Pagar, pintu pagar,kanopi,roling dor dan barang-barang lain yang berbahan besi atau baja ringan. Bengkel sering dihadapkan dengan permasalahan kualitas proses pengelasan yang banyak, dimana kerusakan yang terjadi ditimbulkan dari beberapa penyebab yaitu Porosity dan Over spatter pada saat proses pengelasan berlangsung.Agar dapat mengendalikan cacat produk pagar pada saat proses pengelasan dan bisa meminimalkan cacat yang terjadi. Peneliti memakai metode seven tools dan rekomendasi perbaikan menggunakan analisis 5W+1H.cacat porosity adalah 171 dengan presentase 51.5% dan dan cacat over spatter adalah 161 dengan presentase 48.5%, pada diagram sebab akibat factor yang mempengaruhi kecacatan pada proses pengelasan berasal dari factor manusia,mesin,metode dan lingkungan. Selain itu dari hasil analysis dari kelima faktor yang mempengaruhi kecacatan proses pengelasan di bengekel las kurniawan di temukan bahwa factor yang paling kritis sebagai penyebab munculnya kecacatan adalah faktor metode. Untuk mengendalikan kualitas pada saat proses pengelasan perlu adanya sosialisasi SOP kepada karyawan dan juga melakukan pengarahan atau training kepada karyawan supaya bisa menghasilkan pengelasan yang berkualitas agar dapat menghasilkan produk yang sempurna dan bisa melakukan pengelasan dengan aman juga terampil.
PENGENDALIAN KUALITAS PROSES PENGELASAN PAGAR DENGAN METODE SEVEN TOOLS Moh. Ririn Rosyidi; Nailul Izzah
CYBER-TECHN Vol. 15 No. 02 (2021): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dimasa pandemi ini yang disebabkan oleh virus covid-19 menyebabkan ekonomi diberbagai tingkatan usaha mengalami ketidakstabilan penjualan produk kepada konsumen, para pengusaha atau pelaku bisnis dituntut untuk bersaing secara sehat agar bisa terus bertahan dan eksis didalam penjualan produk yang telah diproduksi. Bengkel Las Kurniawan yang di pimpin oleh bapak H.Syai’in juga merupakan bengkel las listrik yang bergerak di bidang las listrik dan pembuatan produk seperti Pagar, pintu pagar,kanopi,roling dor dan barang-barang lain yang berbahan besi atau baja ringan. Bengkel sering dihadapkan dengan permasalahan kualitas proses pengelasan yang banyak, dimana kerusakan yang terjadi ditimbulkan dari beberapa penyebab yaitu Porosity dan Over spatter pada saat proses pengelasan berlangsung.Agar dapat mengendalikan cacat produk pagar pada saat proses pengelasan dan bisa meminimalkan cacat yang terjadi. Peneliti memakai metode seven tools dan rekomendasi perbaikan menggunakan analisis 5W+1H.cacat porosity adalah 171 dengan presentase 51.5% dan dan cacat over spatter adalah 161 dengan presentase 48.5%, pada diagram sebab akibat factor yang mempengaruhi kecacatan pada proses pengelasan berasal dari factor manusia,mesin,metode dan lingkungan. Selain itu dari hasil analysis dari kelima faktor yang mempengaruhi kecacatan proses pengelasan di bengekel las kurniawan di temukan bahwa factor yang paling kritis sebagai penyebab munculnya kecacatan adalah faktor metode. Untuk mengendalikan kualitas pada saat proses pengelasan perlu adanya sosialisasi SOP kepada karyawan dan juga melakukan pengarahan atau training kepada karyawan supaya bisa menghasilkan pengelasan yang berkualitas agar dapat menghasilkan produk yang sempurna dan bisa melakukan pengelasan dengan aman juga terampil.