Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Al-'Adl

TINJAUAN ‘URF TERHADAP TRADISI MEMBACA NASIHAT PASCA SHOLAT JUMAT (STUDI KASUS PADA JAMAAH LEMBAGA DAKWAH ISLAM INDONESIA (LDII) DI DESA LAMBUSA KECAMATAN KONDA KABUPATEN KONAWE SELATAN) Finsa Adhi Pratama
Al-'Adl Vol 13, No 1 (2020): Al-'Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/aladl.v13i1.1728

Abstract

Penelitian ini mengangkat isu tradisi membaca nasihat pasca sholat jum’at yang dilakukan oleh jamaah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Desa Lambusa Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan yang dinilai berbeda dengan jamaah Sholat Jumat pada umumnya. Dalam kajian Ushul Fikih hal ini dibahas pada term ‘urf, salah satu metode istimbath hukum dalam Islam. Berangkat dari sini, penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana tinjauan ‘urf terhadap tradisi membaca nasihat pasca sholat jumat.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menjadikan penelitian lapangan sebagai jenis penelitian yang digunakan yang mana peneliti dapat berinteraksi langsung dengan objek penelitian dalam kehidupan sebenarnya. Kemudian untuk pendekatannya menggunakan pendekatan empirik yang memungkinkan peneliti mengnalisis fenomena aktivitas sosial, sikap serta pemikiran orang baik individu maupun kelompok atau kelembagaan sosial - LDII.  Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif, suatu metode yang memiliki ciri khusus dalam mendeskripsikan dan menginterpretasikan objek penelitian berupa kejadian dengan detail, jelas dan lugas.Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tidak semua tradisi masuk dalam kategori ‘urf, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi sebuah tradisi agar dapat dikatakan sebagai ‘urf. Tadisi membaca nasihat pasca sholat jum’at yang dilakukan oleh jamaah LDII di Desa Lambusa ini dinilai masuk pada kategori “urf shohih yang memiliki maslahat dan tidak bertentangan dengan dalil syara’ selama struktur tadisinya tidak berubah, jika terjadi perubahan sturuktur tadisi dapat pula merubah kuhum.
The Using of Maslahah Mursalah Method as Hujjah Muh. Idris; Finsa Adhi Pratama; Lian Mulyani Muthalib
Al-'Adl Vol 14, No 2 (2021): Al-'Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/aladl.v14i2.2793

Abstract

After the death of the Prophet Sallallahu 'alaihi Wasallam, all the problems of Muslims are submitted to the scholars to look up for solutions from texts. The scholars are required to perform ijtihad in order to solve the problems arised by digging into the values of the text of the Qur'an and Hadith, in which the ijtihad will develop into ijtihad bir-ra'yi if the solutions cannot be found in the texts. There have been numerous methods used to deeply explore the laws such as ijma', qiyas, as well as istidlal like Istishab, Maslahah Mursalah, Al-Ihtihsan, Qoulu Shohaby, Syadd ad-Dzaro'i, Dilalah al-Iqtiran, Dilalah al-Ilham, Ru'yan of Prophet Sallallahu ‘alaihi Wasallam, and Syar’u Man Qoblana. All decisions from Allah Ta'ala definitely has the benefit value as it is impossible for Allah Ta'la to make a decision that is in vain. Starting from these values then born the Istimbath which is Maslahah Mursalah law. So, this discussion focuses on the meaning of maslahah mursalah, the background for the birth of the maslahah mursalah method, the division of maslahah mursalah, and the validity of maslahah mursalah as istidlal in ushul fiqh. This study uses literature review method by relying on the strength of references and strong analysis of literacy texts. The conclusion that can be drawn from this discussion is that maslahah mursalah is something that is beneficial for humans as the goal of syara'. There are differences of opinion regarding the position of maslahah mursalah in Islamic law, in which some accept it and some reject it to be used as hujjah. However, the two of them met at the point that the groups that reject is the maslahah that only based on lust and mind, they do accept maslahah as hujjahif it is in line with what is required by syara'.