Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pelatihan Pengelasan SMAW Serta Keselamatan Kesehatan Kerja Dan Pencegahan Kecelakaan Kerja Pada Pengelasan Bagi Usaha Kecil Menengah Se Kota Banjarmasin Anhar Khalid; Darmansyah Darmansyah; Akmal Barry; Saberani Saberani; yusuf rizal fauzi
Jurnal IMPACT: Implementation and Action Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/impact.v2i1.796

Abstract

Pelatihan bertujuan agar peserta dapat memahami cara pengelasan SMAW dengan benar dan berperilaku pentingnya K3 dalam proses pengerjaan pengelasan, mengidentifkasi potensi bahaya di tempat kerja, melakukan pencegahan kecelakaan kerja, mengelola bahan-bahan beracun berbahaya dan penanggulangannya, menggunakan alat pelindung diri, melakukan pencegahan dan pemadaman kebakaran serta menyusun program pengendalian Keselamatan dan Kesehatan kerja di bengkel. Pelatihan ini bertempat di workshop Politeknik Negeri Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Peserta pelatihan sebanyak 10-15 orang tukang bengkel las yang berasal dari sekitaran kota Banjarmasin dengan instruktur dosen Politeknik Negeri Banjarmasin sebanyak 3 orang dan dibantu Mahasiswa Politeknik Negeri Banjarmasin sebanyak 3 orang. Metode yang digunakan meliputi ceramah, tanya jawab, diskusi, demonstrasi dan penugasan. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta memiliki wawasan, pemahaman dan sikap bekerja yang selamat dan sehat, yang meliputi Pengertian dan Tujuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Identifikasi Potensi Bahaya di Tempat Kerja Faktor-faktor Penyebab Kecelakaaan Kerja Zat dan Bahan Berbahaya Pencegahan dan Pemadaman Kebakaran dan Penyusunan Program Pengendalian K3 dalam upaya peningkatan produktifitas kerja. Peserta juga mampu menyusun rencana kerja berupa makalah pengendalian bahaya di bengkel kerja masing-masing.
Pengaruh variasi bevel pada proses pengelasan SMAW terhadap kekuatan tarik material Yusuf Rizal Fauzi; Anhar Khalid; Akmal Barry
ARMATUR : Artikel Teknik Mesin & Manufaktur Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Armatur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/armatur.v3i2.2694

Abstract

The strength of welded joints is influenced by a wide variety of factors. One of them is due to structural changes as a result of the heating process. In order for the connection between the two metal parts to have good quality, it is necessary to have a proper welding and the connection and the shape of the weld bevel are in accordance with the use of the results of the weld. Parameters in Shielded Metal Arc Welding (SMAW) welding include current strength, voltage, electrical polarity, and the angle of the joint used. These parameters make the basis for the right selection in order to get a good quality or connection quality. The purpose of this study was to determine the effect of bevel variations on the tensile strength test of the SMAW welding process connection on medium carbon steel material. The welding process is carried out using RB 26 type electrodes using a current of 100 A at 1 G welding position, welding is carried out on the material using V, I and double V bevel with 1 specimen per bevel. Based on the research that has been done, it can be concluded that the type of joint bevel has an important influence on the results of the weld. From the variation of the bevel that has the highest tensile strength value, it is V bevel rather than double V bevel and 1 bevel. Due to the variation of V bevel has a small distortion angle compared to double V bevel and I bevel. Optimal electric welding results depend on the welding process technique.
Peningkatan Keahlian Pengelasan Gas Metal Arc Welding dan Keselamatan Kerja Pada Pengelasan Bagi Siswa SMK Syuhada Banjarmasin Benny Lesmana; Robby Cahyadi; Yusuf Rizal Fauzi; Ryan Dinata
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Januari 2023 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/altifani.v3i1.341

Abstract

Pelatihan bertujuan agar peserta dapat memahami cara pengelasan GMAW dengan benar dan berperilaku pentingnya K3 dalam proses pengerjaan pengelasan, mengidentifkasi potensi bahaya, melakukan pencegahan kecelakaan kerja, mengelola bahan-bahan beracun berbahaya dan penanggulangannya, menggunakan alat pelindung diri, melakukan pencegahan dan pemadaman kebakaran serta menyusun program pengendalian Keselamatan dan Kesehatan kerja di bengkel.Pelatihan ini bertempat di workshop Politeknik Negeri Banjarmasin. Peserta pelatihan sebanyak 10-15 orang siswa las yang berasal dari sekolah SMK Syuhada dengan instruktur dosen Politeknik Negeri Banjarmasin sebanyak 3 orang dan dibantu Mahasiswa Politeknik Negeri Banjarmasin sebanyak 3 orang. Metode yang digunakan meliputi ceramah, tanya jawab, diskusi, demonstrasi. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta memiliki wawasan, pemahaman dan sikap bekerja yang selamat dan sehat, yang meliputi: Pengertian dan Tujuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja; Identifikasi Potensi Bahaya di Tempat Kerja; Faktor-faktor Penyebab Kecelakaaan Kerja Zat dan Bahan Berbahaya Pencegahan dan Pemadaman Kebakaran dan Penyusunan Program Pengendalian K3 dalam upaya peningkatan produktifitas kerja.
Effect of Vibration-Assisted Butt Welding on Tensile Strength of Welded Joints: An Experimental Study Yusuf Rizal Fauzi; Ismail Ramli; Halman
Asian Journal of Mechanical Engineering Vol. 1 No. 2 (2025): July – December (In progress)
Publisher : Global Scientific Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vibration-assisted welding has emerged as a promising technique for improving weld quality and mechanical performance without modifying conventional welding parameters. In this experimental study, the effect of low-frequency vibration-assisted butt welding on the tensile strength of mild steel welded joints was investigated. Shielded Metal Arc Welding (SMAW) was employed to fabricate butt joints under different welding currents, vibration durations, and vibration frequencies, while maintaining consistent welding conditions. Tensile tests were conducted in accordance with ASTM E8 standards, and the corresponding microstructural characteristics of the weld zone were examined using scanning electron microscopy.The results revealed that welded joints produced with vibration assistance exhibited consistently higher tensile strength compared to non-vibrated specimens. The maximum tensile strength improvement of approximately 6% was observed in specimens subjected to higher vibration frequency and longer vibration duration. Microstructural analysis showed that vibration-assisted welding promoted grain refinement and improved microstructural homogeneity, while non-vibrated welds displayed coarser and non-uniform grain structures. The refined microstructure reduced defect formation and enhanced resistance to crack initiation, leading to improved tensile performance. The study demonstrates that low-frequency vibration-assisted butt welding effectively enhances the tensile strength of welded joints by modifying weld pool dynamics and solidification behavior. The findings highlight the practical potential of vibration-assisted welding as a simple and efficient method for improving joint strength and structural reliability in welded components.
PENGARUH GERAKAN ELEKTRODA PADA PENGELASAN SMAW TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN STRUKTUR MIKRO PADA BAJA KARBON RENDAH Yusuf Rizal Fauzi; Benny Lesmana; Ryan Dinata; Robby Cahyadi
Jurnal Inovasi Teknologi Manufaktur, Energi dan Otomotif Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Inovasi Teknologi Manufaktur, Energi, dan Otomotif
Publisher : Politeknik Negeri Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57203/jinggo.v1i2.2023.56-60

Abstract

Metode pengelasan dengan menggunakan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) banyak digunakan pada saat ini karena penggunaannya lebih praktis, lebih mudah dalam pengoperasiannya sehingga dapat digunakan untuk segala macam posisi pengelasan dan lebih efisien. Gerakan yang dihasilkan dari proses pengelasan Shield Metal Arc Welding ini akan menimbulkan tegangan dan regangan pada logam yang disambung, tegangan ini juga di pengaruhi oleh Gerakan dari penampang logam yang mengalami proses pengelasan sehingga ketebalan pelat ini sangat berpengaruh pada tegangan luluh yang terjadi pada logam lasan. Faktor yang mempengaruhi dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kekuatan tarik yang dimiliki baja karbon rendah pengaruh perbedaan gerakan elektroda pengelasan Shield Metal Arc Welding dan mengetahui bentuk struktur mikro yang dimiliki baja tersebut. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode pengolahan data, sedangkan desain penelitiannya adalah penelitian eksperimental yang dilakukan di laboratorium Pengujian Bahan, Teknik mesin Politeknik Negeri Banjarmasin analisis data menggunakan analisis deskriptif, yakni menjabarkan perbandingan spesimen yang diberi perlakuan menggunakan bantuan aplikasi Excel. Spesimen yang dipakai pada penelitian ini adalah baja karbon rendah ST 41 yang di las menggunakan las Shield Metal Arc Welding dengan variasi gerakan kawat elektroda zig-zag dan gerakan kawat elektroda spiral dengan posisi Down Hand (1G) dan Vertical (3G). Hasil penelitian ini membuktikan bahwa Struktur mikro yang terjadi pada baja ST 41 menunjukkan patah yang mengarah pada Brittle (Getas). Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya Ferrite, Pearlite dan dimple pada hasil foto Struktur mikro daerah patahan. Posisi pada pengelasan berdampak pengaruh yang nyata pada hasil kekuatan tarik, dimana nilai kekuatan tarik tertinggi pada posisi 1G adalah 450,6 M.Pa dengan gerakan elektroda zig-zag dan untuk nilai kekuatan tarik tertinggi pada posisi 3G adalah 447,1 M.Pa dengan gerakan elektroda spiral.
Pengembangan Sumber Daya Manusia Hijau: Menghadapi Tantangan Daya Saing UMKM Ramah Lingkungan Berkelanjutan di Era Modern Siti Nur Aisah; Yusuf Rizal Fauzi
Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kreasi.v6i1.2554

Abstract

UMKM memiliki peran strategis dikarenakan merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, namun di era modern UMKM dituntut untuk mampu beradaptasi dengan prinsip keberlanjutan dan ramah lingkungan. Pengembangan Sumber Daya Manusia Hijau menjadi salah satu bentuk strategi penting dalam meningkatkan daya saing bagi UMKM. SDM Hijau sendiri menekankan pada penerapan praktik kerja yang berorientasi pada efisiensi energi, pengelolaan limbah, dan budaya kerja berkelanjutan. Program pengabdian masyarakat yang dilakukan ini bertujuan untuk membekali pelaku UMKM anyaman daun purun atau rotan Banjarmasin dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengimplementasikan konsep Green Human Resource Management. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi: identifikasi kebutuhan UMKM, pelatihan interaktif, serta pendampingan dalam penerapan SOP ramah lingkungan. Harapannya setelah dilaksanakannya pengabdian masyarakat mampu meningkatkan kesadaran dan kompetensi SDM UMKM dalam menerapkan praktik hijau, terbentuknya budaya kerja berkelanjutan, serta peningkatan daya saing UMKM di pasar modern yang semakin menuntut produk dan layanan ramah lingkungan. Yang mana pengembangan SDM Hijau tidak hanya mendukung keberlanjutan lingkungan namun juga memperkuat posisi UMKM dalam menghadapi persaingan global.
Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan sebagai Bentuk Optimalisasi Sumber Daya Manusia Hijau Siti Nur Aisah; Yusuf Rizal Fauzi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Al-Amin Vol. 4 No. 1 (2026): January
Publisher : STAI Al-Amin Gersik Kediri Lombok Barat-NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54723/jpa.v4i1.568

Abstract

Sustainable environmental management is a strategic approach to addressing the challenges of ecosystem degradation and global climate change. The concept of green human resources is key to fostering environmentally friendly and sustainability-oriented work behaviors. This community service activity aims to optimize the role of green human resources through education and training in sustainable environmental management for woven purun leaf or rattan MSMEs. The training methods used included workshops, mentoring, and the development of environmentally-based standard operating procedures (SOPs). The results demonstrated an increased understanding of green human resource principles among participants and their ability to implement work practices that support environmental conservation. Sustainable environmental management is not solely the responsibility of large institutions but can also be internalized by woven purun leaf or rattan MSMEs through strengthening the capacity of environmentally conscious human resources.