This Author published in this journals
All Journal JURNAL SELULOSA
Wawan Kartiwa Haroen
Balai Besar Pulp dan Kertas

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SIFAT KAYU TARIK, TERAS DAN GUBAL Acacia mangium TERHADAP KARAKTERISTIK PULP Wawan Kartiwa Haroen; Fahmi Dimyati
JURNAL SELULOSA Vol 41, No 01 (2006): BERITA SELULOSA
Publisher : Center for Pulp and Paper

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.397 KB)

Abstract

Acacia mangium is  fast growing  species  at  HTI  plantation   utilize  wood   and  fiber  for raws material  pulp.  Acacia  mangium have a characterized  heart wood among  45 - 75%  with  dark  colour  and  sapwood  less than 30%  with light colour. The  growth of   Acacia mangium  which grow abnormal  effect of  environment  or genetic. The growth of some  wood  sometimes   unnormally  like tension wood   effect of growing  or  genetic factor will build tension wood. The effect of  it’s wood  can be new problem on  pulp making  and  pulp quality.   Research activity  have been  done on pulping sulfate process used 17% Active alkali,  25%  sulfidity  and temperature 165 oC  for 3,5 hours. The result shows  indicate that a  difference for  each sapwood, heartwood and tension wood to fiber  morphology, chemical  contents,  pulp  yield,  Kappa number  and  quality  bleached pulp  and  unbleached pulp. The general result that is sapwood can be produce of pulp quality better than pulp from hearthwood  or  tension wood.   INTISARI  Acacia mangium Wild merupakan tanaman tumbuh cepat yang ditanam di kawasan hutan industri (HTI)   untuk  memenuhi kebutuhan  kayu  dan  serat sebagai bahan baku pulp.  Acacia mangium memiliki ciri khas yaitu kayu terasnya mencapai  45 – 75%  berwarna gelap  dan  sekitar 30%  kayu gubal  berwarna cerah. Sebagian tanaman Acacia mangium   ada yang tumbuh tidak normal akibat  lingkungan dan sifat genetisnya  akan membentuk kayu tarik. Akibat dari pertumbuhan kayu tersebut diprediksi dapat menimbulkan masalah pada  pembuatan dan kualitas pulpnya  bila dibandingkan  dengan  pulp dari kayu  normal.Penelitian  telah dilakukan  pada  proses pembuatan pulp sulfat menggunakan Alkali Aktif (AA) 17 %, Sulfiditas(S)  25% dan suhu pemasakan (T)  165o selama 3,5 jam. Hasilnya menunjukkan  perbedaan pada masing-masing kayu teras, kayu gubal dan kayu tarik  terhadap sifat morfologi serat, kandungan  kimia, rendemen pulp, bilangan Kappa, kualitas  pulp belum putih dan pulp putih. Secara umum  kayu gubal menghasilkan kualitas pulp lebih baik dibandingkan kayu teras maupun tarik.
PEMANFAATAN LIMBAH PADAT BERSERAT INDUSTRI KERTAS SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN PARTISI DI IKM Wawan Kartiwa Haroen; Ligia Santosa
JURNAL SELULOSA Vol 42, No 01 (2007): BERITA SELULOSA
Publisher : Center for Pulp and Paper

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.493 KB) | DOI: 10.25269/jsel.v42i1.183

Abstract

The utilization of fibered solid wastes of paper industry for partition board making has been done. Partition board is a component for housing. Solid waste is along with bonding agents cement and wood adhesive. The composition of board is 40 %, and 60 %, of solid waste, 5 – 10 % of coconut husk, and 35 % or 50 % of cement or wood adhesive.  The board making is done using some simple equipments suitable for SME. The results showed that the best partition board is obatained from the composition of 40% solid waste, 50% wood adhesive, and 10 % of coconut husk. At this composition, board has low water absorption and high felxibility.  INTISARIPemanfaatan  limbah padat berserat dari industri kertas telah  dicoba untuk pembuatan  papan partisi yang merupakan komponen bahan bangunan. Limbah padat dicampur dengan  bahan  pengikat  seperti semen dan  lem kayu .Komposisi  limbah padat adalah dari  40% , dan 60%, dicampur dengan sabut kelapa  5 - 10 %,  kemudian ditambahkan bahan penguat 35 atau 50 % berupa semen atau lem kayu. Pembuatan papan partisi  menggunakan peralatan sederhana  untuk keperluan industri kecil dan menengah (IKM). Hasil percobaan menunjukkan bahwa hasil  terbaik  dapat dicapai  pada komposisi campuran limbah padat 40%, lem kayu 50% dan  sabut kelapa 10%. Pada kondisi ini lembaran partisi memiliki  daya serap air yang rendah  dan daya lentur yang tinggi.