Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL PengaMAS

Sosialisasi Pembuatan Tempat Pengungsian dari Material Alami Sekitar Camp Pengungsian Firdawaty Marasabessy; Hilda Alkatiri
JURNAL PengaMAS Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v3i2.2170

Abstract

Peristiwa gempa bumi yang melanda wilayah Halmahera Selatan yang terjadi pada tanggal 14 Juli 2019 dengan magnitude 7,2 SR menyebabkan kerusakan rumah cukup parah di hampir 56 desa dan memakan korban jiwa. Gempa bumi yang terjadi di Halmahera Selatan membuat warga panik dan langsung berlarian menuju ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari terjadinya gempa susulan dan tsunami. Camp pengungsian warga berada pada area hutan/kebun warga di dataran tinggi. Melihat kondisi camp pengungsian di beberapa titik lokasi yang mana hanya tersedia terpal untuk tempat bernaung maka tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknik yang tergabung dalam Tim Penyaluran Bantuan dan Relawan Nasional menuju lokasi bencana alam di Halmahera Selatan dengan tujuan untuk menyalurkan bantuan/logistik kepada korban gempa dan edukasi tentang bencana alam serta kesiapsiagaan dalam masa tanggap darurat. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan di Desa Tawa, Kabupaten Halmahera Selatan berlangsung selama 6 hari terhitung mulai tanggal 4 November hingga 9 November 2019. Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah penyaluran bantuan logistik bagi warga desa, dan kegiatan sosialisasi pembuatan tempat pengungsian dengan memanfaatkan material alam sekitar camp pengungsian. Kegiatan tambahan lainnya yang telah dilakukan diantaranya adalah identifikasi kerusakan bangunan, identifikasi awal sumber air untuk alternatif pembangkit listrik, sosialisasi pendidikan kebencanaan untuk anak-anak di sekolah serta identifikasi kerusakan bangunan sekolah.Kata Kunci: bencana alam, gempa bumi, camp pengungsian, material alam.
MEDIA KOMUNIKASI MITIGASI BENCANA ALAM DALAM SITUASI TANGGAP DARURAT PANDEMI COVID-19 Firdawaty Marasabessy; Sudarman Samad
JURNAL PengaMAS Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/.v4i1.2823

Abstract

Pada masa Pandemi Covid-19 saat ini yang melanda dunia, masyarakat dituntun harus taat dan patuh pada protokol kesehatan yang dicanangkan oleh WHO. Protokol kesehatan yang menganjurkan untuk menjaga kesehatan, pembatasan interaksi fisik dan sosial serta tetap berada di rumah menjadi dilematis warga ketika nanti menghadapi bencana gempa bumi, tsunami, maupun jenis bencana alam lainnya. Bencana global Pandemi Covid-19 ini memberikan perubahan besar bagi aktivitas kita sehari-hari dan lebih mawas diri terhadap kesehatan. Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan tata cara pelaksana evakuasi bencana gempabumi dan tsunami di masa Pandemi Covid-19. Kegiatan ini dalam bentuk memanfaatkan media komunikasi visual dengan mengacu pada standar protokol kesehatan dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia dan pedoman tata cara evakuasi bencana dari Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB). Di wilayah Maluku Utara, selama masa pandemi ini sudah mengalami tujuh kali gempa bumi dengan kekuatan diatas 5 SR. Ini membutuhkan keseriusan dari pemerintah untuk kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam pada masa Pandemi Covid-19. Media online pada masa pandemi Covid-19 ini menjadi alternatif promosi atau iklan layanan masyarakat untuk mengedukasi masyarakat.
PENERAPAN 5G (5 GERAKAN) KUBERMAS REVOLUSI MENTAL DI KECAMATAN TERNATE TENGAH Firdawaty Marasabessy; Astuti Salim
JURNAL PengaMAS Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang diarahkan dalam rangkaian Kubermas Tematik Gerakan Nasional Revolusi Mental yang bertujaun untuk mempersiapkan mahasiswa dalam upaya pengembangan diri sebagai proses belajar dan bekerja di tengah-tengah masyarakat serta dapat mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila untuk perubahan kearah yang lebih baik. Penerapan 5G (5 Gerakan) yang termuat dalam Inpres No.12 tahun 2016 diantaranya adalah Gerakan Indonesia Melayani, Gerakan Indonesia Bersih, Gerakan Indonesia Tertib, Gerakan Indonesia Mandiri dan Gerakan Indonesia Bersatu. Konsep penerapan tersebut mengacu pada pada nilai-nilai integritas, etos kerja, dan gotong royong. Hasil pelakasanaan Kubermas Revolusi Mental dengan penerapan 5G (5 Gerakan) yang dilaksanakan di Kelurahan Ternate Tengah diantaranya adalah sosialisasi dan simulasi pelayanan publik dengan konsep 5S, tata kelola administrasi kelurahan berbasis TIK, iklan layanan masyarakat, pembentukan pengurus bank sampah, penataan kampung wisata sampah, Pendidikan karakter, kampanye tertib berlalu lintas dan even budaya menyambut HUT RI. Mahasiswa bersama-sama masyarakat sempat antusias untuk saling membantu dalam mengsukseskan rangkaian kegiatan Kubermas Revolusi Mental.
SOSIALISASI KONSEP SANITASI LINGKUNGAN PADA PERMUKIMAN DI ATAS AIR Firdawaty Marasabessy; Asri A Muhammad
JURNAL PengaMAS Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/.v5i1.4202

Abstract

Permukiman diatas air memiliki karakteristik yang unik dan khas, namun dibalik itu menyimpan masalah lingkungan yang cukup serius ketika warganya tidak peduli terhadap masalah sanitasi lingkungan. Ini terjadi pada permukiman diatas air di Desa Laluin Kayo Selatan, Kabupaten Halmahera. Meskipun saat ini kondisi sanitasinya belum nampak terlihat kerusakan di badan air, tetapi kedepannya kawasan permukiman ini dipersiapkan sebagai desa wisata, sehingga saat ini kepedualian terhadap lingkungan laut perlu dijaga. Merujuk pada SDGs dalam mendukung dan menguatkan partisipasi masyarakat lokal dalam memperbaiki pengelolaan air dan sanitasi, maka penguatan partisipasi masyarakat sangat diperlukan dalam penanganan permasalahan sanitasi lingkungan. Pentingnya Edukasi bagi warga dan pemetaan berbasis partisipatif masyarakat untuk inventarisasi kondisi sanitasi lingkungan, karena masyarakat adalah stakeholder utama yang lebih mengetahui dan memahami karakteristik kondisi fisik lingkungan tempat tinggal mereka. Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat adalah untuk memberikan pengetahuan tentang sanitasi berwawasan lingkungan terhadap kondisi sanitasi lingkungan dengan melibatkan partisipasi masyarakat guna mendapatkan gambaran karakteristik sanitasi pada permukiman di atas air agar dapat menjadi database perencanaan untuk upaya penangan sanitasi berkelanjutan. Hasil kegiatan PKM adalah Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah observasi kondisi permukiman diatas air, dan kegiatan sosialisasi sistem sanitasi lingkungan pada permukiman diatas air. Kegiatan tambahan lainnya yang telah dilakukan diantaranya adalah identifikasi potensi desa Laluin dalam rangka mengembangkan konsep Smart Village dan untuk Desa Binaan Prodi Arsitektur Universitas Khairun kedepannya.