Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOSIALISASI KONSEP SANITASI LINGKUNGAN PADA PERMUKIMAN DI ATAS AIR Firdawaty Marasabessy; Asri A Muhammad
JURNAL PengaMAS Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/.v5i1.4202

Abstract

Permukiman diatas air memiliki karakteristik yang unik dan khas, namun dibalik itu menyimpan masalah lingkungan yang cukup serius ketika warganya tidak peduli terhadap masalah sanitasi lingkungan. Ini terjadi pada permukiman diatas air di Desa Laluin Kayo Selatan, Kabupaten Halmahera. Meskipun saat ini kondisi sanitasinya belum nampak terlihat kerusakan di badan air, tetapi kedepannya kawasan permukiman ini dipersiapkan sebagai desa wisata, sehingga saat ini kepedualian terhadap lingkungan laut perlu dijaga. Merujuk pada SDGs dalam mendukung dan menguatkan partisipasi masyarakat lokal dalam memperbaiki pengelolaan air dan sanitasi, maka penguatan partisipasi masyarakat sangat diperlukan dalam penanganan permasalahan sanitasi lingkungan. Pentingnya Edukasi bagi warga dan pemetaan berbasis partisipatif masyarakat untuk inventarisasi kondisi sanitasi lingkungan, karena masyarakat adalah stakeholder utama yang lebih mengetahui dan memahami karakteristik kondisi fisik lingkungan tempat tinggal mereka. Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat adalah untuk memberikan pengetahuan tentang sanitasi berwawasan lingkungan terhadap kondisi sanitasi lingkungan dengan melibatkan partisipasi masyarakat guna mendapatkan gambaran karakteristik sanitasi pada permukiman di atas air agar dapat menjadi database perencanaan untuk upaya penangan sanitasi berkelanjutan. Hasil kegiatan PKM adalah Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah observasi kondisi permukiman diatas air, dan kegiatan sosialisasi sistem sanitasi lingkungan pada permukiman diatas air. Kegiatan tambahan lainnya yang telah dilakukan diantaranya adalah identifikasi potensi desa Laluin dalam rangka mengembangkan konsep Smart Village dan untuk Desa Binaan Prodi Arsitektur Universitas Khairun kedepannya.
Sosialisasi Peningkatan Kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui Arsitektur Ramah Lingkungan Kel. Fobaharu Tidore Kepulauan Haryati Haryati; Asri A Muhammad; Suci Elvira; M Surkhan Hi salim; Maman Hanafi
Journal Of Khairun Community Services Vol 6 No 1 (2026): Journal Of Khairun Community Services
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jkc.v6i1.10915

Abstract

Permasalahan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) masih menjadi isu strategis di Kota Tidore Kepulauan, khususnya pada masyarakat berpenghasilan rendah yang menghadapi keterbatasan ekonomi, rendahnya kualitas lingkungan permukiman, serta minimnya pengetahuan mengenai hunian yang sehat dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat Kelurahan Fobaharu mengenai prinsip arsitektur ramah lingkungan sebagai pendekatan dalam peningkatan kualitas RTLH. Metode pelaksanaan meliputi survei awal, penyusunan materi sosialisasi, pelaksanaan penyuluhan dan diskusi partisipatif, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat sebesar ±80% terkait konsep arsitektur ramah lingkungan, khususnya pada aspek ventilasi silang, pencahayaan alami, pemanfaatan material lokal, serta pengelolaan limbah rumah tangga. Selain peningkatan pengetahuan, kegiatan ini juga mendorong perubahan sikap dan partisipasi aktif masyarakat dalam merencanakan perbaikan rumah secara mandiri berdasarkan potensi lokal yang tersedia. Kegiatan ini disimpulkan efektif dalam memberikan edukasi dan membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya hunian yang layak, sehat, dan berkelanjutan. Sosialisasi ini menjadi langkah awal untuk mendorong kemandirian masyarakat dalam peningkatan RTLH berbasis arsitektur ramah lingkungan serta mendukung terwujudnya permukiman yang inklusif, aman, dan berkelanjutan sesuai target SDGs.