Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Upaya Pencegahan Covid-19 Dengan Pembagian Masker Kepada Masyarakat Lingkar Tambang Batuan di Kelurahan Kalumata Kota Ternate Selatan Hilda Alkatiri; Wawan Ak Conoras
Journal Of Khairun Community Services Vol 1, No 2 (2021): Journal Of Khairun Community Services
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jkc.v1i2.3730

Abstract

The corona virus or Covid-19 has continued to be a public concern since the beginning of 2020. This is because the virus that originated in Wuhan, China, quickly spread throughout the world, including Indonesia, especially North Maluku. With the spread of the virus, the global community is worried and afraid. The government, the private sector and the community have begun to take part in helping others who are experiencing economic downturn during the pandemic. As an effort to participate in handling the prevention of the corona virus, the Faculty of Engineering, Khairun University feels compelled to participate. Participation is carried out in the Community Service (PkM) program. The Covid-19 prevention effort by distributing masks to the community around the rock quarry in Kalumata Village, South Ternate City has been carried out by involving 5 students, non-medical masks consisting of two layers of cloth as many as 150 pieces that can be used repeatedly and can be washed were successfully distributed for free to the public within 2 days. The community feels very helped by this activity, with this activity it is hoped that it can increase public awareness in an effort to break the chain of the spread of Covid-19, namely in an orderly manner and always wear masks when outside the home, besides that the community is expected to always apply a clean and healthy lifestyle by wash your hands often and use hand sanitizer regularly, keep your distance, take vitamins, and obey the advice to stay at home
Sosialisasi Pembuatan Tempat Pengungsian dari Material Alami Sekitar Camp Pengungsian Firdawaty Marasabessy; Hilda Alkatiri
JURNAL PengaMAS Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v3i2.2170

Abstract

Peristiwa gempa bumi yang melanda wilayah Halmahera Selatan yang terjadi pada tanggal 14 Juli 2019 dengan magnitude 7,2 SR menyebabkan kerusakan rumah cukup parah di hampir 56 desa dan memakan korban jiwa. Gempa bumi yang terjadi di Halmahera Selatan membuat warga panik dan langsung berlarian menuju ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari terjadinya gempa susulan dan tsunami. Camp pengungsian warga berada pada area hutan/kebun warga di dataran tinggi. Melihat kondisi camp pengungsian di beberapa titik lokasi yang mana hanya tersedia terpal untuk tempat bernaung maka tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknik yang tergabung dalam Tim Penyaluran Bantuan dan Relawan Nasional menuju lokasi bencana alam di Halmahera Selatan dengan tujuan untuk menyalurkan bantuan/logistik kepada korban gempa dan edukasi tentang bencana alam serta kesiapsiagaan dalam masa tanggap darurat. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan di Desa Tawa, Kabupaten Halmahera Selatan berlangsung selama 6 hari terhitung mulai tanggal 4 November hingga 9 November 2019. Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah penyaluran bantuan logistik bagi warga desa, dan kegiatan sosialisasi pembuatan tempat pengungsian dengan memanfaatkan material alam sekitar camp pengungsian. Kegiatan tambahan lainnya yang telah dilakukan diantaranya adalah identifikasi kerusakan bangunan, identifikasi awal sumber air untuk alternatif pembangkit listrik, sosialisasi pendidikan kebencanaan untuk anak-anak di sekolah serta identifikasi kerusakan bangunan sekolah.Kata Kunci: bencana alam, gempa bumi, camp pengungsian, material alam.
Sosialisasi Bahaya Merkuri Pada Penambangan Rakyat Desa Anggai Kecamatan Obi Kabupaten Halmahera Selatan Hilda Alkatiri; Amrih Halil; Wawan AK , Conoras; Anas Abdul Latif; Syarifullah Bundang
Journal Of Khairun Community Services Vol 2, No 1 (2022): Journal Of Khairun Community Services
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jkc.v2i1.5213

Abstract

Desa Anggai Kecamatan Obi Kabupaten Halmahera Selatan telah terindikasikan memiliki potensi sumberdaya mineral logam emas dengan adanya kegiatan dan aktivitas penambangan rakyat yang masih berlangsung hingga saat ini. Kegiatan pertambangan emas skala kecil (PESK) yang menggunakan merkuri untuk mengekstrak kandungan emas dalam bijih telah dilarang oleh pemerintah. Merkuri memiliki dampak terhadap lingkungan, yaitu dapat meneyebabkan pencemaran Air, Tanah, dan Udara, selain itu juga memiliki dampak terhadap kesehatan dan melanggar Undang-Undang. Metode pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat terkait sosialisasi bahaya merkuri pada penambangan rakyat Desa Anggai Kecamatan Obi Kabupaten Halmahera Selatan melibatkan masyarakat setempat mulai dari pekerja tambang dan pemodal yang berjumlah 50 Orang, Siswa SMAN 22 Halmahera Selatan berjumlah 70 Orang dan masyarakat terdampak yang berjumlah 60 Orang. Kegiatan sosialisasi ini menekankan pada tiga kerugian penggunaan merkuri (kerugian ekonomi, lingkungan dan kesehatan) serta kegiatan yang melanggar hukum. Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mengurangi atau menghilangkan penggunaan merkuri dalam kegiatan penambangan.
Pemetaan Sebaran Bahan Galian Tambang Pasir Dan Batuan Di Kelurahan Takome, Kecamatan Pulau Ternate, Provinsi Maluku Utara Arbi Haya; Hilda Alkatiri; Amrih Halil
Journal Of Khairun Community Services Vol 3, No 1 (2023): JOURNAL OF KHAIRUN COMMUNITY SERVICES
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jkc.v3i1.6038

Abstract

Kota Ternate merupakan sebuah kota kecil yang memiliki potensi bahan galian pada jenis bahan tambang pasir dan batuan khususnya di Kecamatan Pulau Ternate. Hasil pengukuran lapangan dengan menggunakan alat GPS (Global Positioning System) pada area penelitian blok 1 didapatkan 22 data dan blok 2, 16 data. Data hasil pengukuran tersebut berupa data koordinat bujur (X), koordinat lintang (Y) dan elevasi (Z). Keterdapatan endapan pasir pada area penelitian blok 1 merupakan hasil dari letusan gunung api Gamalama yang kemudian mengalami proses mekanik atau hasil rombakkan dari batuan sebelumnya yang tertransportasi oleh media air. Total luas area penelitian blok 1 sebesar 5,96 Ha. Daerah penelitian pada blok 2 dilaksanakan di area sekitaran wisata Jikomalamo  Kelurahan Takome yang memiliki sebaran bahan galian batuan hasil dari letusan gunung api Gamalama yang terendapkan sepanjang aliran lava dengan total luas area sebesar 2,40 Ha.
Sosialisasi Bahaya Penggunaan Merkuri Pada Penambangan Emas Skala Kecil Desa Air Mangga Kec Obi Kab Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara Hilda Alkatiri
Journal Of Khairun Community Services Vol 3, No 2 (2023): Journal of Khairun Community Services
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jkc.v3i2.6804

Abstract

Pertambangan sering dianggap sebagai salah satu kegiatan untuk meningkatkan pendapatan dan perbaikan kualitas hidup. Namun disisi lain kegiatan penambangan emas yang menggunakan bahan kimia berbahaya dapat pula berdampak negatif, pada kegiatan usaha penambangan emas skala kecil (PESK), pengolahan bijih emas dilakukan dengan proses amalgamasi dimana Merkuri (Hg) digunakan sebagai media untuk mengikat emas. Banyak kegiatan penambangan yang mengundang sorotan masyarakat sekitarnya karena pengrusakan lingkungan, apalagi untuk kegiatan pertambangan rakyat, selain merusak lingkungan juga membahayakan jiwa penambang. Pemerintah Republik Indonesia menetapkan Peraturan Presiden No. 21 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Nasional Pengurangan dan Penghapusan Merkuri (RAN-PPM). Target dari PKM ini adalah adanya transfer pengetahuan tentangbahaya merkuri bagi Kesehatan, lingkungan dan secara hukum merkuri merupakan barang illegal, Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan untuk penghapusan merkuri di sektor PESK, antara lain adanya regulasi/kebijakan pemerintah, alih teknologi pengolahan emas, alih mata pencaharian, dan sosialisasi stop penggunaan merkuri. Kegiatan yang dilaksanakan ini adalah sosialisasi bahaya penggunaan merkuri kepada masyarakat. Kelompok sasaran kampanye di Desa Air Mangga meliputi guru dan siswa SDN 285 Halsel (Kelas 4, 5, dan 6), masyarakat terdampak PESK, dan tenaga polindes dan kader, melalui kegiatan ini diharapkan pesan mengenai bahaya merkuri bagi kesehatan,lingkungan, hukum serta kerugian ekonomi dapat dipahami, sehingga kedepannya dapat merubah perilaku untuk tidak menggunakan merkuri dalam pengolahan emas.
STUDI INTERPRETASI LAPISAN BAWAH PERMUKAAN TANAH DENGAN METODE GEOLISTRIK DI JALAN LINTAS SUBAIM-BULI KECAMATAN WASILE TIMUR KABUPATEN HALMAHERA TIMUR Amrih Halil; Arsal Tjina; Firman Firman; Alifianty Delila Imani Sumantri; Hilda Alkatiri
Journal of Science and Engineering Vol 6, No 1 (2023): JOURNAL OF SCIENCE AND ENGINEERING (JOSAE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/josae.v6i1.6330

Abstract

Secara geologi, Pulau Halmahera mempunyai banyak pegunungan, sehingga sangat rentan sekali berpotensi longsor. Kabupaten Halmahera Timur merupakan salah satu lokasi dengan struktur tanah tidak kompak serta banyak lereng yang tidak stabil sehingga ada beberapa titik terjadi longsor. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui susunan lapisan bawah permukaan tanah, pada lokasi jalan yang longsor di Kecamatan Wasile Timur dengan menggunakan metode geolistrik schlumberger. Pendugaan geolistrik ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran mengenai lapisan tanah di abwah permukaan dan kemungkinan terdapatnya lapisan pada kedalaman tertentu. Penelitian berlokasi di jalan lintas Subaim-Buli, Kecamatan Wasile Timur, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara dan dilakukan selama 11 bulan.Dari hasil pembahasan dan analisa perhitungan maka dapat disimpulan bahwa secara geologi daerah lintasan 1 dan 2 terdapat di formasi bacan dengan jenis batuan tersusun atas batuan Gunung Api berupa Lava, Breksi dan Tufa sisipan Konglomerat dan Batupasir. Secara litologi lintasan 1 dan 2 masing-masing memiliki 4 perlapisan dengan kedalaman mencapai 25 m. Lintasan 1 terdiri dari 4 perlapisan: lapisan pertama aluvium ,lapisan ke 2 batupasir ,lapisan ke 3 batulanau , dan lapisan terakhir shale dengan nilai resistivitas antara 2.08-563Ωm. Lintasan 2 terdiri dari 4 perlapisan: lapisan pertama shale, lapisan ke 2 kerikil, lapisan ke 3 batulanau, dan lapisan terakhir shale, dengan nilai resistivitas antara 0.57s-1141Ωm.
KARAKTERISTIKBATUAN METAMORF PAPALOANG -BACAN, HALMAHERA SELATAN, PROVINSI MALUKU UTARA Madi, Almun; Alkatiri, Hilda; Firman, Firman
Journal of Science and Engineering Vol 7, No 2 (2024): Journal of Science and Engineering (JOSAE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/josae.v7i2.9330

Abstract

The research location is in Papaloang village, Bacan Island, South Halmahera Regency, North Maluku Province. Metamorphic rocks in the Papaloang-Bacan Complex can be predicted as thermal dynamo metamorphic rocks (regional metamorphic), and are part of the Sibela Continental Suite which is Precambrian in age. The purpose of this study was to determine the characteristics of these rocks using petrographic methods, namely identifying texture, structure, and mineral content. Based on field observations and laboratory test results, metamorphic rocks in Papaloang are dominated by schist, mica schist, chlorite schist, chlorite-epidote schist, some phyllite, quartzite and gneiss with varying mineral compositions including biotite, hornblende/amphibolite, muscovite, tremolite-actinolite. Also filled with sulfide minerals such as pyrite, chalcopyrite, covellite and chalcocite as well as several iron oxide minerals. Foliation is relatively good, characterized by changes and interlocking of several minerals such as hornblende interlocking tremolite-actinolite, quartz interlocking iron oxide and Opak minerals, and changes in muscophite mica to biotite. This process is most likely related to high pressure from endogenous processes.
Sosialisasi Pemanfaatan Potensi Geotermal Kepada Mahasiswa Dan Masyarakat Di Kota Tidore Kepulauan Haya, Arbi; Alkatiri, Hilda; Madi, Almun
Journal Of Khairun Community Services Vol 5, No 1 (2025): Journal Of Khairun Community Services
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jkc.v5i1.9917

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di lokasi sumber air panas ake sahu, Kelurahan Tosa, Kota Tidore Kepulauan. Sumber air panas dapat dimanfaatkan secara tidak langsung maupun secara langsung. Pemanfaatan tidak langsung seperti pembangkit tenaga listrik, sementara pemanfaatan secara langsung seperti keperluan pembuatan kolam air panas yang dialirkan secara langsung dari sumber air panas alami, dan lain sebagainya. Saat ini masyarakat setempet memanfaatkan Ake Sahu sebagai tempat wisata secara konvensional. Mencermati hal tersebut, maka dilaksanakanlah kegitatan PKM ini. Kegiatan ini bertujuan untuk. memberikan informasi dan pengetahuan tentang aspek pemanfaatan geotermal bagi masyarakat sekitarnya secara baik dan benar, serta berdasarkan hasil kajian yang ilmiah. PKM ini dilaksanakan dengan tema; Sosialisasi Pemanfaatan Potensi Geotermal kepada Mahasiswa dan Masyarakat di Kota Tidore Kepulauan. Harapan dari kegiatan PKM ini agar masyarakat dapat memanfaatkan potensi geotermal secara baik, salah satunya adalah penerapan konsep geowisata demi tercapainya nilai tambah pada objek wisata tersebut. Tahapan pelaksanan kegiatan PKM ini diawali studi literatur; yaitu mengumpulakan referensi terkait potensi geotermal dan geowisata, selanjutnya menyusun materi dan panduan kegiatan, serta melakukan sosialisasi langsung di lokasi sumber air panas Ake Sahu yang melibatkan mahasiswa dan masyarakat setempat.
Sosialisasi Keragaman Geologi Kepada Siswa Sma Negeri 7 Di Pulau Bacan Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara Alkatiri, Hilda; Haya, Arbi; Madi, Almun; Arif, Dedy
Journal Of Khairun Community Services Vol 5, No 1 (2025): Journal Of Khairun Community Services
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jkc.v5i1.9779

Abstract

Geologi adalah gambaran keunikan komponen geologi (mineral, batuan, fosil, struktur geologi dan bentang alam) yang menjadi kekayaan hakiki suatu daerah serta keberadaannya dapat mewakili proses evolusi geologi di daerah tersebut. Sementara Warisan Geologi (Geodiversity) yang memiliki nilai lebih sebagai suatu warisan karena menjadi rekaman yang pernah atau sedang terjadi di bumi yang karena nilai ilmiahnya tinggi, langka, unik, dan indah, sehingga dapat digunakan sebagai keperluan penelitian dan pendidikan kebumian, Pulau Bacan merupakan pulau dengan keunikan geologi tersendiri, diantaranya ada bantuan metamorf yang tersebar sepanjang desa papaloang, batuan metamorf terbentuk dari proses metamorfosis atau perubahan bentuk dan sifat batuan lain akibat tekanan dan suhu tinggi. Proses ini dapat terjadi di dalam atau di dekat permukaan bumi, selain itu ada juga danau tekto-volcano oleh masyarakat setempat disebut talaga nusa proses pembentukannya akibat dari aktivitas volkanik-tekntonik yang menyebabkan bagian yang non risistensi mengalami subsidence. Pulau Bacan juga memiliki danau vulkanik lain oleh masyarakat setempat menyebutnya dengan sebutan talaga manggayoang, danau ini terbentuk karena proses vulkanis. Kelompok sasaran sosialisasi ini meliputi siswa SMA N 7 (kelas X, XI dan kelas XII), melalui kegiata ini diharapkan pesan melestarikan warisan geologi (geodiversity) dapat dipahami, menambah pengetahuan akademis dan memberikan pengalaman langsung kepada siswa, sehingga  diharapkan generasi muda akan semakin peduli, dan termotivasi untuk memahami lebih lanjut kompleksitas keberagaman geologi bumi sehingga kedepannya diharapkapkan merubah perilaku masyarakat untuk tidak merusak atau merubah bentuk sehingga diharapkan terciptanya konsep geowisata demi tercapainya nilai tambah pada objek wisata.Kata kunci: Keragaman Geologi, Pulau Bacan
Inovasi Penggunaan Limbah Pertanian sebagai Media Filter Air Melalui Pengolahan Air Skala Rumah Tangga di Halmahera Barat Ahmad, Badrun; Saputra, Muhammad Taufiq Yuda; Alkatiri, Hilda
SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Oktober 2024)
Publisher : Indonesia Christian Religion Theologians Association and Widya Agape School of Theology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/servire.v4i2.265

Abstract

This community service aims to improve the quality of life of the people in Braha Village by providing affordable access to clean water. Currently, the water condition in Braha Village is murky, especially during the rainy season. This is due to poor sanitation, direct disposal of domestic waste into the ground, and leaking septic tanks, which are close to residents' wells, causing the water to become turbid. By utilizing agricultural waste as a water filter media, the community not only obtains clean water but can also reduce water treatment costs. Through a socialization process and the creation of simple water filtration technology, the community is encouraged to utilize local waste such as fruit peels and leaves as filter raw materials. The results show a significant improvement in water quality, as well as increased public awareness of the importance of maintaining environmental cleanliness. This innovation is expected to serve as a model for other villages in Indonesia to address similar problems. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Braha melalui penyediaan akses air bersih yang terjangkau. Saat ini, kondisi air di desa Braha berwarna keruh, apalagi pada saat musim hujan. Hal ini karena buruknya sanitasi, pembuangan limbah domestik ke tanah secara langsung, dan septik yang tidak kedap air, berdekatan dengan sumur warga menjadi penyebab kekeruhan air. Dengan memanfaatkan limbah pertanian sebagai media filter air, masyarakat tidak hanya mendapatkan air bersih, tetapi juga dapat mengurangi biaya pengolahan air. Melalui proses sosialisasi dan pembuatan teknologi penyaringan air secara sederhana ini, masyarakat diajak untuk memanfaatkan limbah lokal seperti kulit buah dan daun sebagai bahan baku filter. Hasilnya menunjukkan peningkatan kualitas air yang signifikan, serta peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi model bagi desa-desa lain di Indonesia dalam mengatasi permasalahan serupa.