Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS USAHA TANAMAN HIAS DI KELURAHAN TEMBILAHAN KOTA KECAMATAN TEMBILAHAN KABUPATEN INDRAGIRI HILIR (Studi Kasus Kembang Lestari Garden) Partini Partini; Nuraini Nuraini
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 7 No. 1 (2018): Jurnal Agribisnis
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v7i1.163

Abstract

Salah satu komoditas pertanian yang digunakan untuk keindahan adalahtanaman hias. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui biaya yangdikeluarkan dalam usaha tanaman hias Kembang Lestari Garden. (2) Untukmengetahui pendapatan yang diperoleh dalam usaha tanaman hias KembangLestari Garden. (3) Untuk mengetahui efesiensi dalam usaha tanaman hiasKembang Lestari Garden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Totalbiaya yang dikeluarkan sebesar Rp.11.245.766. (2) Pendapatan bersih sebesar Rp.2.164.234. (3) Efesiensi usaha tanaman hias adalah Rp. 1,21 berarti setiap Rp.1,-biaya yang di keluarkan memberikan penerimaan sebesar Rp. 1,21 keuntungansebesar Rp. 0,21
ANALISIS EFISIENSI USAHATANI PADI DI KECAMATAN KERITANG KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Partini Partini
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 7 No. 2 (2018): Jurnal Agribisnis
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v7i2.170

Abstract

Kabupaten Indragiri Hilir merupakan lumbung padi di Provinsi Riau, salahsatu kecamatan yang merupakan produsen padi adalah Kecamatan Keritang.Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhiproduksi usahatani padi di Kecamatan Keritang, (2) Untuk mengetahui tingkatefisiensi penggunaan faktor produksi padi di Kecamatan Keritang. Metodeanalasis data yang digunakan adalah regresi linear berganda dan fungsi produksiCobb Douglass. Penelitian dilakukan di tiga desa yaitu Desa Seberang Pebenaan,Kelurahan Kotabaru Reteh dan Desa Kuala Keritang. Penetapan lokasi dilakukansecara purposive dengan pertimbangan bahwa daerah pada lokasi penelitianadalah produsen padi terbesar di Kecamatan Keritang. Penentuan jumlah sampeldilakukan dengan metode slovin sebanyak 98 petani, diambil secara acak. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa (1) Faktor yang berpengaruh terhadap produksipadi di Kecamatan Keritang adalah luas lahan, jumlah pestisida, jumlah tenagakerja dan pengalaman, (2) Hasil analisis efisiensi terhadap input fisikmenunjukkan bahwa luas lahan dan pestisida nilai tidak efisien NPMx/Px > 1(3.169 dan 3.313) sehingga penggunaannya harus ditambah sedangkan nilaiNPMx/Px tenaga kerja < 1 (-8.286) sehingga penggunaanya harus dikurangi
ANALISIS USAHA MINYAK KELAPA DI KECAMATAN ENOK KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Rita Ramadayanti; Partini Partini
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 9 No. 2 (2020): Jurnal Agribisnis
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v9i2.1457

Abstract

Kelapa merupakan tanaman perkebunan utama yang dibudidayakan oleh petani di Kabupaten Indragiri Hilir dengan luasan mencapai 440.821 hektar. Salah satu produk turunan kelapa yang diusahakan oleh masyarakat terutama ibu rumah tangga di Kecamatan Enok adalah minyak kelapa. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui biaya total, penerimaan dan keuntungan usaha minyak kelapa yang ada di Kecamatan Enok Kabupaten Indragiri Hilir, (2) Untuk mengetahui efisiensi usaha minyak kelapa yang ada di Kecamatan Enok Kabupaten Indragiri Hilir, (3) Untuk mengetahui besarnya nilai tambah usaha minyak kelapa di Kecamatan Enok Kabupaten Indragiri Hilir. Metode penelitian dengan cara sensus yaitu seluruh pengusaha minyak kelapa sebanyak 10 orang sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Biaya total pada usaha minyak kelapa di Kecamatan Enok sebesar Rp. 65.862,00 per produksi, penerimaan sebesar Rp. 131.575,00 per produksi dan keuntungan sebesar Rp. 64.862,33 per produksi, (2) Nilai Efisiensi atau R/C sebesar Rp. 1,96 artinya usahatani minyak kelapa efisien bagi pengusaha di Kecamatan Enok, (3) Nilai tambah kelapa bulat menjadi minyak kelapa sebesar Rp. 1.535,17 per kg. Kata kunci : Minyak kelapa, efisiensi, nilai tambah.
Strategi Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Bina Karya Mandiri Di Desa Seberida Kecamatan Batang Gansal Kabupaten Indragiri Hulu Nabila Cahayati; Partini Partini; Yuslizar Yuslizar
Sharing: Journal of Islamic Economics Management and Business Vol. 5 No. 3 (2026): September, 2026
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sharing.v5i3.61586

Abstract

The Bina Karya Mandiri Women Farmers Group (KWT) in Seberida Village plays a vital role in improving members' welfare through agricultural cultivation and processing activities. However, the group's business development still faces various constraints, such as limited capital, basic business management, and low digital marketing adoption. This study aims to formulate an empowerment strategy for KWT to increase income. The strategy formulation was carried out using IFAS, EFAS analysis, and the SWOT matrix. The results showed that the IFAS score was 2.75 and the EFAS score was 2.74, indicating that KWT has strong internal conditions and a supportive external environment. This condition places KWT Bina Karya Mandiri in Quadrant I (aggressive strategy). The recommended strategy is Strengths–Opportunities (SO) which leverages existing strenghts to seize opportunities throught increasing production capacity, developing product innovation, expanding digital marketing and strenghtening partnerships with the government, cooperative, village owned enterprises (BUMDes) and other business entities.
Analisis Pemasaran Gula Kelapa Di Desa Rumbai Jaya Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir Harjunisman Harjunisman; Partini Partini; Gunawan Syahrantau
Sharing: Journal of Islamic Economics Management and Business Vol. 5 No. 3 (2026): September, 2026
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sharing.v5i3.61847

Abstract

The processing of coconut sap into coconut sugar is the main home industry for the farming community in Rumbai Jaya Village, Kempas District. However, coconut sugar artisans face a lack of distribution infrastructure, limited market information, and a weak bargaining position (as price takers), resulting in significant price disparities between the producer level and the end consumer. This study aims to analyze the market institutions, channels, functions, and structure of the coconut sugar market, as well as to analyze marketing costs, margins, profits, farmer’s share, and marketing efficiency in Rumbai Jaya Village. This study utilized a survey method with a purposive sampling approach involving 7 active coconut sugar artisan businesses. Data analysis was conducted using descriptive qualitative and quantitative methods through cost-margin analysis. The results showed that there are two coconut sugar marketing channel patterns: Channel I (artisans, retailers, end consumers) and Channel II (artisans, collectors, wholesalers, retailers, end consumers). The total marketing cost for Channel I was IDR 1,800/kg with a margin of IDR 5,000/kg and a profit of IDR 3,200/kg. In Channel II, the total marketing cost reached IDR 4,000/kg with a margin of IDR 7,000/kg and a profit of IDR 2,600/kg. Both marketing channels are considered efficient because their marketing efficiency values are < 100%, specifically 6.43% for channel I and 14.67% for channel II. Channel I is the most efficient channel, offering the highest farmer’s share of 82.14%, compared to channel II at 76.67%.