Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Perceptions of Classroom Interactions and Students’ Thriving in Hybrid and Blended Learning: A Multi-Group Analysis Ani Cahyadi; Hendryadi Hendryadi; Rimi Gusliana Mais
Dinamika Ilmu Vol 22 No 2 (2022): Dinamika Ilmu, 22(2), December 2022
Publisher : UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/di.v22i2.6355

Abstract

This study aims to uncover the relationship between the quality of class interaction in learning activities and student thriving in the two methods (hybrid and blended) used in the past year. Using a sample of 112 students selected through a purposive approach, data were collected using a questionnaire at the end of the semester in 2021/2022. Partial least square structural equation modeling (PLS-SEM) with multi-group analysis (MGA) was applied to test the model. The study's results provide empirical support regarding the relationship between classroom interaction quality and student perceived thrive (vitality and learning) in both learning modes. Finally, a comparison of the effects based on MGA identified that the quality of classroom interaction was more effective on vitality than blended learning compared to hybrid learning. While regarding perceived learning, the dominant effect of classroom interaction is more effective in blended learning mode.
Students’ Response to the ECIRR Learning Model Containing Local Wisdom on Linear Motion Topic Lutfiyanti Fitriah; Akhmad Firdaus; Dahlia Dahlia; Septiana Septiana; Ani Cahyadi
Journal of Mathematics Science and Computer Education Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jmscedu.v3i1.8468

Abstract

This research aimed to describe students' responses to the ECIRR learning model that contained Nusantara's local wisdom on the topic of linear motion and to describe the implementation of the learning model during trials in small groups. The type of this research and development was ADDIE. The subjects of the small group were ten students who learned Fundamental Physics. The data instruments were response questionnaires and observation sheets. The data analysis technique was descriptive statistics. Based on the data analysis, it was known that the students gave a positive response to the developed learning model. In addition, implementing the learning model in lectures was very good. Thus, it can be concluded that the ECIRR learning model containing local wisdom can be used in the Fundamental Physics lecture on linear motion.
PERAN DAN PENGGUNAAN MEDIA ICT MATERI ORGANISASI MUHAMMADIYAH DI SMP MUHAMMADIYAH 3 BANJARMASIN Ani Cahyadi; Fatimah Zuhriah
EDUTECH Vol 22, No 2 (2023)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v22i2.54414

Abstract

Saat ini merupakan era digital yang menempatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai garda terdepan. Dalam ranah pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di era saat ini tidak dapat dipungkiri masih banyak guru yang melaksanakan pembelajaran di kelas secara monoton melalui media ceramah. Karena itu saat ini telah hadir media pembelajaran ICT yang memiliki peranan penting dalam inovasi pembelajaran saat ini. Artikel ini membahas tentang implementasi media ICT materi organisasi Muhammadiyah kelas 7 SMP Muhammadiyah 3 Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan data yang diperoleh dari penelitian lapangan, yaitu penulis menjelaskan melalui sebuah paparan deskriptif berdasarkan informasi atau data-data yang diperoleh dari lapangan serta literatur-literatur yang mendukung penelitian ini. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi media ICT materi organisasi Muhammadiyah kelas 7 SMP Muhammadiyah 3 Banjarmasin. Hasil dari penelitian ini ialah media ICT memiliki peranan yang sangat penting di antaranya yaitu sebagai alat bantu guru dalam pembelajaran, sebagai tempat dan sarana belajar siswa, serta sebagai sumber belajar. Adapun penggunaannya di SMP Muhammadiyah 3 Banjarmasin ialah melalui beberapa langkah, antara lain yaitu pendahuluan/kegiatan awal, kegiatan ini, dan kegiatan penutup.
Information and Communication Technology dan Artificial Intelligence dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Aulia Azizatul Hidayah; Ani Cahyadi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan Kecerdasan Buatan (AI) telah membawa perubahan signifikan pada dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penggunaan teknologi digital mendorong terciptanya pembelajaran yang lebih efektif, interaktif, fleksibel, dan berpusat pada siswa. Studi ini bertujuan untuk menganalisis tren perkembangan TIK dan AI dalam pendidikan, mengidentifikasi potensi dan tantangan implementasi AI dalam pembelajaran PAI, dan meneliti penggunaan gamifikasi dan pembelajaran adaptif sebagai strategi inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Studi ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI memiliki potensi besar untuk mendukung personalisasi pembelajaran, memfasilitasi evaluasi, dan menyediakan media pembelajaran interaktif dalam PAI. Namun, implementasinya menghadapi beberapa tantangan, seperti rendahnya literasi digital guru, keterbatasan infrastruktur, isu etika, dan pentingnya menjaga nilai-nilai Islam. Selain itu, penerapan gamifikasi dan pembelajaran adaptif telah terbukti meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, integrasi TIK, AI, gamifikasi, dan pembelajaran adaptif perlu dikembangkan secara bijaksana dan seimbang agar dapat mendukung pembelajaran PAI yang inovatif tanpa menghilangkan peran guru sebagai pembangun karakter dan penanam nilai-nilai agama.
KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA (PROBLEMATIKA, TANTANGAN DAN LINTASAN SEJARAH KURIKULUM DI INDONESIA) Nurhidaya M; Hamdan; Ani Cahyadi
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.398

Abstract

Pendidikan Islam di Indonesia telah mengalami transformasi signifikan untuk memenuhi tuntutan masyarakat modern. Sejak pertama kali diperkenalkan di nusantara hingga saat ini, kurikulum pendidikan Islam terus berkembang sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat. Namun, tantangan masih tetap ada, termasuk keterbatasan dalam metode pengajaran, integrasi nilai-nilai Islam dengan kemajuan ilmu pengetahuan, dan kesiapan sumber daya manusia. Secara historis, kurikulum ini telah melalui beberapa fase penting: masa kolonial, masa pasca kemerdekaan, dan era globalisasi. Setiap fase memperkenalkan tantangan dan kebijakan yang unik dalam pengembangan pendidikan Islam. Pemerintah Indonesia, melalui regulasi seperti Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional dan kurikulum berbasis kompetensi, telah berupaya mengintegrasikan pendidikan Islam ke dalam sistem pendidikan nasional. Namun, integrasi ini sering kali menimbulkan dilema antara pelestarian nilai-nilai Islam dan penerimaan terhadap ilmu pengetahuan modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan fokus pada penelitian kepustakaan untuk mengkaji perkembangan historis, tantangan, dan solusi terkait kurikulum pendidikan Islam di Indonesia. Temuan penelitian menunjukkan adanya masalah yang terus berlangsung, seperti dikotomi antara ilmu agama dan ilmu sekuler, sentralisasi kurikulum, serta kelebihan muatan kurikulum. Penelitian ini juga menyoroti perlunya reformasi menyeluruh, pengembangan profesionalisme guru, serta integrasi pendidikan Islam dan pendidikan sekuler untuk menghasilkan lulusan yang seimbang dan kompetitif. Kurikulum yang adaptif dan responsif sangat penting untuk menjaga relevansi pendidikan Islam di tengah perubahan global yang cepat, guna memastikan bahwa generasi mendatang memiliki integritas moral yang kuat, pengetahuan agama yang solid, dan keterampilan yang beragam.
Landasan Filosofis Pendidikan Islam Aulia Azizatul Hidayah; Ani Cahyadi
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Islam merupakan pilar penting dalam membentuk peradaban manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Dalam perspektif Islam, pendidikan tidak hanya dipahami sebagai proses transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai upaya komprehensif untuk mengembangkan seluruh potensi manusia secara seimbang, baik aspek intelektual, spiritual, moral, maupun sosial. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji landasan filosofis pendidikan Islam yang meliputi aspek ontologi, epistemologi, dan aksiologi, serta menelaah relevansinya dalam desain pembelajaran berbasis nilai-nilai dasar Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari sumber primer berupa Al-Qur’an dan Hadis, serta sumber sekunder berupa buku dan artikel jurnal ilmiah yang relevan dengan tema filsafat pendidikan Islam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan metode deskriptif-analitis dengan pendekatan filosofis dan konseptual. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa ontologi pendidikan Islam memandang manusia sebagai makhluk berakal dan beriman yang membutuhkan pendidikan, epistemologi pendidikan Islam menegaskan bahwa ilmu bersumber dari wahyu, akal, dan pengalaman, sedangkan aksiologi menekankan tujuan pendidikan untuk membentuk manusia berilmu, berakhlak mulia, dan berorientasi pada kebahagiaan dunia dan akhirat. Selain itu, nilai-nilai dasar Islam seperti tauhid, ibadah, akhlak, kemanusiaan, dan keseimbangan menjadi fondasi penting dalam desain pembelajaran pendidikan Islam. Dengan demikian, pendidikan Islam hadir sebagai sistem yang komprehensif dan relevan dalam menjawab tantangan pendidikan modern tanpa meninggalkan nilai-nilai ilahiah