Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Sparkling Surabaya Dance: Kajian Estetika Desain Busana Karya Tari Sparkling Surabaya Keziavtian Wisnu Istighfaria; Guruh Marhaenis Handoko Putro; Setyo Yanuartuti
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 6, No 1 (2022): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, JUNI 2022
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gondang.v6i1.31198

Abstract

Awal mula riset ini didasarkan pada desain busana yang dipakai penari tarian Sparkling Surabaya. Busana yang digunakan oleh para penari seakan memberikan ciri khas yang unik jika dibandingkan dengan tarian daerah lain. Dengan adanya hal tersebut, peneliti tertarik dalam meneliti sebuah interpretasi serta mencari tahu busana tarian Sparkling Surabaya. Tujuan riset ini yaitu untuk mendeskripsikan busana, makna yang tekandung, aksesoris dan pengaruh perubahan tata busana Tarian Suramadu. Metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan estetika fungsional digunakan dalam riset ini. Riset ini dilakukan di Kota Surabaya dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara serta dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan menjelaskan keunikan busana tari Sparkling Surabaya yaitu pada busana yang khas menggunakan sayap, sampur, mahkota dan aksesoris lain yang disertakan. Sedangkan kaitannya dengan estetika busana yang digunakan pada penari Sparkling Surabaya yaitu ada pada penciptaannya melalui eksresi gerak dan karakter dari masyarakat kota Surabaya.
What Factors Affect Hedging? Empirical Evidance from Indonesia Mega Barokatul Fajri; Guruh Marhaenis Handoko Putro; Jennifer Farihatul Bait; Ira Megasyara
MEC-J (Management and Economics Journal) Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Economics, State Islamic University of Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/mec-j.v7i1.19277

Abstract

This research aims to analyze each of the operational and financial factors that can be used as variables influencing decisions and the intensity of hedging. There are two test analysis model used in this study, the first to test the company decision to hedge as a measured by using dummy variables and the second model is used to test the intensity of the company in hedging as measured by the ratio of derivative and natural logarithm of derivative. By using Probit and Tobit regression, the results of the logistic regression test show that financial factors such as financial distress, and leverage, and so operational factors such as foreign sales variables did not influence the firm's decisions and intensity in carrying out hedging activities. Foreign debt variables, profitability, and firm size that include financial factors have a positive influence on company decisions and intensity in carrying out hedging decisions, while the last part of financial factors such as growth opportunity variables only has a positive effect on company decisions in carrying out hedging activities and have no effect on the intensity of firms in hedging activities. The liquidity variable has a negative influence on the decisions and intensity of the company in conducting hedging activities. The originality of this study lies in the intensity factor of the use of hedging on the company's operations and finances in hedging, whereas in previous studies only focused on the influence of factors that can influence hedging decisions.
Pelatihan Pembuatan Website Toko OnlineBagi Pelaku Umkmdesa Pungging Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan Muhammad Imron Rosadi; Misbach Munir; Jennifer Farihatul Bait; Abdul Majid; Guruh Marhaenis Handoko Putro; Sri Yaumi
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 2 No. 1 (2023): Februari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v2i1.1158

Abstract

Tumbuh kembang UKM di Indonesia perlu mendapatkan perhatian khusus dari seluruh kalangan masyarakat. Perhatian tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk dukungan dan pelatihan keterampilan. Terdapat banyak pelaku bisnis UKM yang belum mengenal cara pemasaran melalui platform digital, salah satunya Kelompok UKM Desa Pungging, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. Meski telah diketahui secara luas bahwa UKM yang menggunakan platform digital sebagai media pemasarannya diketahui meningkatkan penjualannya dan meluaskan jangkauan pasarnya. Oleh karena itu Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Universitas Yudharta Pasuruan, Universitas Muhammadiyah Lamongan, dan ITB Ahmad Dahlan Lamongan melakukan Pelatihan Pembuatan Website Toko Online pada para pelaku UKM di Desa Pungging tersebut. Pelatihan dilaksanakan dalam beberapa tahap berikut. Mulai dari persiapan, sosialiasi, kemudian pelatihan dan pemberian pemahaman pemasaran digital.
Verbal Communication Style of Public Figures on Social Media: Responses of Generation Z in Lamongan as Fans Chusnur Ismiati; Fauzan Abdillah; Guruh Marhaenis Handoko Putro
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis Vol 9 No 2: April 2024
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/7k9h8h09

Abstract

Media sosial seakan menjadi sarana masyarakat dalam melakukan komunikasi untuk menyampaikan aspirasi, inspirasi dan inovasi bagi para pengguna media sosial. Gaya komunikasi yang digunakanpun beragam dalam bermedia sosial. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui respon masyarakat di Lamongan khususnya Generasi Z yang aktif dalam bermedia sosial untuk mengetahui pengaruh dari media sosial di era 5.0 pada gaya komunikasi verbal di media sosial sehari-hari oleh Generasi Z di Kabupaten Lamongan dalam sehari-hari. Permasalahan dalam kasus ini adalah gaya komunkasi verbal bagi idola atau public figur sangat berpengaruh bagi Generasi Z mengalami kecanduan yang membuat tidak mau lepas dari gadget, sehingga mengakibatkan rendahnya sosialisasi dengan orang lain, orang yang kurang fokus, dan orang yang kemampuan sosialnya sangat lemah. Kuesioner Google Form digunakan untuk mengumpulkan data, dan metodenya deskriptif kuantitatif dengan informasi dari buku, jurnal, artikel online, dan publikasi sebelumnya. Temuan penelitian menunjukkan hal itu Generasi Z di Kabupaten Lamongan menunjukan bahwa tidak mengikuti gaya komunikasi verbal yang tidak baik di media sosial. Generasi Z di Kabupaten Lamongan tidak akan menghiraukan adanya tindakan negatif seperti mencaci, memaki, menggunjing dan menyindir yang dilakukan oleh idola maupun publik figur yang disukai dan akan menganggap sebagai bahan lelucon dan hiburan saja. sudah sesuai dengan etika digital dengan baik. Penelitian ini diperkuat dengan teori use and gratifications untuk sebagai acuan untuk mengungkap permasalahan ini.
Digital Ethics: The Use of Social Media in Gen Z Glasses Fauzan Abdillah; Guruh Marhaenis Handoko Putro
Jurnal Komunikasi Vol. 14 No. 1 (2022): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v14i1.13525

Abstract

This study is about digital ethics among Generation Z in the city of Surabaya, facing the era of digitalization and society 5.0 with various challenges on various social media platforms, so that it is expected to be more ethical, optimal and safe. One of the objectives of this study is to determine the response of Generation Z toward hoax information by using generation z digital literacy skills and digital ethics owned by generation z in the city of Surabaya. The problem being faced in this study is the amount of hoax news on social media that can affect the mindset and digital ethics of Generation Z. The method used is quantitative with data collection techniques by distributing data through a Google Form questionnaire and using information from previous literature, journals, online media and books. The results of the study reveal that the use of social media by Generation Z is in accordance with good digital ethics such as using social media to upload photos, send messages and for school and lecture activities. Generation Z also uses social media to see the latest information. However, if there is hoax news, Generation Z tends to check the truth. As a theoretical perspective a theory of uses and gratifications on digital media use to reveal this phenomenon.
Implementasi Coretax Pada KPP Pratama Lamongan Friska Dini Margareta; Yasfina Qurrota Ayun; Guruh Marhaenis Handoko Putro
JURNAL AKUNTANSI AUDIT DAN PERPAJAKAN INDONESIA (JAAPI) Vol. 7 No. 1 (2026): Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Akuntansi Audit dan Perpajakan Indonesia (JAAPI)
Publisher : Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi UMN AL Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jaapi.v7i1.6752

Abstract

This study aims to analyze and explain how the implementation of the Core Tax Administration System (Coretax) affects the operational performance of tax authorities (fiskus) as primary users, as well as to identify the benefits and technical obstacles that emerged during the full implementation phase as of January 2025. This in-depth exploration was evaluated using the DeLone & McLean Information Systems Success Model (ISSM) framework. The research applied a qualitative method with a case study approach at KPP Pratama Lamongan, under the Regional Office of DJP East Java II. Data were gathered through a triangulation method combining in-depth interviews with three tax officers, direct observation, and documentation analysis. The results indicate that Coretax has successfully transformed tax administration into an integrated single platform, particularly through the Registration Module and Case Management Module. Coretax excels in system and information quality with real-time data updates. However, post-implementation evaluation revealed fluctuating user satisfaction at around 70% due to national technical challenges, including data anomalies after migration, system errors following a refresh action, and high interface complexity. Furthermore, these integration benefits have not yet directly improved the achievement of Key Performance Indicators (KPI/IKU) because the energy of the tax officers was heavily consumed by adapting to new procedures and managing dual roles as system users and taxpayers' facilitators during this transition phase. Keywords: Coretax, Tax Authority Performance, DeLone & McLean ISSM, Tax Administration System, Case Study.