Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Akhlak Tasawuf Basis Pendidikan Multikultural Di Indonesia Hadarah Rajab Rajab
Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam Vol 7 No 1 (2020): Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/tarbawy.v7i1.1206

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana sikap aklah yang diajarkam ilmu tasawuf dapat menjadi landasan Pendidikan multicultural. Metode yang digunakan adalah dengan metode penelitian kualitatif fenomenologis, dengan melalui pendekatan wawancara mendalam dan pengamatan langsung di lapangan, serta observasi. Adapaun hasil dari pene;itian ini adalah desain Pendidikan Multikultural yang berbasis Akhlak Tasawuf. Kolaborasi antara konsep pendidikan multicultural di satu sisi dan perilaku sufi pada ajaran tasawuf dilain sisi. Pada dasarnya kedua unsur tersebut sudah berjalan dengan waktu yang cukup panjang dan telah merimplikasi ke berbagai aspek[1], namun pada bagian ini menawarkan kolaborasi kedua unsur dalam sistim pendidikan multikulturak berdimensi sufi[2] yang dimungkinkan menjadi suatu pola baru yang lebih teduh dan menciptakan kedamaian untuk bangsa Indonesia This study aims to describe how the attitude that is taught by Sufism can be the basis of multicultural education. The method used is phenomenological qualitative research methods, through in-depth interviews and direct observation in the field, as well as observation. The results of this study are the design of Multicultural Education based on Moral Tasawuf. Collaboration between the concept of multicultural education on the one hand and Sufi behavior on Sufism on the other hand. Basically these two elements have been running for quite a long time and have been implicated in various aspects, but this section offers collaboration between the two elements in a multicultural education system with a Sufi dimension which is possible to become a new pattern that is more shady and creates peace for the Indonesian people [1] Hadarah and Gani, ‘The Implementation of Tarekat Naqsyabandiyah’s Sufism Values in South Celebes’. [2] Enok Rohayati, ‘Pemikiran al-Ghazali tentang Pendidikan Akhlak’, Ta’dib: Journal of Islamic Education (Jurnal Pendidikan Islam), vol. 16, no. 01 (2011), pp. 93–112.
PERAN ORGANISASI KEAGAMAAN DALAM PEMBERDAYAAN EKONOMI KELOMPOK MASYARAKAT (POKMAS) PEREMPUAN BERBASIS PROGRAM PADA MODAL SOSIAL Hadarah Rajab
Scientia: Jurnal Hasil Penelitian Vol 1 No 1 (2016): Scientia Juni
Publisher : LP2M IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.687 KB)

Abstract

This writing is to show how women religion organization has an interlationship use social capital by giving economical benefit to green vendors in local term called “Kemplang” in Bangka. Social capital which performs social informal relationship, also contribute to the proses of how the community group help others aspecially women green vendors as community group which have role in rising fund to empower their efforts.
Peringatan Dini Terhadap Hubungan Antar Umat Beragama di Kota Pangkalpinang Hadarah Rajab
Scientia: Jurnal Hasil Penelitian Vol 3 No 1 (2018): Scientia Juni
Publisher : LP2M IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.924 KB)

Abstract

The harmony and conflict between religions of the institution becomes very important to: first, break down the prejudices against the image that has been built for the four institutions. The results of this study are expected to prove that the institution is truly inclusive. At the same time also reinforce the prejudice of the image, if it turns out the results of the study show the opposite. Second, it can be seen what their desires for religion and other groups treat them. In other words, this research is expected to be able to illustrate the desires of each religious group towards the other, so that in turn efforts can be made to build and increase harmony among them in particular, and among religious adherents in general. The research method used is Descriptive Phenomenology on How do community leaders view early warning of inter-religious relations in the City of Pangkalpinang and How are the efforts made, both by the government and the community, to increase harmony between religious adherents in the City of Pangkalpinang.? Through social phenomena, it is known that based on the views of the Bangka community, it is known how much the potential for harmony and or conflict exists between them in particular, and in the Pangkalpinang City area in general. In other words, the results of this study contribute to the reading of the potential for conflict and or harmony between religions, each of which demands sustainable action and policy. Early warning in relations between religious communities is a form of anticipation of the possibility of religious conflicts. The term early warning or more commonly referred to as an early warning system, early warning system, is a term that is often used in a safety protection system, both those caused by natural disasters, or those caused by chaos that occur in society
Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi Dalam Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Kelas Tinggi di Sekolah Dasar Negeri 10 Pangkalpinang Lestari Lestari; Hadarah Hadarah; Soleha Soleha
EDOIS: Journal of Islamic Education Vol. 1 No. 2 (2023): Edois: Journal of Islamic Education
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/edois.v1i02.3710

Abstract

The purpose of this research is to obtain systematic, authentic, and accurate information about the facts related to the application of differentiated learning to increase student activity at State Elementary School 10 Pangkalpinang and efforts to overcome obstacles to differentiated learning. This research is qualitative with a phenomenological approach. The research subjects were the principal, teachers, library staff, and students at SDN 10 Pangkalpinang. The researcher used both primary and secondary data. Data collection methods include observation, interviews, and documentation. In this study, researchers used the Miles and Huberman model data analysis procedure. The data obtained were analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and verification. Based on the results of the study, it can be concluded that (a) students are more active and involved in the learning process, which is reflected in their participation in discussions, questions, and group work. (b) Different teaching methods in differentiated learning, such as presenting content with videos, projects, or creative assignments, can positively affect students' learning activities. (c) Efforts to overcome obstacles include involving class associations, alumni, and companies to help implement an activity, providing training to teachers to better understand differentiated teaching strategies, and providing additional time to students who need help. This research is very important for educators and education policymakers to consider the importance of implementing differentiated learning strategies in an effort to improve the quality of education at a higher level. It also highlights the need for teacher training in implementing this approach effectively so that it can provide maximum benefits for all students in the higher grades.
PENINGKATAN LITERASI KEUANGAN SYARIAH BAGI PEGAWAI KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN BANGKA BARAT Hadarah; Wulpiah; Kartika Sari; Mifta Nurul Rosyidah; Istikomah
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Z-COVIS) Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat (Z-COVIS)
Publisher : Penerbit Az-Zahra Media Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah nasional masih relatif rendah dibandingkan sistem keuangan konvensional, sehingga diperlukan intervensi edukatif yang terukur dan berkelanjutan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan oleh Program Pascasarjana IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung pada 26 Agustus 2025 bertujuan meningkatkan kompetensi pegawai Kementerian Agama Kabupaten Bangka Barat terkait prinsip, praktik, dan penerapan literasi keuangan syariah. Melalui metode seminar, workshop, simulasi kasus, dan pendampingan, kegiatan ini menemukan bahwa sebagian besar pegawai belum memahami indikator literasi keuangan syariah serta belum memanfaatkan produk lembaga keuangan syariah. Program ini menghasilkan peningkatan pemahaman peserta, terbentuknya inisiatif komunitas penyuluh keuangan syariah, dan rekomendasi tindak lanjut berupa penyusunan modul, pendampingan, dan kemitraan strategis dengan lembaga keuangan syariah.
Pandemi Covid-19 Agen Perubahan Pendidikan Akhlak Hadarah Hadarah
Sustainable Vol. 3 No. 2 (2020): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v3i2.1652

Abstract

Persoalan Pandemi yang melanda dunia secara global telah melumpuhkan tatanan kehidupan umat manusia dari aspek ekonomi, sosial, budaya, gaya hidup dan akhlak. Mulai dari tingkat individu, rumah tangga bahkan semua lapisan sampai peringkat dunia, tidak memandang suku, agama ataupun strata sosial. Anjuran protokol kesehatan ini harus ditaati dikarenakan yang paham tentang pandemi ini adalah ahli kesehatan maka semestinya imbauan protokol kesehatan sebagai garda terdepan dalam mengatasi pandemi ini harus dihargai dengan cara tentunya mematuhi dan mengikuti imbauan tentang protokol kesehatan. Tidak terkecuali dalam hal ibadah dan akhlak dalam Islam. Diantaranya cara bersilaturrahmi, cara beribadah dan sampai kepada penampilan. Fenomena PANDEMI COVID -19, sebagaimana gambaran dalam artikel ini, menjadi perenungan bagi semua ummat yang beragama, itulah yang membuat penulis mengangkat tema kajian ini. Bagaimana seharusnya manusia bersikap dan bertindak di tengah situasi yang sungguh mencekam ini, dimana peran nilai agama yang menjadi jargon moral paling prima untuk seluruh ummat yang beragama. Akhlak yang baik dan menjadi budaya pada diri seseorang. Akhlak dapat mempengaruhi kualitas kepribadian seseorang yang menyatukan pola berpikir, bersikap, berbuat, minat falsafah hidup dan keberagamannya.
Pendidikan Akhlak: Analisis Philosofis – Jendela Hati Hadarah Hadarah
Sustainable Vol. 2 No. 1 (2019): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v2i1.1656

Abstract

Suatu hal yang penting dikaji yaitu keutamaan Filsafat Pendidikan Akhlak, implikasi akhlak yang baik atau buruk pada hati, ada lubang yang menjadi celah untuk saling mempengaruhi antara keduanya itulah disebut jendela hati. Hati yang tertutup rapat, tidak selamanya tidak bisa diintip dan terpengaruh dari hal-hal luar, sering disebut dalamnya laut dapat diukur, namun dalam hati seseorang siapa yang tahu. Memang hati sangat sulit diketahui, namun dapat saja mempengaruhi segala sendi-sendi kehidupan sosial manusia di lingkungan sosialnya, oleh sebab hati tidak berdiri sendiri dalam diri manusia, melainkan hati sebagai pengendali sikap dan perilaku manusia. permasalahan yang fundamental, yaitu fungsi pendidikan seringkali mengalami distorsi (kendala) berupa kepentingan-kepentingan subjektifitas, sehingga ketika melakukan tindakan biasanya sulit independen, terkadang manusia bertindak atas perintah dari luar bukan dari dalam hati nuraninya, akibatnya terjadi kontra produktif antara apa yang dilakukan dengan apa yang ia inginkan. Pendekatan kefilsafatan mendasarkan pada pandangan al-Ghazali dan Ibnu Maskawaih demikian Ibn Qayyim ia memandang bahwa akhlakkul karimah pada ummat Muslim terdiri dari aspek pengamalan nilai-nilai Islam dan nilai-nilai Iman, dan Ihsan. Terkadang juga melakukan suatu tindakan yang ia paksakan akibat desakan dari berbagai macam kepentingan, maka dalam hal ini akhlak selalu dalam keadaan terbelenggu. Padahal hanya akhlak yang baik itulah yang dapat menjadi komandan bagi jiwa atau hati manusia. Tujuan menulisan artikel ini adalah mengkaji tetang pendidikan akhlak untuk menjadi media bagi hati.
Membumikan Pendidikan Akhlak Tasawuf Hadarah Hadarah
Sustainable Vol. 2 No. 2 (2019): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v2i2.1657

Abstract

Setiap zaman silih berganti, dengan pergantian tersebut menyebebkan munculnya zaman baru atau dikenal juga dengan nama era baru. Kehidupan manusia demikian juga senantiasa mengalami peremajaan, yang tua akan kembali ke alam kubur, namun kehidupan dilanjutkan oleh anak cucu mereka. Peremajaan sering lazim terjadi dan fakta kehidupan berlangsung secara terus menerus, ada yang pergi dan ada juga yang terlahir, populasi manusia selalu bertumbuh dan meningkat jumlahnya. Zaman baru berawal dari zaman kuno atau tua, akan tetapi nilai kebaharuan akan selalu terikat dengan nilai klasik terutama pada aspek pembentukan moral spiritual dimesnsi sufistik. Setiap era perkembangan manusia, selalu diwarnai dengan perbuhan peradaban yang sejatinya menuju ke arah yang lebih baik, namun tidak selamanya idealisme itu menjadi suatu kenyataan dimana peradaban manusia cenderung mengalami pergeseran terutama pada pola perilaku. Kalau dulunya anak-anak senang bersenda gurauau dengan orang tua, sanak saudara dan kawan sekitar lingkungannya, namun sekarang sangat berbeda jauh akibat mereka sudah asyik dengan kesibukannya masing-masing melalui dunia maya. Inilah yang menjadi tugas yang berat bagi semua kalangan, baik orang tua, guru dan juga lingkungan sosial. Perubahan perilaku masyarakat sudah nampak jauh atas nama mengikuti jaman now untuk segera meninggalkan jaman old
Pendidikan Spiritual Menata Imun Tubuh Masa Pandemi Hadarah Hadarah
Sustainable Vol. 3 No. 1 (2020): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v3i1.1659

Abstract

Persoalan bangsa sebagaimana yang diuraikan di atas, membutuhkan pemikiran berkaitan dengan keselamatan invidu, masyarakat, bangsa dan Negara dari seluruh persoalan yang semakin mencekam. Semua elemen mempunyai peran dan andil sesuai kelas sosial masing-masing. Bukan waktunya untuk berdebat kusir saling menyalahkan satu sama lain. Dalam momentum saat ini, bangsa memanggil seluruh masyarakat turut membantu memikirkan perbaikan keadaan, minimal berusaha memulihkan kondisi keluarga masing-masing, memperkuat benteng kehidupan melalui pemulihan mental, jiwa yang sehat lepas dari setres dan rasa trauma terhadap pengaruh bencana PANDEMI. Permasalahannya adalah, fakta menunjukkan kondisi spikologis masyarakat sudah mengalami degradasipesismistik, dan bahkan terdapat kelompok masyarakat yang putus asah, setres dan kehilangan kendali, rumah tangga yang broken, pasangan suami istri mengalami perceraian dimana-mana, kesemuanya itu terjadi akibat berbagai faktor pemicunya, dan yang paling nampak adalah krisis ekonomi, krisis sosial, krisis moral dan krisis kepercayaan hingga arah hidup menjadi serba tida menentu. Peran pemerintah hanya terbatas, tidak dapat menyelesaiakan persolan masyarakat per individu, tidak dapat bertahan hidup dalam jangka waktu yang lama jika hanya mengandalkan bantuan pemerintah, oleh karenanya menjadi tanggungjawab masing-masing warga Negara, bangsa dan masyarakat menyelesaikan segala persoalannya sesuai kadar sosialnya. Dunia kehidupan manusia secara kuantitatif mengalami pengurangan yang signifikan, dan pegurangan jumlah secara kualitatif pada dimensi spikologis, banyak pula yang imannya menjadi lemah. Keimanan tetap pada dasar fundamental Islam, ummat Muslim tetap pada keyakinan bahwa segala bencana PANDEMI adalah atas dasar sunnatullah, bencana alam yang juga atas persetujuan sang Pencipta.
Pengaruh Pendekatan Saintifik Dalam Pembelajaran PAI Terhadap Keaktifan Peserta Didik Kelas IV-VI di SDN 10 Tempilang Ariani Ariani; Hadarah Hadarah; Siska Dwi Paramita
LENTERNAL: Learning and Teaching Journal Vol. 1 No. 1 (2020): LENTERNAL: Learning and Teaching Journal
Publisher : Fakultas Tarbiyah, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/lenternal.v1i1.1273

Abstract

SD Negeri 10 Tempilang merupakan SD yang telah menerapkan kurikulum 2013 dimana dalam proses pembelajarannya, termasuk juga pembelajaran PA yang menggunakan pendekatan saitifik. Berdasarkan pengamatan dan wawancara dengan guru PAI di SDN 10 Tempilang, kegiatan pembelajaran PAI di SD tersebut belum banyak melibatkan aktivitas peserta didik. Dimana guru masih dominan menyampaikan materi dengan metode ceramah. Setelah berdoa, guru mengawali pelajaran dengan membaca surat-surat pendek dan menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini dan mengaitkan materi sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari. Setelah itu guru menjelaskan materi sambil menulis di papan tulis lalu memberi tugas baik secara kelompok untuk didiskusikan maupun secara individu. Meskipun sudah digunakan metode diskusi, namun tidak semua ikut mengerjakan. Masih ada peserta didik yang sibuk dengan aktivitas lain diluar kegiatan pembelajaran. Kurangnya Media pembelajaran yang mendukung pembelajaran juga mengahambat ketertarikan peserta didik mengikuti pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Berdasarkan hasil uji determinasi guna mengetahui seberapa besar hubungan antara variabel X dan Y. Diketahui bahwa pengaruh pendekatan saintifik terhadap keaktifan peserta didik SD Negeri 10 Tempilang memberi pengaruh sebesar 17,8%. Sedangkan untuk 82,2% lainnya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dijadikan variabel dalam penelitian ini. SD Negeri 10 Tempilang is an elementary school that has implemented the 2013 curriculum where in the learning process, including PA learning using a positive approach. Based on observations and interviews with PAI teachers in SDN 10 Tempilang, PAI learning activities in these elementary schools have not involved many student activities. Where the teacher is still dominant in delivering the material with the lecture method. After praying, the teacher starts the lesson by reading short letters and explaining the purpose of today's learning and linking the previous material with the material to be learned. After that the teacher explains the material while writing on the board and then assigns both groups to be discussed and individually. Although the discussion method has been used, but not all participate in doing it. There are still students who are busy with other activities outside the learning activities. The lack of learning media that supports learning also inhibits students' interest in learning. This research is a quantitative research. Based on the results of the determination test to find out how much the relationship between variables X and Y. It is known that the influence of the scientific approach to the activeness of students in SD Negeri 10 Tempilang gives an effect of 17.8%. Whereas 82.2% was influenced by other factors which were not used as variables in this study.