Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGOPTIMALISASIAN PERPUSTAKAAN DESA DALAM MENINGKATKAN BUDAYA BACA ANAK Soleha Soleha
Scientia: Jurnal Hasil Penelitian Vol 1 No 1 (2016): Scientia Juni
Publisher : LP2M IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.449 KB)

Abstract

Books and libraries are the keys to social changes in broadening the human mind. By reading many people will know all the information in all fields. However, reading is not only done in limited time and place. As the development of technology moves so fast, especially in the field of communication, information can be accessed very easily through various kinds of social media. One of the most accessible places to get information is the library. Nowadays, almost every village has a library since the government conducts a village literacy program by establishing a Community Library. The book is a window to the world and reading is its key. People who love to read and have a good learning attitude considered as a society that will be able to adapt and compete in this globalisation era. The advancement of technology enables people to access information quickly and easily from a variety of fields. It requires people to have the ability to explore, acquire, select and manage information in a smart way. Hence community library is an alternative in the effort of enlightening and educating people.
IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH DALAM PEMBENTUKAN NILAI-NILAI KARAKTER PESERTA DIDIK Soleha Soleha; Rubiati Rubiati
Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam Vol 9 No 1 (2022): Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/tarbawy.v9i2.3098

Abstract

Gerakan literasi, merupakan salah satu program dalam memajukan mutu sekolah. Khususnya dalam membentuk nilai-nilai karakter peserta didik. Untuk mengetahui pengembangan nilai-nilai karakter peserta didik melalui gerakan litersi sekolah, maka diperlukan sebuat penelitian. Oleh sebab itu, artikel ini merupakan hasil penelitian tentang implementasi pengembangan Gerakan Literasi Sekolah dalam membentuk nilai-nilai karakter peserta didik yang dilakukan di SMA Negeri 3 Pangkalpinang. Temuan dalam penelitian ini yaitu gerakan literasi yang dikembangkan di SMA Negeri 3 Pangkalpinang mencakup literasi dasar antara lain: literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi budaya dan literasi kewargaan. Pelaksanaan gerakan literasi di SMA Negeri 3 Pangkalpinang dilakukan sesuai dengan Panduan Gerakan Literasi Sekolah di Sekolah Menengah Atas yang sudah memenuhi a. Tahap Pembiasaan (jenis Kegiatan tahapan pembiasaan, Indikator ketersiapan Gerakan literasi tahap pembiasaan), b. Tahap Pengembangan, c. Tahap Pembelajaran. Sedangkan nilai-nilai karakter yang dikembangkan dalam gerakan literasi sekolah antara lain: nilai nasionalis, nilai relegius, nilai nasionalis, nilai gotong royong dan nilai integritasyang terinternalisasi dalam proses pembelajaran.
Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi Dalam Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Kelas Tinggi di Sekolah Dasar Negeri 10 Pangkalpinang Lestari Lestari; Hadarah Hadarah; Soleha Soleha
EDOIS: Journal of Islamic Education Vol. 1 No. 2 (2023): Edois: Journal of Islamic Education
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/edois.v1i02.3710

Abstract

The purpose of this research is to obtain systematic, authentic, and accurate information about the facts related to the application of differentiated learning to increase student activity at State Elementary School 10 Pangkalpinang and efforts to overcome obstacles to differentiated learning. This research is qualitative with a phenomenological approach. The research subjects were the principal, teachers, library staff, and students at SDN 10 Pangkalpinang. The researcher used both primary and secondary data. Data collection methods include observation, interviews, and documentation. In this study, researchers used the Miles and Huberman model data analysis procedure. The data obtained were analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and verification. Based on the results of the study, it can be concluded that (a) students are more active and involved in the learning process, which is reflected in their participation in discussions, questions, and group work. (b) Different teaching methods in differentiated learning, such as presenting content with videos, projects, or creative assignments, can positively affect students' learning activities. (c) Efforts to overcome obstacles include involving class associations, alumni, and companies to help implement an activity, providing training to teachers to better understand differentiated teaching strategies, and providing additional time to students who need help. This research is very important for educators and education policymakers to consider the importance of implementing differentiated learning strategies in an effort to improve the quality of education at a higher level. It also highlights the need for teacher training in implementing this approach effectively so that it can provide maximum benefits for all students in the higher grades.
Implementasi Gerakan Sekolah Sehat dalam Meningkatkan Dimensi Profil Lulusan di SMP Negeri 8 Pangkalpinang Yunike Andina; Soleha; Indah Kusuma Dewi
Didaktika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): Edisi Juli-Desember 2025
Publisher : 3109-774X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67446/k5brxr83

Abstract

Gerakan Sekolah Sehat dan dimensi profil lulusan merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Sebagai salah satu sekolah binaan Gerakan Sekolah Sehat, SMP Negeri 8 Pangkalpinang memiliki potensi besar dalam mengintegrasikan nilai kesehatan dengan dimensi keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME untuk mewujudkan lulusan yang sehat jasmani, rohani, dan berakhlak mulia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Gerakan Sekolah Sehat di SMP Negeri 8 Pangkalpinang, menganalisis implementasi dan implikasi Gerakan Sekolah Sehat dalam meningkatkan dimensi keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME di SMP Negeri 8 Pangkalpinang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologis. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, tim pelaksana Gerakan Sekolah Sehat, dan siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gerakan Sekolah Sehat di SMP Negeri 8 Pangkalpinang berjalan secara terstruktur melalui kegiatan rutin seperti makan sehat, tadarus bersama, olahraga rutin, gotong royong, serta kerja sama dengan pihak eksternal.  Implementasi Gerakan Sekolah Sehat dalam meningkatkan dimensi keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME mencakup empat aspek utama, yaitu sehat bergizi, sehat fisik, sehat jiwa, dan sehat lingkungan  yang diwujudkan dalam berbagai program dan kegiatan. Gerakan Sekolah Sehat berimplikasi positif dalam meningkatkan dimensi keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME  sebagai salah satu instrumen mewujudkan dimensi profil lulusan  sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.
Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Praktik Ritual Adat Masyarakat Bangka Soleha Soleha
Sustainable Vol. 6 No. 2 (2023): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v6i2.4348

Abstract

Artikel ini membahas masalah yang sangat urgen dalam praktik ritual adat, yang menjadi simbol masyarakat Bangka. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan nilai-nilai pendidikan Islam yang terdapat dalam praktik ritual adat Rebokasan dan Mandi Belimau. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dilakukan di desa Air Anyir dan desa Kimak Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka provinsi kepulauan Bangka Belitung. Penelitian ini bersifat kualitatif yang banyak melakukan wawancara dan disampaikan secara diskriptif narasi yang lebih luas dengan mengungkapkan fenomena nilai-nilai pendidikan Islam dari praktik ritual adat Rebokasan dan Mandi Belimau. Ritual adat ini sudah lama dipertahankan secara turun temurun baik melalui metode ritual, menggunakan simbol dalam pelaksanaannya, bahkan menjadi ikon wisata daerah. Nilai-nilai pendidikan Islam dalam ritual adat Rebokasan dan Mandi Belimau mengandung: nilai tauhid/aqidah, nilai ibadah dan nilai akhlak/moralitas yang terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai pendidikan Islam tersebut, menjadi acuan masyarakat Bangka dalam berinteraksi sosial dalam bermasyarakat dan beragama.
Sistem Pendidikan Pesantren Dalam Membangun Karakter Berbangsa dan Bernegara soleha Soleha
Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 4 No. 1 (2018): Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : PASCASARJANA IAIN SYAIKH ABDURRAHMAN SIDDIK BANGKA BELITUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/edugama.v4i1.665

Abstract

Abstract Islamic boarding school as a native educational institution of Indonesia, has a dynamic education system. Implementation of the education system grows and builds the values of character in the nation and state. This can be proven; the life process built in Islamic boarding school contains the value of togetherness, democracy, mutual respect and tolerance among each other. This sense of togetherness and mutual respect are the foundation of the diversity of Indonesian. This condition can be established because the value of Pancasila (Five Principals) as a reflection in living life in boarding school has been implemented there for years. But now, Islamic boarding school is facing the modernization in the education system. But this change due to modernization will not diminish the value of native boarding school since the it has the elements such us Islamic scholars, the students of Islamic boarding school itself, the Quranic Yellow Book and mosques become the central of education which are deeply rooted in the system of education itself. Abstrak Pesantren sebagai lembaga pendidikan asli Indonesia, memiliki sistem pendidikan yang dinamis. Pelaksanaan sistem pendidikannya menumbuhkan dan membangun nilai-nilai karakter dalam berbangsa dan bernegara. Ini dapat dibuktikan, proses kehidupan yang dibangun di pesantren terkandung nilai kebersamaan, demokrasi, saling menghargai dan toleransi antara sesamanya. Rasa kebersamaan dan saling menghargai ini lah yang menjadi pondasi dari keberagaman bangsa Indenesia. Kondisi ini bisa terjalin karena di pondok pesantren memiliki panca jiwa sebagai refleksi dalam menjalani kehidupan di pondok pesantren. Menghadapi modernisasi pesantren mengalami “perubahan” dalam sistem pendidikannya. Namun perubahan ini tidak memudarkan kecirikhasan pondok pesantren. Karena unsur di dalamnya yang terdiri dari kiai, santri, kitab kuning serta masjid yang menjadi sentral pendidikannya sangat mengakar dalam sistem pendidikannya. Dalam menghadapi modernisasi pesantren mengalami “perubahan” dalam sistem pendidikannya. Namun perubahan ini tidak memudarkan kecirikhasan pondok pesantren. Karena unsur di dalamnya terdiri dari kiai, santri, kitab kuning serta masjid yang menjadi sentral pendidikannya sangat mengakar dalam sistem pendidikannya.
Persepsi Birokrat Pendidikan di Bangka Belitung Terhadap Peraturan Menteri PAN dan RB RI Tentang Izin Belajar Soleha Soleha
Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 4 No. 2 (2018): Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : PASCASARJANA IAIN SYAIKH ABDURRAHMAN SIDDIK BANGKA BELITUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/edugama.v4i2.687

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi birokrat pendidikan, terkait pemberian izin belajar bagi calon mahasiswa khususnya PNS yang melanjutkan pendidikan ke program pascasarjana IAIN SAS Babel. Penelitian ini menjadi penting karena banyaknya persepsi birokrat pendidikan dalam mengintepretasikan dari Permen PAN dan RB, sehingga proses pemberian izin belajar banyak terkendala. Jenis Penelitian menggunakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan yuridis empiris, yaitu menganalisa permasalahan dengan cara memadukan bahan-bahan hukum (yang merupakan data skunder) dengan data primer yang diperoleh di lapangan. Hasil penelitian persepsi birokrat pendidikan tentang izin belajar memiliki kesamaan. Namun, dalam mengintepretasikan Permen PAN dan RB tentang proses izin belajar yang dilakukan mahasiswa dengan status PNS baik dari kementrian agama dan pendidikan memikili hasil yang berbeda. Keyword: persepsi, izin belajar, Program PascasarjanaAbstractThe purpose of this study was to determineeducationbureaucrat’s perception, in giving the study permits for students candidates, especially civil servants who continued their education in graduate programIAIN SAS Bangka Belitung. This research is important because there are many education bureaucrats’s perception in interpreting the regulation of State Minister of Administrative and Bureaucratic Reform , so that the study permits is not easy to be issued. This research used field study with an empirical juridical approach, namely analyzing problems by integrating legal materials (which are secondary data) with primary data obtained in the field. The results of the study reveals that education bureaucrats’s perceptions about study permits are not different. However, there weredifferent results in interpreting the regulation of State Minister of Administrative and Bureaucratic Reform related to the process of study permits conducted by students who work as civil servant in the Ministry of Religious Affairs and Ministry of Education.Keyword: perception, study permit, Postgraduate Program
Developing Students’ Tolerance in Religious Life through Multicultural Education in Setia Budi Senior High School, Sungailiat Bangka Soleha Soleha; Maryam Maryam
Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 5 No. 1 (2019): Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : PASCASARJANA IAIN SYAIKH ABDURRAHMAN SIDDIK BANGKA BELITUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/edugama.v5i1.957

Abstract

One of the values of the Indonesian nation's character that must be developed in our education process is tolerance. This research is important in order to see the implementation of the inculcation of tolerance in religion through multicultural education. This study tries to answer questions about the implementation of the inculcation of students' tolerance in religious life through multicultural education in Setia Budi Sungailiat High School, Bangka Regency. The findings in this study are the inculcation of students' tolerance in religious life through multicultural education conducted at Setia Budi High School, is the application of one of the policies set by the school to create religious tolerance in the school environment. This inculcation of religious tolerance will go well, if all school members understand, respect each other, and value the differences arranged in a multicultural education concept.
Relevansi Pemikiran Pendidikan Islam terhadap Tujuan Pendidikan Nasional Studi Komparasi Pemikiran Jalaluddin dan Azyumardi Azra Regita Saputri; Soleha Soleha; Indah Kusuma Dewi
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 5 No. 3: September 2025
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v5i3.948

Abstract

p Penelitian ini mengkaji relevansi pemikiran pendidikan Islam khususnya dari Jalaluddin dan Azyumardi Azra terhadap tujuan pendidikan nasional Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan moral dan sosial yang dihadapi oleh pemuda Indonesia seperti degradasi moral yang menunjukkan adanya kesenjangan antara tujuan ideal pendidikan nasional dalam pembentukan karakter dengan kenyataan praktik pendidikan Dalam konteks ini penelitian ini menggali bagaimana pemikiran kedua tokoh tersebut meskipun memiliki fokus yang berbeda Jalaluddin dengan penekanan pada aspek filosofis spiritual dalam pendidikan Islam dan Azra dengan perspektif modernisasi demokratisasi dapat memberikan kontribusi untuk mengatasi tantangan tersebut Penelitian ini menggunakan metode penelitian pustaka dengan pendekatan kualitatif dan komparatif Data utama berupa karya karya Jalaluddin dan Azyumardi Azra yang relevan dengan pendidikan Islam sedangkan data sekunder berupa literatur pendukung lainnya Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi untuk mengidentifikasi tema tema utama dan membandingkan ide ide kedua tokoh tersebut Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemikiran pendidikan Islam Jalaluddin sangat relevan dengan tujuan pendidikan nasional terutama dalam pembentukan karakter yang berlandaskan pada akhlak spiritualitas dan nilai nilai kebaikan Sementara itu pemikiran Azra lebih menekankan pada modernisasi dan demokratisasi pendidikan Islam yang dapat menyelaraskan pendidikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta membentuk masyarakat yang demokratis dan bermoral Perbandingan kedua tokoh ini menunjukkan adanya kesamaan dan perbedaan perspektif yang memperkaya diskursus pendidikan Islam di Indonesia dalam upaya mencapai tujuan pendidikan nasional p