Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Antena Monopole Ultra Wide Band (UWB) untuk Aplikasi Ground Penetrating Radar (GPR) Mochamad Jauhar Nur Ainul Sirojuddin; Nurhayati Nurhayati; Raden Roro Hapsari Peni Agustin Tjahyaningtijas; Farid Baskoro
JURNAL TEKNIK ELEKTRO Vol 11 No 1 (2022): JANUARI 2022
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jte.v11n1.p88-98

Abstract

Pada penelitian ini menjelaskan antena monopole dengan frekuensi UWB untuk digunakan pada pencitraan Radar Gelombang mikro yang disebut dengan GPR (Ground Penetrating Radar). Pada penelitian ini antena monopole digunakan untuk mendeteksi tiga jenis objek dibawah tanah yaitu plat besi, tutup panci dan kaleng. Metode deteksi dilakukan dengan cara menghubungkan antena dengan VNA (Vector Network Analyzer) portabel sehingga sinyal yang dipancarkan antena bila mengenai objek akan memiliki parameter S21 (karakteristik parameter scatering port 1 terhadap port 2) yang berbeda di antena penerima bila dibandingkan dengan kondisi tanpa adanya target. Data S21 yang didapatkan akan diolah menggunakan metode C-Scan sehingga lokasi objek/target dapat ditentukan. Dimensi antenna yang digunakan memiliki besar yaitu sebesar 200 mm x 200 mm x 0.035 mm yang dibekerja pada frekuensi 500 MHz – 3 GHz dengan bahan copper pada bagian patch dan ground plane setebal 0.035 mm, dan substrat menggunakan FR-4 Lossy dengan ketebalan1.6 mm. Dari hasil pendeteksian didapatkan bahwa bila objek berada sedalam 5 cm di bawah tanah dan posisi antena diatas tanah 20 cm dengan jarak antara antena 1 dan 2 sebesar 10 cm maka ketiga objek dapat dideteksi lokasinya dan objek besi menunjukan hasil pendeteksian dengan resolusi yang paling bagus dibandingkan dengan objek yang lainya.Kata Kunci: Wideband antenna, Monopole antenna, Pencitraan GPR, Metode C-Scan.
FITUR LEKSIKAL DALAM TEKS PIDATO KENEGARAAN JOKO WIDODO TAHUN 2020 YANG MENCERMINKAN IDEOLOGI Nurhayati Nurhayati; Mintowati Mintowati; Agusniar Dian Safitri
Jurnal Education and Development Vol 10 No 3 (2022): Vol.10. No.3 2022
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.4 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fitur leksikal dalam teks pidato kenegaraan Joko Widodo tahun 2020 yang mencerminkan ideologi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan kajian analisis wacana kritis model Roger Fowler Dkk. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi dan teknik catat. Penelitian ini menghasilkan fitur leksikal yang mencerminkan ideologiadalahPola klasifikasi:1 kata, kata ideologis : 3 kata, ekspresi eufemistik : 1 kata, Kata formal 26, informal, 2, Kata positif 5, negatif 0, Metafora 2, kata formal 26 kata, informal: 2 kata. Sementara itu ideologi yang muncul adalah adalah citra diri positif yang optimis dalam menghadapi pandemi. Hal ini ditanamkan kepada seluruh khalayak untuk yakin dan terus bergerak melakukan lompatan-lompatan besar untuk mengantarkan Indonesia maju.
Antena Microstrip Triangular Array 2x1 untuk Aplikasi Wireless Fidelity (Wi-Fi) pada Frekuensi 5.4 GHz Harisone Gusti Arief Prahara; Nurhayati Nurhayati; I Gusti Putu Asto Buditjahjanto,; Raden Roro Hapsari Peni Agustin
JURNAL TEKNIK ELEKTRO Vol 11 No 3 (2022): SEPTEMBER 2022
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jte.v11n3.p416–423

Abstract

Antena mikrostrip identik dengan permasalahan gain kecil dan bandwith sempit. Penelitian ini mengusulkan desain Antena Microstrip Array Triangular 2x1 pada frekuensi 5.4 GHz yang dapat digunakan untuk aplikasi Wireless Fidelity (Wi-Fi) berdasarkan perbandingan kinerja 3 model berbeda. Antena dengan model array dipilih karena dapat mengamplifikasi gain dengan bandwidth yang lebih lebar. Pada penelitian sebelumnya, disimpulkan bahwa patch segitiga memiliki penekanan level side lobe yang baik dan karakteristik radiasi yang sama dan merata jika dibandingkan dengan patch konvensional. Pemilihan frekuensi 5.4 GHz mengacu pada standart IEEE 802.11a bahwa Wi-Fi bekerja pada frekuensi 5.1 GHz hingga 5.9 GHz. Pada penelitian ini disimulasikan 3 model Microstrip Triangular Antenna (MTA) yaitu MTA-A, MTA-B dan MTA-C. MTA-A adalah antena mikrostrip bentuk segitiga yang disusun array 2x1. Sedangkan model MTA-B dan MTA-C adalah hasil optimasi groundplane dan patch dari model MTA-A agar memiliki nilai return loss, VSWR dan gain yang diinginkan di frekuensi 5.4GHz dan bandwitdh yang lebar. Dari hasil simulasi dan optimasi desain MTA-A memiliki return loss terendah yaitu -32.099 dB. Model MTA C dapat mendekati 5.4 GHz dengan return loss -14.481 dB, VSWR (Voltage Standing Wave Ratio) 1.46 dan gain sebesar 2.68 dBi pada frekuensi 5.46 GHz dan memiliki bandwitdh sebesar 2.63 GHz. Kata Kunci : Desain antena, Array, Mikrostrip, Triangular, Wireless Fidelity, Wi-Fi
Rancang Bangun Monitoring Arus Dan Tegangan Pada Plts Sistem On Grid Berbasis Internet Of Things (IoT) Menggunakan Aplikasi Telegram Deni Wijayanto; Subuh Isnur Haryudo; Tri Wrahatnolo; Nurhayati Nurhayati
JURNAL TEKNIK ELEKTRO Vol 11 No 3 (2022): SEPTEMBER 2022
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jte.v11n3.p447-453

Abstract

Abstrak Diperlukan monitoring berbasis Internet of Things (IoT) agar dapat mempermudah dalam pemantauan arus1dan1tegangan1pada1Pembangkit1Listrik1Tenaga1Surya (PLTS). Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancang bangun monitoring PLTS sistem On Grid PLN berbasis IoT menggunakan aplikasi Telegram. Pada rangkaian ini terdapat sumber dari PLN sebagai sumber cadangan. Metode yang digunakan adalah jenis pendekatan eksperimen dengan pengumpulan data melalui pengujian arus dan tegangan secara manual menggunakan multimeter dan pengujian melalui monitoring menggunakan aplikasi Telegram. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian1tanpa beban1dan1pengujian.berbeban. Pada pengujian.tanpa1beban.diperoleh hasil data tegangan panel mendapatkan rata-rata tegangan sebesar 14,84V dan arus sebesar 0,908A. Pada pengujian berbeban dengan beban lem tembak elektrik 20W mendapatkan rata-rata tegangan sebesar 219,48V dan arus sebesar 0,08A. Hasil pembacaan arus tegangan sumber dan output inverter yang dibaca oleh sensor berdasarkan data Telegram dan alat ukur manual menggunakan multimeter tidak berbeda jauh. Nilai presentase rata-rata error antara multimeter dengan sensor arus dan tegangan didapatkan 0,14%, dan Output arus tegangan AC didapatkan 0,094%. Rancang bangun monitoring arus dan tegangan berbasis IoT sangat efektif karena dapat mempermudah dalam pemantauan PLTS. Kata kunci: PLTS On Grid, Internet of Things, Telegram.
Perbandingan Efektivitas Alat Penentu Golongan Darah Manusia Berdasarkan Akurasi Modul Mumtazusysyifa Maimunah; Nur Kholis; Nurhayati Nurhayati; Farid Baskoro
JURNAL TEKNIK ELEKTRO Vol 12 No 1 (2023): JANUARI 2023
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jte.v12n1.p1-8

Abstract

Golongan darah manusia saat ini lebih mudah ditentukan dengan diproduksinya alat penentu golongan darah elektronik. Perancangan prototipe penentu golongan darah sudah banyak dilakukan dalam berbagai penelitian. Oleh sebab itu, tujuan penelitian ini dilaksanakan untuk menganalisis perbandingan dan efektivitas alat penentu golongan darah manusia berdasarkan akurasi modul yang digunakan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Literatur Review yang dilakukan dengan cara mengumpulkan referensi melalui buku, jurnal, dan pustaka lainnya yang relevan dengan penelitian. Dari hasil review yang telah dilakukan menunjukkan bahwa efektivitas yang dimiliki oleh setiap modul yang digunakan (seperti penggunaan tipe arduino, LED, sensor LDR, fotodioda, tipe modul wifi dan modul kamera yang dipasang) berbeda. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dalam review 8 jurnal nasional dan internasional, hasil akurasi terbaik sebesar 98% dengan judul Determination of Human Blood Type Using Image Processing Techniques yang memberikan tingkat kesamaan yang tinggi berdasarkan komparasi terhadap pengujian langsung secara medis. Pada penelitian tersebut menggunakan modul Arduino Duemilanove ATmega 328, Arduino Ethernet Shield, dan LDR. Kata Kunci: Alat Penentu Golongan Darah, Akurasi Modul, Efektifitas Modul
Desain Antena Vivaldi Coplanar Wibeband Untuk Aplikasi Through-Wall Radar (TWR) Muhammad Anas Noval; Nurhayati Nurhayati; Lilik Anifah; Hapsari Peni Agustin Tjhayaningtijas
JURNAL TEKNIK ELEKTRO Vol 12 No 1 (2023): JANUARI 2023
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jte.v12n1.p9-18

Abstract

Antena vivaldi merupakan salah satu jenis antena yang memiliki keunggulan frekuensi kerja yang lebar (wideband). Karena keunggulan ini antena vivaldi banyak dimanfaatkan untuk aplikasi sistem radar. Radar merupakan seperangkat sistem yang bekerja dengan cara memancarkan gelombang elektromaknetik dan menangkapnya kembali. Pengaplikasian radar juga bermacam-macam, pada penelitian ini dibahas mengenai desain antena vivaldi coplanar wideband untuk aplikasi Through-wall radar (TWR) atau radar pendeteksi objek dibalik dinding menggunakan frekuensi kerja 0,5 GHz – 3 GHz, dengan dimensi substrate275 mm x 250 mm x 1,6 mm, dan dimensi patch 250 mm x 250 mm x 0.035, difabrikasi menggunakan bahan substrate FR-4 dengan konstanta dielektrik (εr) = 4,3. Pada penelitian ini juga dilakukan perbandingan performansi return loss, bandwidth, gain, directivity, dan pola radiasi antena dengan jumlah corrugated antena dua corrugated, tiga corrugated, dan delapan corrugated. Dari hasil simulasi diperoleh bahwa antena dengan delapan corrugated memiliki kinerja, directivity terbaik serta memiliki return loss≤-10 dB di sebagian frekuensi 0,5 GHz – 3 GHz. Hasil desain antena difabrikasi dan dilakukan pengukuran return loss menggunakan VNA (Vector Network Analyzer). Antena dihubungkan dengan VNA dan laptop dan dilanjutkan dengan pengambilan data untuk mendeteksi objek dibalik dinding. Objek yang digunakan sebagai target adalah panci besi dan helm. Dari hasil pendeteksian TWR pada dinding dengan ketebalan 1,5 cm dengan jarak antena ke dinding 5 cm, jarak dinding ke target 10 cm dan 30 cm, didapatkan bahwa antena vivaldi coplanar TWR dapat mendeteksi target dengan baik.Kata Kunci : Antena Vivaldi, Through-wall radar, VNA, Return loss
Sistem Positioning Robot Four-Omnidirectional Wheels Menggunakan MPU6050 dan Encoder Berbasis PD-Fuzzy Controller Nur Holis; Muhammad Syariffuddien Zuhrie; Endryansyah Endryansyah; Nurhayati Nurhayati
Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering Vol 5, No 2 (2023): Juli - Desember 2023
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjeee.v5i2.20138

Abstract

Robot beroda four-omnidirectional wheels merupakan robot autonomous yang dapat bergerak ke arah mana saja tanpa mengubah arah hadap robot tersebut. Sehingga tantangan utama dari robot ini yaitu sistem positioning yang hingga saat ini belum terdapat solusi absolut untuk mengatas permasalahan tersebut. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah sistem kendali yang bisa memperbaiki dan mengurangi terjadinya eror positioning robot. Pada penelitian ini menggunakan kombinasi dua controller yaitu PD Controller dan fuzzy logic controller dengan algoritma switching controller yang diolah pada software STM32CubeIDE. Selain itu, pergerakan robot beroda four-omnidirectional wheels menggunakan inverse kinematika sehingga robot dapat menuju titik koordinat yang ditentukan dengan baik dan cepat. Sistem positioning pada penelitian ini menggunakan sensor MPU6050 sebagai pembaca orientasi hadap robot, dan sensor rotary encoder sebagai pembaca posisi robot di lapangan. Pengujian sistem positioning ini dilakukan dengan membandingkan antara positioning tanpa controller, Positioning Fuzzy Logic Controller, Positioning PD Controller dan Positioning dengan PD-Fuzzy controller pada pergerakan home to point, point to point, dan point to home. Diperoleh sistem Positioning dengan PD-Fuzzy controller menjadi yang terbaik dengan rata-rata eror 2,33 cm terhadap sumbu x dan 1,33 cm terhadap sumbu y, serta membutuhkan waktu 3,25 detik untuk mencapai setpoint.-- A four-omnidirectional wheels robot is an autonomous robot that can move in any direction without changing the direction it is facing. So that the main challenge of this robot is the positioning system which until now there is no absolute solution to overcome this problem. Therefore we need a control system that can improve responses and reduce the occurrence of robot positioning errors. In this research, a combination of two controllers was used, namely the PD controller and the fuzzy logic controller with a switching controller algorithm that was processed in the STM32CubeIDE software. In addition, the movement of the four-omnidirectional wheels robot uses inverse kinematics so that the robot can go to the coordinates that are determined properly and quickly. The positioning system in this study uses the MPU6050 sensor as a reader for the orientation of the robot, and a rotary encoder sensor as a reader for the position of the robot in the field. Testing of the positioning system is carried out by comparing positioning without a controller, Positioning Fuzzy Logic Controller, Positioning PD Controller and Positioning with PD-Fuzzy controller on home to point, point to point and point to home movements. The Positioning system with PD-Fuzzy controller is the best with an average error of 2.33 cm on the x-axis and 1.33 cm on the y-axis, and takes 3.09 seconds to reach the setpoint.