endang Iryani
Universitas Mohammad Husni Thamrin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Indeks Pembangunan Manusia (IPM); Analisa Pengaruh Rendahnya Indeks Pendidikan di Kabupaten Tangerang endang Iryani; ahmad subkhi ramdani
Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jipmht.v3i2.97

Abstract

Pendidikan merupakan faktor utama dalam membangun daerah bahkan bangsa, sehingga tinggi rendahnya indeks pendidikan memberikan salah satu indikator dalam kemajuan suatu daerah. Kabupaten Tangerang merupakan salah satu wilayah di Provinsi Banten yang memiliki pertumbuhan indeks pendidikan yang relatif rendah. Oleh karena itu penting adanya analisa untuk mengetahui faktor penyebab dari masalah rendahnya indeks pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dampak rendahnya indeks pendidikan dan merumuskan upaya peningkatan indeks pendidikan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan Phenomology. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa ada tiga permasalahan yang menjadikan rendahnya pendidikan di kabupaten Tangerang. Pertama, permasalahan internal orang  tua dan anak sekolah. Dalam hal ini terdapat masalah: Terdapatnya anak yang putus sekolah dan sebagian besar anak hanya mengikuti pendidikan sampai SMP/MTS ataupun SMA/Madarasan Aliyah. Kedua, permasalahan pemerataan pendidikan bagi semua masyarakat. Terkait dengan pemerataan pendidikan: Kurangnya kuantitas dan kualitas guru di pedesaan, Kurangnya sarana  fasilitas sekolah di pelosok desa, kurangnya mutu pendidikan di ekolah swasta, serta jurangnya manajemen sekolah swasta. Ketiga permasalahan yang terkait dengan efektifitas penyelenggaraan progam pemerintah di bidang pendidikan yakni Program BOS dan KIP yang  belum efektif serta Program Kerjar Paket A,B,C belum efektif.  Kesimpulan dan rekomendasi dari penelitian ini adalah pentingnya ada sinkronisasi program pemerintah dalam pendidikan dengan kebutuhan masyarakat dan melakukan evaluasi terhadap kebijakan pendidikan yang telah berjalan di kabupaten Tangerang.
ACHIEVEMENT OF MINIMUM EDUCATION SERVICE STANDARDS FOR INDONESIA DURING THE COVID 19 TRANSITION PERIOD Endang Iryani
Research and Development Journal of Education Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/rdje.v9i1.16608

Abstract

The emergence of the Covid 19 virus in 2019 has presented a big challenge for local governments in carrying out compulsory education affairs through the achievement of the Minimum Service Standards (SPM) in 2020. So, in 2020, the government made several policies in handling Covid 19, one of which is refocusing the budget from a predetermined budget. The purpose of this study was to see the achievement of the Education (SPM) in 2020 during the Covid 19 transition in the South Tangerang City Government, through a qualitative case study method with the CIPP approach model. The results showed that the South Tangerang City Government had succeeded in achieving two targets for Minimum Service Standards (SPM) for Education in 2020 (the indicators for Basic Education and Equality Education), by implementing performance effectiveness and changing the budget structure in the third quarter after budget refocusing. The achievement indicators for Early Childhood Education (PAUD) were not on target because the people of South Tangerang choose PAUD schools in Jakarta as their place of work. The conclusion from the research was that the South Tangerang City Government has succeeded in carrying out work effectiveness during the COVID-19 transition by refocusing the budget through the effectiveness of employee performance and replanning the 2020 work program