Pendidikan merupakan faktor utama dalam membangun daerah bahkan bangsa, sehingga tinggi rendahnya indeks pendidikan memberikan salah satu indikator dalam kemajuan suatu daerah. Kabupaten Tangerang merupakan salah satu wilayah di Provinsi Banten yang memiliki pertumbuhan indeks pendidikan yang relatif rendah. Oleh karena itu penting adanya analisa untuk mengetahui faktor penyebab dari masalah rendahnya indeks pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dampak rendahnya indeks pendidikan dan merumuskan upaya peningkatan indeks pendidikan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan Phenomology. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa ada tiga permasalahan yang menjadikan rendahnya pendidikan di kabupaten Tangerang. Pertama, permasalahan internal orang tua dan anak sekolah. Dalam hal ini terdapat masalah: Terdapatnya anak yang putus sekolah dan sebagian besar anak hanya mengikuti pendidikan sampai SMP/MTS ataupun SMA/Madarasan Aliyah. Kedua, permasalahan pemerataan pendidikan bagi semua masyarakat. Terkait dengan pemerataan pendidikan: Kurangnya kuantitas dan kualitas guru di pedesaan, Kurangnya sarana fasilitas sekolah di pelosok desa, kurangnya mutu pendidikan di ekolah swasta, serta jurangnya manajemen sekolah swasta. Ketiga permasalahan yang terkait dengan efektifitas penyelenggaraan progam pemerintah di bidang pendidikan yakni Program BOS dan KIP yang belum efektif serta Program Kerjar Paket A,B,C belum efektif. Kesimpulan dan rekomendasi dari penelitian ini adalah pentingnya ada sinkronisasi program pemerintah dalam pendidikan dengan kebutuhan masyarakat dan melakukan evaluasi terhadap kebijakan pendidikan yang telah berjalan di kabupaten Tangerang.
Copyrights © 2019