Muhammad Ridha DS
IAIN Kerinci

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

URGENSI MEMPELAJARI PSIKOLINGUISTIK TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA Wahyudi Wahyudi; Muhammad Ridha DS
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 17 No. 1 (2017): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/islamika.v17i1.202

Abstract

Bahasa merupakan medium paling penting bagi semua intekrasi manusia dan dalam banyak hal bahasa dapat disebut sebagai intisari dari fenomena social. Bahasa sebagaimana yang dikatakan oleh ahli psikolinguistik, bahwa tanpa adanya bahasa, tidak akan ada kegiatan dalam masyarakat selain dari kegiatan yang didorong oleh naruni saja. Sehingga bahasa merupakan pranata social yang setiap orang menguasai, agar dapat berfungsi dalam daerah yang bersifat kelembagaan dari kehidupan social. Berangkat dari hal diatas, bahwa psikolingguistik adalah sebagai sesuatu bidang ilmu yang luas yang turut berperan dalam memberikan berbagai pertimbangan khususnya dalam proses pembelajaran bahasa.
PANDUAN GURU DALAM PENGGUNAAN GAMBAR DAN KARTU KATA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA ARAB yogia prihartini; Muhammad Ridha DS
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 17 No. 2 (2017): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/islamika.v17i2.210

Abstract

Media pembelajaran merupakan bagian integral dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan dipakainya media pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar maka diharapkan dapat menunjang kegiatan belajar mengajar. Untuk itu penerapan suatu jenis media harus memenuhi ketetapan memilih dan menggunakan media harus disesuaikan dengan sifat mata pelajaran yang diberikan dan karakteristik siswa. Media pembelajaran juga sangat membantu dalam upaya mencapai keberhasilan proses pendidikan dan pengajaran di sekolah. Oleh sebab itu guru harus mempunyai keterampilan dalam memilih dan menggunakan media pendidikan dan pengajaran. Disamping itu perlu dilakukan latihan-latihan praktek yang kontinyu dan sistematis, baik dalam bidang preservise maupun in-servise training.
Peran dan Tugas Guru dalam Melaksanakan 4 Fungsi Manajemen EMASLIM dalam Pembelajaran di Workshop Yogia Prihartini; Wahyudi Buska; Nur Hasnah; Muhammad Ridha Ds
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 19 No. 02 (2019): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/islamika.v19i02.327

Abstract

Dalam dunia pendidikan, keberadaan peran dan fungsi guru merupakan salah satu faktor yang sangat signifikan. Guru merupakan bagian terpenting dalam proses belajar mengajar, baik di jalur pendidikan formal maupun informal. Oleh sebab itu, dalam setiap upaya peningkatan kualitas pendidikan di tanah air, tidak dapat dilepaskan dari berbagai hal yang berkaitan dengan ek`sistensi guru itu sendiri. Pembelajaran pada hakikatnya adalah proses sebab-akibat. Guru sebagai pengajar merupakan penyebab utama terjadinya proses pembelajaran siswa, meskipun tidak semua belajar siswa merupakan akibat guru yang mengajar. Oleh sebab itu, guru sebagai figur sentral harus mampu menetapkan strategi pembelajaran yang tepat sehingga dapat mendorong terjadinya perbuatan belajar siswa yang aktif, produktif, dan efesien. Guru hendaknya dalam mengajar harus memperhatikan kesiapan, tingkat kematangan, dan cara belajar siswa.Maka Guru menempati posisi kunci dan strategis dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menyenangkan untuk mengarahkan siswa agar dapat mencapai tujuan secara optimal. Untuk guru harus mampu menempatkan dirinya sebagai diseminator, informator, transmitter, transformator, organizer, fasilitator, motivator, dan evaluator bagi terciptanya proses pembelajaran siswa yang dinamis dan inovatif.
Ethnography of Parno Marriage Customs in the Oral Tradition of Nagahi Koto Majidin Community, Kerinci, Jambi Province Ravico; Muhammad Ridha DS; Samsul Bahry Harahap
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with  Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI). 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v13i2.33

Abstract

Abstract: This research aims to preserve the oral tradition or parno, which is currently experiencing a decline in interest among the younger generation of the Koto Majidin community, Kerinci. The study adopts an ethnographic model that encompasses 12 steps, involving interviews and participatory observation. Interviews were conducted with ‘ninik mamak’ (village elders), religious leaders, and community members involved in marriage traditions. Additionally, observations of wedding ceremonies were carried out to obtain comprehensive data. The research results show that the performance of ‘parno’ in marriage traditions consists of two main aspects: advisory performance and storytelling performance. ‘Parno’ in marriage traditions is a form of communication with a pattern of delivering advice rich in meaning, function, value, and norms. Based on these findings, a model for revitalizing the parno tradition is formulated into two programs: short-term and long-term. This model is developed based on the opinions and suggestions of informants as well as the researcher's observations. The short-term program includes activities that can be immediately implemented to attract the interest of the younger generation, while the long-term program focuses on sustainable efforts to maintain this tradition in the future. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melestarikan tradisi lisan atau parno yang saat ini mengalami pergeseran minat di kalangan generasi muda masyarakat Koto Majidin, Kerinci. Penelitian ini mengadopsi model etnografi yang mencakup 12 langkah, yang melibatkan wawancara dan observasi partisipatif. Wawancara terhadap ninik mamak, ulama, dan masyarakat yang terlibat dalam tradisi pernikahan. Selain itu, observasi terhadap upacara pernikahan juga dilakukan untuk memperoleh data yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performansi parno adat perkawinan terdiri dari dua aspek utama: performansi menasihati dan performansi bercerita. Parno adat perkawinan merupakan bentuk komunikasi yang memiliki pola penyampaian nasihat-nasihat yang kaya akan makna, fungsi, nilai, dan norma. Berdasarkan temuan tersebut, model revitalisasi tradisi parno dirumuskan dalam dua program, yaitu jangka panjang dan jangka pendek. Model ini disusun berdasarkan pendapat dan saran dari para informan serta hasil observasi peneliti. Program jangka pendek mencakup kegiatan-kegiatan yang dapat segera diimplementasikan untuk menarik minat generasi muda, sementara program jangka panjang difokuskan pada upaya berkelanjutan untuk mempertahankan tradisi ini di masa mendatang.