Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Formulation of Snack Bar Based on White Mussel as TFA (Therapeutic Food for Anemia) To Improve Adolescents Nutrition Arie Dwi Alristina; Rizky Dzariyani Laili; Luki Mundiastuti; Dewinta Hayudanti; Rossa Kurnia Ethasari
Food ScienTech Journal Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : University of Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/fsj.v5i1.17330

Abstract

The purpose of this study is to enhance adolescent nutrition, specifically anemia and stunting, in accordance with the National Research Master Plan's public health and nutrition theme. In order to break the chain of stunting, giving TFA (Therapeutic Food for Anemia) to adolescent females at school is one of the measures taken. This study employed four formulation groups (P1) 0:80:20; (P2) 15:65:20; (P3) 25:55:20; (P4) 35:45:20 (White Mussel Powder: Moringa Flour: Brown Rice Flour) to create the refreshment bar. This study's objective was to evaluate the TFA food formula based on organoleptic and nutrient content tests prior to administering it to panelists. This is experimental research in the form of a formulation of a local seafood product with white mussel (Corbula faba Hinds) as the primary ingredient. The obtained data were then analyzed using ANOVA (Analysis of Variance) to determine which TFA formula was the panelist team's organoleptic preference. The P4 formulation contained the maximum levels of protein (11.31%) and iron (87.42 mg/100 g), as determined by the results. In addition, the organoleptic test revealed that formulation P3 was the most preferred treatment. In conclusion, TFA with formulation P3 can be used to enhance the nutrition of adolescents.
Penyuluhan Kesehatan Upaya Memutus Mata Rantai Penularan Covid 19 Di Masyarakat Daerah Pesisir Kalipecabean Sidoarjo Hidayatus Syadiyah; Dhian Satya Rachmawati; Dini Mei Widayanti; Yoga Kertapati; Ayu Citra Mayasari; Ari Susanti; Nur Chabibah; Dewinta Hayundati; Rossa Kurnia Ethasari
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v5i1.190

Abstract

Badan Kesehatan Dunia/World Health Organization (WHO) menyebutkan adanya kasus kluster pneumonia dengan etiologi yang tidak jelas di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China pada tahun 2019. Kasus ini terus berkembang hingga akhirnya diketahui bahwa penyebab kluster pneumonia ini adalah novel coronavirus hingga adanya laporan kematian yang penyebarannya termasuk cepat dan luas di seluruh dunia. Stikes Hang Tuah berupaya melaksanakan pendidikan kesehatan sesuai kebutuhan dengan harapan mengubah perilaku masyarakat dari yang tidak baik menjadi lebih baik untuk kesehatan dirinya, keluarga, dan masyarakat sekitar dan lingkungan serta bekerjasama dengan Kelurahan dan Puskesmas Kalipecabean Candi Sidoarjo.Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada hari Selasa-Rabu, 17-18 Desember 2020 Waktu : Pukul 07.00 –12.00 WIB dengan melakukan penyuluhan tentang upaya memutus mata rantai covid-19 melalui daring/online link gmeet dengan beberapa tahapan kegiatan, yaitu: 1) sosialisasi dan perijinan, 2) persiapan alat dan sarana serta media penyuluhan, 3) melakukan penyuluhan dan aplikasi 4) evalausi hasil kegiatan penyuluhan
KAJIAN KEBIASAAN MAKAN LAUK HEWANI SISWA SD CEMANDI. DAERAH PESISIR PANTAI, KABUPATEN SIDOARJO Mundiastuti, Luki; Hayudanti, Dewinta; Ethasari, Rossa Kurnia; Laili, Rizky Dzariyani; Alristina, Arie Dwi; Estuningsih, Yayuk; Yemima, Reviana Angelica; Kristiani, Kharisnisa Almasiane; Buanawati, Septi Tri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.22722

Abstract

Anak Sekolah Dasar merupakan kelompok rawan mengalami stunting yang akan berdampak pada perkembangan kognitif, produktivitas yang rendah dan berperawakan pendek pada masa dewasa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan mengkaji kebiasaan makan lauk hewani di SD Cemandi, Desa Gisik Cemandi, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo baru pertama kali dilakukan sehingga diharapkan hasil dari kegiatan ini para murid dan guru paham akan pentingnya kebiasaan makan lauk hewani untuk pertumbuhan anak. Stikes Hang Tuah Surabaya melaksanakan kegiatan ini pada tanggal 9 dan 14 November 2022 di SD Negeri Gisik Cemandi.. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa edukasi gizi ini dilakukan dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab pada siswa kelas 5 dan 6 serta guru. Selain itu juga dilakukan pengkajian terhadap kebiasaan makan lauk hewani dengan wawancara menggunakan metode Food Frequency (FFQ) dan pengukuran status gizi pada siswa. Hasil pengukuran antropometri menunjukkan bahwa dari 27 siswa terdapat 5 anak stunting (18,5%). Hasil FFQ menunjukkan frekuensi makan makanan lauk hewani pada anak belum memadai. padahal mereka tinggal di daerah pesisir pantai yang relative mudah mendapatkan lauk hewani di lingkungannya.. Hal ini menjadi dasar bahwa diperlukan kegiatan pendidikan gizi bagi anak SD untuk mencegah terjadinya masalah gizi kurang utamanya stunting. Dengan demikian, melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pendidikan gizi ini, diharapkan masyarakat secara mandiri mencukupi kebutuhan gizinya terutama kebiasaan makan lauk hewani sehingga dapat terhindar dari fenomena stunting.
Mutu Organoleptik dan Kadar Proksimat Cookies Substitusi Rumput Laut (Eucheuma cottoni) Ethasari, Rossa Kurnia; Lalili, Rizky Dzariyani; Saidah, Qori’ila Saidah
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v8i1.919

Abstract

Indonesia merupakan negara maritim terbesar di dunia dengan jumlah pulau sekitar 17.500 pulau dan memiliki garis panjang pantai terpanjang kedua di dunia. Rumput laut merupakan salah satu produk hayati laut yang keberadaannya sangat melimpah dan mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk dapat menemukan formulasi resep cookies dengan penambahan rumput laut dan mengetahui mutu organoleptik serta komposisi zat gizi pada produk tersebut. Cookies ini diharapkan dapat menjadi tambahan alternatif pangan olahan hasil laut yang berfungsi untuk kesehatan serta menambah nilai ekonomi. Penelitian ini merupakan penelitian true eksperimental dengan empat perlakuan berbeda yakni komposisi tepung rumput laut 0%, 10%, 20%, dan 20%. Hasil uji organoleptik dan uji proksimat, didapatkan hasil bahwa perlakuan terbaik cookies dengan penambahan tepung rumput laut 10%. Hasil akhir uji proksimat, didapatkan nilai Protein 6,01%; Karbohidrat 64,19%; Lemak 23,79%; Air 4,14%; dan Abu 1,87%. Dari hasil uji organoleptik, didapatkan hasil bahwa perlakuan terbaik ada pada P1 dengan penambahan tepung rumput laut sebanyak 10%. Berdasarkan hasil uji proksimat, menunjukkan bahwa penambahan tepung rumput laut berpengaruh terhadap peningkatan kadar protein pada cookies. Disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk lebih dikembangkan lagi dalam pemanfaatan tepung rumput laut, hasil produk, dan kandungan gizi lainnya seperti kandungan zat gizi mikro.