Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMANFAATAN LIMBAH BIJI MANGGA MENJADI PATI SEBAGAI BAHAN BAKU BEDAK DINGIN/MASKERDI PUSKESMAS PASIRKALIKI (RW 08 DAN RW 19) KOTA CIMAHI Mimin Kusmiyati; Angreni Ayuhastuti; Elvi Trinovani
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 2, No 2 (2019) : Juli 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v2i2.46

Abstract

Berdasarkan data dari Direktorat Jendral Kefarmasian dan Alat Kesehatan, diketahui bahwa saat ini, sekitar 90 % bahan baku pembuat obat masih berasal dari luar negeri dan sekitar 60% diantaranya berasal dari Cina, bukan dari Indonesia sendiri. Dengan demikian import bahan baku untuk pembuatan obat di Indonesia cukup besar.  Limbah mangga terdiri dari 12-15% kulit dan 15-20% diantaranya adalah biji mangga. Zat yang paling banyak terkandung dalam keping biji mangga kering adalah pati yaitu rata-rata 58% b/b. Pati biji mangga memiliki kadar pati yang tinggi 58% dan amilosa hingga 33,6%, sehingga pati biji mangga memiliki prospektif yang baik untuk dikembangkan sebagai bahan baku untuk bedak dingin/masker dan sebagai disintegran. Hasil penelitian tentang pemanfaatan limbah buah mangga menunjukan bahwa pati biji mangga sangat bagus digunakan karena hasil pemeriksaan dari karakterisasi pati biji mangga untuk mengetahui kualitas pati, analisis kadar air, analisis ukuran partikel menggunakan SEM (scanning electron microscope) yang bermaksud untuk melakukan analisis kuantitatif pada ukuran granula dan pengamatan secara kualitatif untuk mengetahui struktur granula pati, EDS (energy dispersive x-ray spectroscopy) dilakukan untuk mengetahui komposisi-komposisi atom pada fregelatinat pati, FTIR (fourier transform infrared) dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui ikatan-ikatan yang ada dalam pati keping biji mangga, menunjukan hasil yang optimal tentang pati biji mangga sehingga dapat digunakan dengan baik sebagai bahan baku pembuatan bedak dingin. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di perguruan tinggi adalah untuk menciptakan inovasi teknologi untuk mendorong pembangunan ekonomi, memberi solusi berdasarkan kajian akademik atas kebutuhan, tantangan dan persoalan yang dihadapi masyarakat. Dalam PKM ini,akan diberikan arahan kepada masyarakat bagaimana metode untuk memanfaatkan limbah biji buah mangga sebagai bahan baku  dalam pembuatan bedak dingin/masker. Kata kunci : Pati biji mangga,masker
Formulation and Antioxidant Activity Test of Emulgel Extract of Guava (Psidium Guajava Linn.) Using DPPH (2,2-Diphenyl-1- Picrylhydrazyl) Methods Nurain Thomas; Mohamad Aprianto Paneo; Teti Sutriyati Tuloli; Angreni Ayuhastuti; Lutfia Nurfadila Arifin
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 3 No. 1 (2026): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v3i1.291

Abstract

Plants that have the potential to contain antioxidants are guava leaves (Psidium guajava Linn.) which contain one of the compounds, flavonoids, which have antioxidant activity that can reduce free radicals. Emulgel has advantages such as thixotropic, easy to spread, easy to clean, does not leave stains, durable and can be a delivery system for hydrophobic and hydrophilic substances. This study aims to formulate guava leaf extract emulgel and determine antioxidant activity using DPPH method. This research began with guava leaf extraction and base optimization with varying concentrations of stearic acid as an emulsifier consisting of F1 8%, F2 10% and F3 12%. The base that meets the requirements of good physical stability is F2. F2 base was made into emulgel preparations with 3 variations of guava leaf extract concentration, namely F2a 1%, F2b 2% and F2b 3%. The three formulas were tested for physical stability including organoleptic test, emulsion type, pH test, spreadability, adhesiveness, viscosity test, and freeze thaw test as well as antioxidant activity test with DPPH method. The results of the physical stability test showed that the preparations F2a, F2b and F2c met the requirements. The IC50 value in each formulation has a different antioxidant activity value. F2a formulation is 123.59 ppm and F2b is 107.08 ppm which is classified as moderate antioxidant activity, while F2c is 61.74 ppm which is classified as strong antioxidant activity. Guava leaf extract emulgel formula, especially the second formula (F2c), has great potential to be considered by the pharmaceutical industry to be developed into antioxidant products because the results of the evaluation that have been carried out meet the requirements in terms of physical evaluation and potential antioxidant strong.