Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Antioxidant activity of ten grades of Indonesia black tea (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) liquor Sudaryat, Yayat; Kusmiyati, Mimin; Pelangi, Citra Ratu; Rustamsyah, A; Rohdiana, Dadan
Jurnal Penelitian Teh dan Kina Vol 18, No 2 (2015)
Publisher : Research Institute for Tea and Cinchona

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.86 KB) | DOI: 10.22302/pptk.jur.jptk.v18i2.70

Abstract

Tea is one kind of plant that is popular as a beverage. These plants contain antioxidant potential of flavonoids derived from polyphenol compounds. The research aimed to examine the antioxidant activity and to determine the con-tent of total phenols and total flavonoids from ten grades of Indonesian black tea liqour. Antioxidant activity was measured by the method of free radical scavenging by DPPH, total phenol content measured by Follin-Ciocalteu method, and total flavonoid content was measured by the method of AlCl3. The results of this research showed that The highest total phenol content contained in Dust III with 225,80 mgGAE/100 g and the lowest content is BTL with 111,26 mgGAE/100 g. The test results showed that BBL has the highest total flavonoid content with 0,151 mg/g, while the lowest is BTL flavonoid with 0,086 mg/g. Meanwhile the highest antioxidant activity of ten grade of Indonesian black tea infusion obtained by Dust I, with IC50 97,00 μg/ml. Meanwhile the lowest antioxidant activity with IC50 178,56 μg/ml was obtained by BTL.
Xantine oxidase inhibition activity of infusion and ethanol extract of white tea Rustamsyah, Ardi; Islami, Sarah Nur; Fitriana, Fitriana; Kusmiyati, Mimin
Jurnal Penelitian Teh dan Kina Vol 19, No 2 (2016)
Publisher : Research Institute for Tea and Cinchona

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.733 KB) | DOI: 10.22302/pptk.jur.jptk.v19i2.112

Abstract

Research of xantine oxidase enzyme inhibition activity of infusion and ethanol extract of white tea were done. The aim of this research was to evaluate  xantine oxidase inhibitory activity of infusion and ethanol extract of white tea. Phytochemical screening on dry tea, infusion and ethanol extract of white tea showed that all samples contained alkaloid, flavonoid, quinone, tannin and tritherpenoid/ steroide. The IC50 value of samples were 76,64 μg/ml and 31,11μg/ml respectivelly. This study used allopurinol as standard with IC50 was 0,60 μg/ml.
Antioxidant activity, phenol total, and flavonoid total of green tea (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) from three West Java tea estate Kusmiyati, Mimin; Sudaryat, Yayat; Lutfiah, Isti Agnia; Rustamsyah, Ardi; Rohdiana, Dadan
Jurnal Penelitian Teh dan Kina Vol 18, No 2 (2015)
Publisher : Research Institute for Tea and Cinchona

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.507 KB) | DOI: 10.22302/pptk.jur.jptk.v18i2.71

Abstract

Green tea has bioactive component, it is polyphenol which has strong antioxidant. As the largest component of polyphenol, flavonoid is very effective as an antioxidant. The purpose of this study was to determine antioxidant activity, phenol total and flavonoid total in green tea from three different estates, they were Cikajang Kab. Garut, Taraju Kab. Tasikmalaya, and Ciwidey Kab. Bandung. The results of this study show that seven samples have good antioxidant activity, but green tea which came from Cikajang (P-IRT No. 810320501698) has the highest IC50 grade it was 21,44 μg/ml. Beside that samples from Cikajang (P-IRT No. 810320501698) has highest total phenol content it was 334,68± SD 0,89/100 g samples and also has the highest total flavonoid it was 0,34 mg Kuersetin/g samples ± SD 0,21. On the contrary, green tea which has the lowest IC50 grade came from Taraju, the grade was 28,03 μg/ml, the samples has the lowest total phenol content it was 208,91± SD 4,47 mgGAE/100 g, and also has the lowest total flavonoid it was 0,207 mg Kuersetin/g samples ± SD 0,00.
UJI TOKSISITAS EKSTRAK DARI KULIT BATANG Aglaia glabrata DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT) Karina Agust; Asep Supriadin; Mimin Kusmiyati
JURNAL ISTEK Vol 8, No 2 (2014): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuhan Aglaia glabrata adalah spesies dari keluarga Meliaceae. Pada penelitian pertama ini akan dilakukan uji pendahuluan toksisitas terhadap ekstrak n-heksana, etil asetat, dan metanol kulit batang A. glabrata menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Kulit batang segar dikeringkan dan digerus kemudian ditimbang sebanyak 2,5 kg diekstraksi menggunakan metode maserasi, dengan pelarut metanol. Ekstrak metanol (344 g) dipartisi dengan n-heksana, etil asetat, dan n-butanol selanjutnya dilakukan uji toksisitas awal. Ekstrak n-heksana (21,7066 g) difraksinasi dengan kromatografi cair vakum (KCV) dengan sistem eluen gradien 10% selanjutnya fraksi-fraksi tersebut dikelompokan berdasarkan hasil KLT. Selanjutnya fraksi C (5,2214 g) difraksinasi kembali menggunakan Kromatografi kolom gravitasi (KKG). Hasil dari fraksinasi n-heksana yaitu fraksi C3 (1,0515 g) diuji fitokimia untuk mengetahui kandungan kimia yang selanjutnya diuji toksisitas. Data mortalitas Artemia salina dianalisis dengan analisis probit untuk mengetahui nilai Lethal Concentration (LC50). Ekstrak dikatakan toksik apabila nilai LC50 < 1000 ppm. Hasil dari penelitian menunjukan pada ekstrak n-heksana dan hasil fraksinasi dari kulit batang A. glabrata memiliki tingkat toksisitas terhadap A. salina. Nilai toksisitas ekstrak n-heksana yaitu dengan nilai LC50 221,341 ppm, dan hasil fraksinasi C3 (5) dengan nilai LC50 217,948 ppm dengan kendungan kimia yang terdapat pada kulit batang A. glabrata adalah golongan steroid, triterpenoid, dan flavonoid.
UJI AKTIVITAS DAYA ANTIOKSIDAN BUAH RAMBUTAN RAPIAH DENGAN METODE DPPH Tina Dewi Rosahdi; Mimin Kusmiyati; Fitri Retna Wijayanti
JURNAL ISTEK Vol 7, No 1 (2013): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Senyawa radikal bebas dapat berinteraksi dengan tubuh dan mengakibatkan berbagai penyakit seperti jantung koroner, penuaan dini dan kanker. Radikal bebas dapat diatasi dengan senyawa antioksidan. Toksisitas yang rendah dari senyawa antioksidan yang berasal dari bahan alam menyebabkan senyawa ini lebih diminati dibandingkan dengan senyawa sintetik. Salah satu tumbuhan yang memiliki aktivitas antioksidan adalah buah rambutan. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian aktivitas antioksidan terhadap radikal bebas 1,1- Difenil-2-Pikrilhidrazil (DPPH) dari ekstrak buah rambutan dengan baku pembanding vitamin C. Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa ekstrak buah rambutan memiliki aktivitas antioksidan sebesar 33,37% sedangkan daya antioksidan pada vitamin C memiliki nilai IC50 sebesar 0,0022%. Validasi metode DPPH untuk menguji aktivitas antioksidan dalam buah rambutan menggunakan spektrofotometer UV Visible diperoleh parameter-parameter validasi yang meliputi presisi, akurasi, linearitas, batas deteksi dan batas kuantisasi. Dari validasi metode ini diperoleh hasil presisi sebesar 1,85 %, hasil akurasi sebesar 96,96%, linearitas dengan (r2) sebesar 0,999, batas deteksi 0,0049 μg/L dan batas kuantisasi 0,016 μg/L.
POTENSI DAUN SIRSAK (Annona muricata Linn), DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten) Steenis), DAN DAUN BENALU MANGGA (Dendrophthoe pentandra) SEBAGAI ANTIOKSIDAN PENCEGAH KANKER Nunung Kurniasih; Mimin Kusmiyati; Riska Puspita Sari; Riza Wafdan
JURNAL ISTEK Vol 9, No 1 (2015): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker dapat dicegah menggunakan antioksidan, suatu senyawa yang bersifat imunomodulator yang dapat menguatkan sel-sel yang sehat untuk menghadang kanker. Senyawa aktif yang sudah berhasil diidentifikasi sebagai antikanker yang berasal dari tanaman antara lain adalah flavonoid glikosida, tanin, stigmasterol, dan inhibitor histone deacetylase (HDAC). Senyawa ini terdapat pada beberapa tanaman misalnya sirsak, binahong, benalu dan lain sebagainya. Sampel segar daun sirsak, binahong dan benalu dihaluskan, dimaserasi dengan metanol. Kemudian ekstrak metanol dipartisi dengan pelarut n-heksan dan etil asetat sampai menghasilkan ekstrak air. Ekstrak air dipekatkan dan diskrining fitokimia kemudian diuji daya antioksidannya dengan metode DPPH ((1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) dengan larutan kontrol berupa vitamin C. Ketiga ekstrak daun ini memiliki kandungan senyawa flavanoid, polifenol dan saponin. Diperoleh hasil IC50 daun sirsak sebesar 6,23 ppm, daun binahong 3,30 ppm sedangkan pada daun benalu adalah 33,31 ppm. Ketiga daun ini memiliki potensi untuk mencegah kanker.
PEMANFAATAN LIMBAH BIJI MANGGA MENJADI PATI SEBAGAI BAHAN BAKU BEDAK DINGIN/MASKERDI PUSKESMAS PASIRKALIKI (RW 08 DAN RW 19) KOTA CIMAHI Mimin Kusmiyati; Angreni Ayuhastuti; Elvi Trinovani
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 2, No 2 (2019) : Juli 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v2i2.46

Abstract

Berdasarkan data dari Direktorat Jendral Kefarmasian dan Alat Kesehatan, diketahui bahwa saat ini, sekitar 90 % bahan baku pembuat obat masih berasal dari luar negeri dan sekitar 60% diantaranya berasal dari Cina, bukan dari Indonesia sendiri. Dengan demikian import bahan baku untuk pembuatan obat di Indonesia cukup besar.  Limbah mangga terdiri dari 12-15% kulit dan 15-20% diantaranya adalah biji mangga. Zat yang paling banyak terkandung dalam keping biji mangga kering adalah pati yaitu rata-rata 58% b/b. Pati biji mangga memiliki kadar pati yang tinggi 58% dan amilosa hingga 33,6%, sehingga pati biji mangga memiliki prospektif yang baik untuk dikembangkan sebagai bahan baku untuk bedak dingin/masker dan sebagai disintegran. Hasil penelitian tentang pemanfaatan limbah buah mangga menunjukan bahwa pati biji mangga sangat bagus digunakan karena hasil pemeriksaan dari karakterisasi pati biji mangga untuk mengetahui kualitas pati, analisis kadar air, analisis ukuran partikel menggunakan SEM (scanning electron microscope) yang bermaksud untuk melakukan analisis kuantitatif pada ukuran granula dan pengamatan secara kualitatif untuk mengetahui struktur granula pati, EDS (energy dispersive x-ray spectroscopy) dilakukan untuk mengetahui komposisi-komposisi atom pada fregelatinat pati, FTIR (fourier transform infrared) dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui ikatan-ikatan yang ada dalam pati keping biji mangga, menunjukan hasil yang optimal tentang pati biji mangga sehingga dapat digunakan dengan baik sebagai bahan baku pembuatan bedak dingin. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di perguruan tinggi adalah untuk menciptakan inovasi teknologi untuk mendorong pembangunan ekonomi, memberi solusi berdasarkan kajian akademik atas kebutuhan, tantangan dan persoalan yang dihadapi masyarakat. Dalam PKM ini,akan diberikan arahan kepada masyarakat bagaimana metode untuk memanfaatkan limbah biji buah mangga sebagai bahan baku  dalam pembuatan bedak dingin/masker. Kata kunci : Pati biji mangga,masker
Peningkatan Pemahaman dan Keterampilan Mitra Posbindu Kelurahan Cimahi Utara Kota Cimahi dalam Pembuatan Minuman Tradisional Herbal sebagai Imunostimulan Dicki Bakhtiar Purkon; Mimin Kusmiyati; Elvi Trinovani; Faizah Min Fadhlillah
Jurnal SOLMA Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v10i2.6270

Abstract

Background: Peranan imunostimulan yang merupakan produk nutrisi/ obat (bahan alam/ sintetik) yang dapat meningkatkan sistem imunitas tubuh menjadi anjuran oleh pihak tenaga kesehatan dan pemerintah kepada masyarakat untuk dikonsumsi secara rutin. Perlu dilakukan pemberian informasi/ wawasan kesehatan untuk meningkatkan pemahaman imunostimulan, pemanfaatan herbal dan keterampilan pembuatan minuman tradisional herbal sebagai imunostimulan. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Serba Guna (GSG) RW. 04 Komplek Cimindi Raya, Kel. Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat dengan jumlah peserta mitra Posbindu 30 orang. Kegiatan yang dilaksanakan berupa penyuluhan, demonstrasi dan diskusi dengan para mitra. Perubahan pemahaman dan keterampilan mitra Posbindu dievaluasi melalui hasil kuesioner pre-test dan post-test selama penyuluhan dilaksanakan. Hasil: Mitra Posbindu sudah meningkat pemahamannya mengenai materi kesehatan imunostimulan dan cara pembuatan minuman tradisional herbal sebagai imunostimulan dengan perolehan peningkatan skor rata-rata pengetahuan melebihi batas skor minimal yaitu 76,43 % dan peningkatan skor keterampilan yaitu 95,71% (batas skor minimal yaitu 60%). Kesimpulan: Kegiatan ini menjadi upaya meningkatkan daya tahan tubuh, jumlah kesembuhan pasien yang terpapar virus Covid-19/ infektor patogen lain dan mencegah kematian yang diakibatkan menurunnya sistem imunitas pada mitra Posbindu khususnya dan masyarakat secara umum.
Assistance in Skills Training for Making Herbal Mouthwash Green Tea Leaves and Its Herbal Combinations for Posbindu Partner Cadre Dicki Bakhtiar Purkon; Mimin Kusmiyati; Elvi Trinovani; Faizah Min Fadhlillah; Yayat Sudaryat; Zahra Anggraeni; Tanika Miatul Hadid; Afifah Rahmawati
Media Karya Kesehatan Vol 5, No 2 (2022): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v5i2.37955

Abstract

The level of knowledge and awareness of the Indonesian people towards preventive efforts of various diseases related to the oral cavity and teeth has not been optimal. The importance of the role of self-effort in optimizing oral cavity hygiene and inhibiting the growth of various types of harmful bacteria that can lead to plaque formation, dental caries, causes of gingivitis, and periodontitis, such as: bacterial species Streptococcus mutans and Porphyromonas gingivalis. The combination of green tea, cloves, cinnamon bark, and mint leaves containing secondary metabolites from the sterols, tannins, phenols, saponins, and flavonoids groups has traditionally been used as antibacterial, anti-plaque and anti-aviation. The purpose of this community service activity is to improve understanding of health and prevention of infections in the oral cavity and teeth, as well as assistance in training skills in making herbal combination mouthwash with simple formulations for Posbindu partners. This activity was attended by lecturers and students of the D-3 Pharmacy Study Program, Department of Pharmacy, Poltekkes Kemenkes Bandung. Changes in health knowledge and skills of Posbindu partners were evaluated by giving pre-test and post-test questions. In the results of the evaluation of health understanding and skills, there was an increase in the total score of Posbindu partners in the 1st session of 20.41% from 67.35% to 87.76% (14 people were achieved, initially only 7 people exceeded the minimum score limit of 60.00%; N=14). Meanwhile, in the second session of Posbindu partners, the score increased by 28.57% from 63.64% (pre-test) to 92.21% (post-test) with the number of people who exceeded the minimum score limit of 11 people (post-test) from the pre-test results. the previous test was only 5 people (N=11). Thus, the better the health knowledge, attitudes, and skills of Posbindu partners in processing various herbal ingredients into herbal mouthwash products, it will create an increase in the degree of oral and dental health for the community. Keywords:  Cloves, green tea leaves, mint leaves, cinnamon bark, herbal mouthwash.
PENETAPAN KADAR ANTOSIANIN TOTAL DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK AIR, METANOL, ETANOL 70% TAPE KETAN HITAM : DETERMINATION OF ANTHOCYANIN AND ANTIOXIDANT ACTIVITIES OF WATER, METHANOL, ETHANOL 70% EXTRACT BLACK GLUTINOUS RICE Elvi Trinovani; Mimin Kusmiyati; Yayat Sudaryat; Muhamad Iqbal Rhamadianto
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i4.553

Abstract

Tape ketan hitam merupakan bahan pangan berkhasiat yang mengandung senyawa antosianin. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kadar total antosianin dan aktivitas antioksidan tape ketan hitam dari ekstrak air, metanol dan etanol 70%. Kandungan total antosianin ditentukan menggunakan metode pH differensial pada pH 1,0 dan pH 4,5 dengan hasil rata-rata kadar antosianin total dari ekstrak tape ketan hitam dengan pelarut aquadest sebesar 3,6598 mg/100g, pelarut metanol p.a sebesar 4,1191 mg/100g, dan pelarut etanol 70% sebesar 8,4190 mg/100g. Uji aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH dan standar yang digunakannya adalah kuersetin. Hasil penelitian menunjukkan nilai IC50 ekstrak air, metanol p.a, dan etanol 70% secara berturut-turut adalah 119,6697 ppm; 94,6237 ppm; dan 88,4847 ppm. Hasil ini menunjukkan ekstrak tape ketan hitam dengan pelarut etanol 70% menunjukkan kadar total antosianin dan aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pelarut metanol p.a dan air.