Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Distribusi Koefisien Perpindahan Panas Konveksi Daerah Entrance dan Fully Developed Perbandingan Empiris dan Eksperimen pada Double Pipe Heat Exchanger Mustaza Maa
Jurnal Elektro dan Mesin Terapan Vol. 1 No. 2 (2015): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER)
Publisher : Politeknik Caltex Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.118 KB) | DOI: 10.35143/elementer.v1i2.30

Abstract

Penelitian tentang distribusi koefisien konveksi pada daerah entrance dan fully developed sangat diperhitungkan dalam dunia industri makanan, minuman, proses kimia dan farmasi. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Double Pipe Heat Exchanger. Hal ini dikarenakan konstruksi yang sederhana, murah, yang tidak memerlukan permukaan perpindahan panas yang besar. Penelitian ini dikaji tentang distribusi koefisien konveksi yang terjadi di daerah entrance dan fully developed. Fluida yang digunakan air yang mengalir secara paralel. Debit aliran panas divariasikan pada 5 kecepatan aliran mulai dari 6,7 lpm hingga 20 lpm dengan laju aliran 0,11 kg/s hingga 0,33 kg/s menggunakan temperatur dijaga pada 60oC. Sedangkan debit fluida dingin divariasikan 4 kecepatan aliran mulai 10 lpm hingga 20 lpm dengan laju aliran 0,17 kg/s hingga 0,33 kg/s dengan temperatur 32oC. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah distribusi koefisien perpindahan panas konveksi yang terjadi pada daerah entrance dan fully developed. Batas daerah entrance pada Doubel Pipe Heat Exchanger ini adalah 30 cm. Selanjutnya masuk pada daerah fully developed, seiring dengan bertambah tebalnya boundary layer termal hingga mencapai konstan
Balancing Robot Beroda Dua Menggunakan Metoda Kontrol Proporsional, Integral dan Derivatif Mustaza Maa; Made Rahmawaty; Lio Prisko Ketaren
Jurnal Elektro dan Mesin Terapan Vol. 2 No. 1 (2016): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER)
Publisher : Politeknik Caltex Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.277 KB) | DOI: 10.35143/elementer.v2i1.48

Abstract

Balancing robot beroda dua merupakan suatu robot yang memiliki prinsip kerja seperti pendulum terbalik yangmempertahankan keseimbangan robot pada sudut 0° dan tegak lurus terhadap permukaan bumi dibidang datar. Untuk kontrol keseimbangan balancing robot menggunakan metode kontrol Proporsional Integral Derivatif (PID) dengan  mengatur kecepatan dan arah putaran motor. Balancing robot beroda dua menggunakan sensor accelerometer untuk mendeteksi kemiringan serta sensor gyroscope untuk mendeteksi kecepatan sudut badan robot ketika akan terjatuh. Untuk penggerak robot menggunakan motor DC. Balancing robot beroda dua mampu mempertahankan posisi robot pada kondisi setimbang. Dari hasil pengujian nilai PID yang paling ideal yaitu Kp: 8.0 Ki: 7.8 dan Kd 2.0
Implementasi Tempat Sampah Untuk Mendukung LPS Di Kantor Kelurahan Umban Sari Mustaza Maa; Roni Novison; Jupri Yanda Zaira; Agus Wijianto; Amnur Akhyan; Fortinov Akbar Irdam
JITER-PM (Jurnal Inovasi Terapan - Pengabdian Masyarakat) Vol. 4 No. 1 (2026): JITER-PM
Publisher : Politeknik Caltex Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35143/jiter-pm.v4i1.6716

Abstract

This community engagement initiative aims to support Lembaga Pengolahan Sampah (LPS) by implementing a segregated waste bin system at Kantor Kelurahan Umban Sari, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru. The primary objective is to provide dedicated bins for organic, inorganic, and hazardous waste (B3), thereby enhancing the operational effectiveness of the LPS and fostering an environmentally conscious culture among office personnel. The program was executed through a series of structured stages, including preliminary surveys, problem identification, waste bin design, proposal development, fabrication and installation of the bins, and educational outreach to sub-district staff. The outcomes of this initiative include the successful provision of categorized waste bins, comprehensive documentation, and public dissemination of the project. This activity serves as a prototype for community-based waste management practices and offers a replicable model for similar urban settings.