Adolescents often imitate behavior they observe in the family. When teenagers experience emotions that cause teenagers to be angry, teenagers become aggressive. If parents or other family members are often involved in conflict or use violence to solve problems, teenagers tend to consider aggressiveness as a normal way to deal with problems. This research aims to determine the relationship between family harmony and emotional maturity and the tendency for aggressiveness among teenagers in Surabaya. This research method uses quantitative correlational methods. The respondents for this research were 230 teenagers in Surabaya aged 15 - 18 years. The data obtained were processed using multiple regression analysis techniques using IBM SPSS Statistics 26 for Mac. The data analysis method uses multiple regression analysis with a significance of 0.000 (p<0.05) which explains that adolescent aggressiveness is simultaneously influenced by family harmony and emotional maturity. The R Square value is 0.454 with a contribution of 45.4%. This means that family harmony and emotional maturity together have a 45.4% influence on aggressiveness. The remaining 54.6% could be caused by other variables not studied in this research. Remaja sering kali meniru perilaku yang mereka amati di dalam keluarga. Ketika remaja mengalami emosi yang menyebabkan remaja marah, remaja menjadi agresif. Jika orang tua atau anggota keluarga lainnya sering terlibat dalam konflik atau menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan masalah, remaja cenderung menganggap agresivitas sebagai cara yang normal untuk mengatasi masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keharmonisan keluarga dan kematangan emosi dengan kecenderungan agresivitas remaja di Surabaya. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Responden penelitian ini adalah remaja di Surabaya sebanyak 230 orang yang berusia 15 - 18 tahun. Hasil data yang diperoleh diolah menggunakan teknik analisis regresi berganda menggunakan bantuan IBM SPSS Statistic 26 for Mac. Metode analisis data menggunakan analisis regresi berganda dengan signifikansi 0,000 (p<0,05) yang menjelaskan agresivitas remaja secara simultan dipengaruhi oleh keharmonisan keluarga dan kematangan emosi. Nilai R Square sebesar 0,454 dengan sumbangsih 45,4%. Artinya keharmonisan keluarga dan kematangan emosi secara bersama-sama mempunyai pengaruh 45,4% terhadap agresivitas. Adapun 54,6% sisanya dapat disebabkan oleh variabel lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini.