Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KECENDERUNGAN AGRESIVITAS PADA REMAJA: BAGAIMANA PERAN KEHARMONISAN KELUARGA DAN KEMATANGAN EMOSI? Meuthiara Mayavida Tryarini; Sahat Saragih; Rr. Amanda Pasca Rini
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 11 No. 2 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v11i2.11937

Abstract

Adolescents often imitate behavior they observe in the family. When teenagers experience emotions that cause teenagers to be angry, teenagers become aggressive. If parents or other family members are often involved in conflict or use violence to solve problems, teenagers tend to consider aggressiveness as a normal way to deal with problems. This research aims to determine the relationship between family harmony and emotional maturity and the tendency for aggressiveness among teenagers in Surabaya. This research method uses quantitative correlational methods. The respondents for this research were 230 teenagers in Surabaya aged 15 - 18 years. The data obtained were processed using multiple regression analysis techniques using IBM SPSS Statistics 26 for Mac. The data analysis method uses multiple regression analysis with a significance of 0.000 (p<0.05) which explains that adolescent aggressiveness is simultaneously influenced by family harmony and emotional maturity. The R Square value is 0.454 with a contribution of 45.4%. This means that family harmony and emotional maturity together have a 45.4% influence on aggressiveness. The remaining 54.6% could be caused by other variables not studied in this research. Remaja sering kali meniru perilaku yang mereka amati di dalam keluarga. Ketika remaja mengalami emosi yang menyebabkan remaja marah, remaja menjadi agresif. Jika orang tua atau anggota keluarga lainnya sering terlibat dalam konflik atau menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan masalah, remaja cenderung menganggap agresivitas sebagai cara yang normal untuk mengatasi masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keharmonisan keluarga dan kematangan emosi dengan kecenderungan agresivitas remaja di Surabaya. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Responden penelitian ini adalah remaja di Surabaya sebanyak 230 orang yang berusia 15 - 18 tahun. Hasil data yang diperoleh diolah menggunakan teknik analisis regresi berganda menggunakan bantuan IBM SPSS Statistic 26 for Mac. Metode analisis data menggunakan analisis regresi berganda dengan signifikansi 0,000 (p<0,05) yang menjelaskan agresivitas remaja secara simultan dipengaruhi oleh keharmonisan keluarga dan kematangan emosi. Nilai R Square sebesar 0,454 dengan sumbangsih 45,4%. Artinya keharmonisan keluarga dan kematangan emosi secara bersama-sama mempunyai pengaruh 45,4% terhadap agresivitas. Adapun 54,6% sisanya dapat disebabkan oleh variabel lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini.
Manajemen Konflik dan Dukungan Sosial dengan Resiliensi pada Mahasiswa yang Mengikuti Program MBKM Agustin, Arinda Hermadita; Rr. Amanda Pasca Rini; Nindia Pratitis
Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi dan Kesehatan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/jpp.v13i2.773

Abstract

Mahasiswa yang tangguh terhadap tekanan dan permasalahan dapat dikatakan memiliki resiliensi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan manajemen konflik dan dukungan sosial dengan resiliensi mahasiswa yang mengikuti program MBKM. Penelitian kuantitatif korelasional ini melibatkan 137 mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dengan menggunakan teknik quota sampling. Metode pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuisioner secara online menggunakan google form.  Ada tiga alat ukur yang digunakan yaitu resilience scale, skala manajemen konflik, dan skala dukungan sosial. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan searah yang cukup kuat pada manajemen konflik dan resiliensi demikian pula dengan dukungan sosial. Masing-masing variabel memberikan pengaruh terhadap resiliensi mahasiswa yang mengikuti program MBKM.
Hubungan Kontrol Diri dan Gaya Hidup dengan Perilaku Konsumtif pada Pekerja Pengguna E-Money di Jawa Timur Ma'ruf, Yunus Diyati; Rr. Amanda Pasca Rini; Bawinda Sri Lestari
Journal of Health, Medical, and Psychological Studies Vol 1 No 2 (2025): December: Sanitas: Journal of Health, Medical, and Psychological Studies
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/df7jbm35

Abstract

Among workers in East Java using electronic money, self-control appears linked to how much they spend. With digital payments growing fast, buying things takes less effort this ease might weaken restraint. A total of 259 individuals took part, chosen deliberately based on their use of e-payments. Instead of narratives or interviews, numbers shaped the findings here. Not random chance but careful selection guided who was included. What drives spending? One clue lies in how people manage impulses when tapping a phone to pay. Information came from surveys on self-regulation, daily habits, and spending patterns. Analysis shows people with stronger self-discipline tend to spend less impulsively when using electronic money. Those who place more value on lifestyle image show greater tendencies to engage in high consumption. Results suggest how personal habits shape financial choices in modern payment environments. What one prioritizes day to day may influence their impulse to buy just as much as willpower does.
Hubungan Efikasi Diri dan Dukungan Sosial dengan Resiliensi Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis Dadan Hendayana; Andik Matulessy; Rr. Amanda Pasca Rini
Jurnal Inovasi Global Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v4i2.515

Abstract

Hemodialisis ialah suatu metode pengobatan yang digunakan untuk menggantikan fungsi ginjal pada individu yang menderita penyakit gagal ginjal kronis. Meskipun secara efektif dapat menurunkan risiko penyakit dan kematian, hemodialisis juga dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang dapat memengaruhi kesejahteraan pasien secara keseluruhan. Dalam penelitian yang dilakukan peneliti terhadap pasien penyakit gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis, daitemukan bahwa pasien tersebut menghadapi berbagai tantangan. Tantangan tersebut meliputi kurangnya rasa percaya diri terhadap kemampuan pasien untuk pulih, ketidakpastian dalam mematuhi jadwal hemodialisis yang dianjurkan, dan kurangnya dukungan sosial, terutama dari anggota keluarga. Oleh karena itu, diperlukan kemampuan individu untuk bertahan dalam keadaan tertekan dalam kehidupan yang disebut sebagai resiliensi. Melakukan analisis terkait hubungan efikasi diri dan dukungan sosial dengan resiliensi pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini menggunakan suatu metode kuantitatif dan melakukan analisis data menggunakan analisis korelasi rank Spearman dengan program IBM SPSS 25. Dalam penelitian ini, peneliti melibatkan 150 pasien yang menjalani hemodialisis selama periode Juni sampai dengan Juli 2024. Temuan studi menunjukkan adanya korelasi positif antara efikasi diri dan dukungan sosial dengan resiliensi pada individu dengan gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Secara khusus, efikasi diri dengan resiliensi memiliki korelasi positif, begitu pula dukungan sosial dengan resiliensi pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Adanya suatu korelasi positif efikasi diri dan dukungan sosial dengan resiliensi pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis.