Danan Satriyo Wibowo
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

DUKUNGAN ORGANISASI DAN KEPUASAN BESARAN UPAH TERHADAP LOYALITAS KARYAWAN Danan Satriyo Wibowo
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 9, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ins.v9i2.284

Abstract

Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan hal yang sangat penting dalampencapaian tujuan perusahaan. Perkembangan perusahaan tergantung pada sejauhmana perusahaan mampu memanfaatkan peluang dan mengatasi ancaman darilingkungan ekstern dengan segala potensi dari sumber daya yang dimiliki. Salahsatu cara yang berkaitan dengan sumber daya manusia adalah melalui peningkatanmodal manusia (human capital) untuk mengenal dan beradaptasi denganlingkungan yang selalu berubah.Beberapa usaha yang dilakukan dalam memanfaatkan potensi sumber dayamanusia adalah melalui pengembangan kuaitas dan mutu sumber dayamanusianya melalui pendidikan dan pelatihan sebagai bentuk dukunganperusahaan terhadap karier karyawannya. Disamping itu faktor upah kerja turutmemberikan sumbangan yang berarti bagi berkembanganya suatu perusahaan atauorganisasi. Upah atau kompensasi merupakan salah satu faktor penting danmenjadi perhatian dalam mempertahankan dan menarik sumber daya manusiayang berkualitas.Upah merupakan sumber pendapatan yang nantinya digunakan untukmemenuhi kebutuhan hidupnya. Upah juga merupakan salah satu aspek yangberarti bagi karyawan, karena bagi karyawan besarnya upah dalam bentukkompensasi mencerminkan ukuran nilai karya diantara para karyawan itu sendiri,keluarga dan masyarakat. Bila upah diberikan secara adil dan layak makakaryawan akan termotivasi dan lebih loyal untuk mencapai sasaran-sasaranorganisasi atau perusahaan.
ANALISIS FAKTOR KOMPETENSI DAN MOTIVASI KERJA DALAM MEMBENTUK SIKAP KERJA PROFESIONAL Danan Satriyo Wibowo
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ins.v10i2.300

Abstract

Keberadaan sumber daya manusia dalam organisasi memiliki posisi yangsangat vital. Keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh kualitas orang-orangyang bekerja di dalamnya. Seiring dengan persaingan yang semakin tajam karenaperubahan teknologi yang cepat dan lingkungan yang begitu drastis pada setiap aspekkehidupan manusia maka setiap organisasi membutuhkan sumber daya manusia yangmempunyai kompentensi agar dapat memberikan pelayanan yang prima dan bernilai.Dengan kata lain organisasi tidak hanya mampu memberikan pelayanan yangmemuaskan (customer satisfaction) tetapi juga berorientasi pada nilai (customervalue).Sumber daya manusia yang memiliki nilai tinggi adalah mereka yangberkompetensi dibidang kerjanya, memiliki skill dan keahlian yang menunjang dalammelaksanakan perkerjaannya. Disamping karyawan memiliki kompetensi,keberhasilan seorang karyawan juga di pengaruhi oleh motivasi dalam bekerja.Motivasi kerja menjadi peran penting dalam diri seorang karyawan, karena denganmemiliki motivasi kerja yang tinggi dan terukur seorang karyawan akan lebih mudahdalam mencapai tujuan dan memperoleh hasil kerja yang baik. Hal ini karena denganmemiliki motivasi, seorang karyawan akan merencanakan kinerjanya secara matangdan akan menunjukkan performa kinerja yang baik, selain itu dengan bekerja denganmotivasi dan berkompetensi seorang karyawan akan berupaya menunjukkan sikapkerja yang profesional.
Resiliensi Keluarga Dengan Anak Gangguan Disintegratif Melalui Konseling Kelompok Festa Yumpi Rahmanawati; Danan Satriyo Wibowo
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ins.v13i1.579

Abstract

The purpose of this   research was to explore how families with children with Childhood Disintegrative Disorder (CDD) who participated in group counseling that  were able to move through the adverse situation that they face while raising a child with significant developmental needs and challenges. The theoretical framework that guided this research was family resilience. Qualitative research with case study approach was choosed  to explore families with CDD. Observations and face-to-face interviews were conducted with each of the participants in their own home or in a school setting. The first question research focused on the experience of families who provided beneficial group counseling. Three themes emerged: a) focusing on child-positif behaviour target; b) accepting child in their  ideal image realistically; c) providing motivation in positif parenting practice. The second question research focused on the experience of families who demonstrated willingness to find  family resources after  participated in group counseling. Four themes emerged: a) religious coping; b) positive seeking support; d) gratitude to attainable child competence.Key words: family resilience, disintegrative disorder, group couselling, case study
Bridging Organizational Support and Teacher Self-Efficacy: The Mediating Role of Emotional Intelligence Muhibbin, Maulana Arif; Danan Satriyo Wibowo; Muhammad Sulton Al Gifari; Nanda Kafila Sari
Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2025): Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/psi.v10i1.7284

Abstract

Teacher self-efficacy reflects educators’ beliefs in their professional competence and plays a critical role in delivering high-quality education. This study investigates the effect of perceived organizational support (POS) on teacher self-efficacy (TSE), with emotional intelligence (EI) examined as a potential mediating variable. Using a quantitative approach, data were collected from 180 secondary school teachers in Jember, Indonesia. The researchers developed adapted instruments to measure POS, EI, and TSE, and employed mediation analysis using PROCESS in SPSS. The results show that perceived organizational support significantly predicts both emotional intelligence (β = 0.1607, p = .0002) and teacher self-efficacy (β = 0.0784, p = .0390). However, emotional intelligence does not significantly predict teacher self-efficacy (β = -0.0457, p = .4796), and the indirect effect of POS on TSE through EI is statistically insignificant. These findings indicate that while POS directly strengthens teacher self-efficacy, emotional intelligence does not mediate this relationship. The novelty of this research lies in its integrative exploration of how perceived organizational support and emotional intelligence interact to influence teacher self-efficacy within the Indonesian context—an area that remains underexplored. Unlike prior studies that examine these constructs in isolation, this study empirically tests a mediation model, offering new insights into the psychological and institutional mechanisms that shape teacher effectiveness. These results underscore the importance of fostering a supportive organizational climate to enhance teacher self-efficacy. The study provides practical implications for educational policymakers to prioritize institutional support systems that directly contribute to teacher development and performance.