Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Resensi: Allah Menahan Diri, Tetapi Pantang Berdiam Diri—Suatu Upaya Berdogmatika Kontekstual di Indonesia Emanuel Gerrit Singgih
GEMA TEOLOGIKA: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian Vol. 3 No. 2 (2018): Gema Teologika: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian
Publisher : Faculty of Theology Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/gema.2018.32.397

Abstract

Agama dan Kerusakan Ekologi: Mempertimbangkan “Tesis White” dalam Konteks Indonesia Emanuel Gerrit Singgih
GEMA TEOLOGIKA: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian Vol. 5 No. 2 (2020): Gema Teologika: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian
Publisher : Faculty of Theology Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/gema.2020.52.614

Abstract

Abstract This article is an evaluation of two anthologies which respond to Lynn T. White Jr., who traces the cause of the present ecological destruction to implementation of religious worldviews in the past, and concludes that Christianity as a very anthropocentric religion, is responsible for this destruction. Although the majority of the responders regard that White's article from 1967, which become famous as the "White Thesis", is one sided, they still acknowledge its continuing relevance. This study suggests that in the context of Indonesia, Christians could respond accordingly to the thesis by engaging in dialogue with local or nature religions concerning the Divine immanence and transcendence, for the common struggle to prevent further ecological destructions. Abstrak Tulisan ini merupakan evaluasi dari dua antologi yang berisi tanggapantanggapan terhadap tulisan Lynn T. White Jr., yang menelusuri kerusakan ekologi pada masa kini dalam penerapan-penerapan pemahaman religius, dan berpendapat bahwa agama Kristen yang antroposentrik bertanggung jawab atas kerusakan tersebut. Meskipun mayoritas dari penanggap memperlihatkan bahwa tulisan White dari tahun 1967, yang kemudian terkenal sebagai "tesis White" agak berat sebelah, mereka tetap mengakui relevansinya. Dalam bagian penutup diperlihatkan bagaimana dalam konteks Indonesia, orang Kristen bisa menanggapi tesis White, dengan jalan berdialog dengan pemahaman lokal mengenai imanensi Yang Ilahi, dalam rangka berjuang bersama menghadapi kerusakan ekologi.