Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Karakteristik Keluarga, Pengetahuan Gizi dan Kebiasaan Sarapan Pagi terhadap Status Gizi Siswa SD Negeri Fatukanutu Kecamatan Amabi Oefeto Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur Regina Maria Boro; Tobianus Hasan
Kupang Journal of Food and Nutrition Research Vol. 3 No. 1 (2022): Kupang Journal of Food and Nutrition Research
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya kesehatan adalah perbaikan gizi terutama di usia sekolah, khususnya pada usia 7-12 tahun. Salah satu upaya kesehatan adalah perbaikan gizi terutama di usia sekolah khususnya pada usia 7-12 tahun. Konsumsi makanan berpengaruh terhadap status gizi seseorang. Status gizi baik atau status gizi optimal terjadi bila tubuh memperoleh cukup zat-zat gizi yang digunakan secara efisien, sehingga memungkinkan pertumbuhan fisik, perkembangan otak,. Berdasarkan data Riskesdas 2013, status gizi anak 5-12 tahun NTT  menurut  indicator TB/U yang masuk kategori pendek 25,8 % dan sangat pendek 18,1 %. Sedang menurut  indikator IMT/U sangat kurus 7,8% dan kurus 11,8%. NTT merupakan propinsi yang tertinggi angka stuntingnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik sosial ekonomi, pengetahuan gizi  dan kebiasaan  makan pagi dengan status gizi pada anak Sekolah Dasar Negeri di Desa Fatukanutu Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang. Jenis penelitian adalah observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara proporsional random sampling. Untuk analisis data dilakukan uji statistik menggunakan uji chi-square. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan gizi ibu dan kebiasaan sarapan pagi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap status gizi (IMT/U) pada siswa SD. Pengetahuan gizi ibu memiliki nilai P sebesar 0.009 dan nilai OR sebesar 7.7. Demikian halnya dengan kebiasaan sarapan pagi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap status gizi dan kebiasaan sarapan pagi merupakan faktor risiko kurus pada siswa SD. Siswa SD yang jarang sarapan pagi akan mengalami kurus 3,4 kali lebih besar dibanding siswa yang biasa sarapan pagi. Untuk variabel lain seperti pendidikan ibu memiliki pengaruh yang tidak signifikan namun sebagai faktor risiko sedangkan variabel pendidikan ayah memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap status gizi dan bukan sebagai faktor risiko kurus. Pekerjaan ayah dan pekerjaan ibu memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap ststaus gizi siswa SD dan bukan merupakan faktor risiko kurus pada siswa SD. Berdasarkan hasil analisis bivariat maka variabel kandidat uji multivariat adalah pengetahuan gizi ibu dan kebiasaan sarapan pagi, karena kedua variabel ini memiliki nilai signifikansi <0,05. Hasil analisis multivariat dapat diketahui dengan melihat nilai OR yang paling tinggi. Dengan demikian variabel yang paling berpengaruh terhadap status gizi (IMT/U) adalah pengetahuan gizi ibu.
Pendampingan Keluarga Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Pada Periode 1000 HPK di Kelurahan Naioni Kota Kupang Agustina Setia; Tobianus Hasan; Asmulyati S Saleh
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3: September 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v1i3.1002

Abstract

Laporan Puskesmas Naioni Kota Kupang diketahui pada Agustus 2018 terdapat 102 (8.4%) balita stunting dari 1209 balita, bulan Juli 2019 terdapat 109 (8.6%) balita stunting dari 1267 balita dan pada Februari 2020 terdapat 157 (12.%) balita stunting dari 1275 balita. Data ini menunjukan gambaran peningkatan jumlah balita stunting di Puskesmas Naioni Kota Kupang. Laporan pengabmas Setia,2021 diketahui dari 12 bayi baru lahir terdapat 7 bayi (40%) mengalami stunting. Tujuan kegiatan adalah menjadikan puskesmas Naioni sebagai puskesmas model dalam penanganan stunting, meningkatkan pengetahuan gizi ibu dalam mengatasi stunting dan meningkatkan status gizi balita pada periode 1000 HPK. Skema kegiatan pengabdian adalah Program Kemitraan Masyarakat. Jenis kegiatan berupa Pelatihan, Penyuluhan dan pendampingan kesehatan secara langsung. Dilaksanakan pada Bulan Agustus-Oktober 2022 di Kelurahan Naioni. Hasil yang diperoleh yaitu balita yang terlibat dalam kegiatan ini berusia 13 bulan sebanyak 7 balita (70%). berjenis kelamin laki-laki sebanyak 5 orang (50%) dan balita berjenis kelamin perempuan sebanyak 5 orang (50%). Berdasarkan hasil pendampingan diperoleh hasil bahwa pendampingan gizi secara langsung terhadap ibu balita dapat meningkatkan status gizi balita indikator BB/U, TB/U, BB/TB dan IMT/U serta mampu meningkatkan pengetahuan gizi ibu.
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG RUMPUT LAUT EUCHEUMA COTTONI DAN TEPUNG TEMPE UNTUK PEMBUATAN PMT IBU HAMIL KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) Tobianus Hasan; Meliana Pamut
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 5: Oktober 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i5.8739

Abstract

Malnutrition is one of the symptoms of Chronic Energy Deficiency (Fetal health can be threatened due to the impact of KEK which is severe in pregnant women. Babies with low birth weight as well as premature babies are more likely to suffer from a variety of diseases including infections, respiratory problems, and the possibility of death. In addition, newborns with this disorder are also at risk of growth and development problems, especially brain development problems. One of thepreventionof chronic energy deficiency (SEZ) by providing functional food ingredients developed is the substitution of eucheuma cottoni seaweed flour and tempeh flour, which has a high energy content that can overcome chronic energy deficiency in pregnant women.The research design used a completely random method (CRD). By substituting eucheuma cottoni seaweed flour and tempeh flour for 4 treatments. Based on the ANOVA test, the results showed that there was an effect of substitution of eucheuma cottoni seaweed flour and tempe flour on organoleptic properties (color) with a P value of 0.000 (<0.05), for (aroma) a P value of 0.000 (>0.05,) for (texture) P value 0.000 (<0.05), for (taste) P value 0.000 (<0.05) from the four treatments for aspects of color, texture, taste shows significant differences. After carrying out further tests using the Tukey test, it showed that the color aspect of P0 was significantly different from P1, P2, for aroma P0 was significantly different from P1, P2, for texture P0 was significantly different from P1, P2, P3 and for taste it was significantly different from P1, P2, P3. Based on this research, the best organoleptic test results and the panelists liked the most were P3, namely cookies with the addition of 45% seaweed flour and 20% tempeh flour. From the research results, the author recommends P3: because it has the highest nutritional content. Values ​​in nutritional analysis per slice of 65 pieces: energy 43.24 kcal, protein 1.34 grams, fat 2.59 grams, carbohydrates 3.88 grams